Bupati Lampung Tengah Ditahan KPK Sejak Pukul 20.17 WIB

Bupati Lampung Tengah Diamankan KPK

Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, terlihat berada di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak pukul 20.17 WIB, Rabu (10/12/2025). Ia tiba di lokasi setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang diduga terkait kasus suap proyek.

Ardito mengenakan kemeja hitam yang dibalut jaket loreng biru serta celana bahan berwarna hitam. Penampilannya dilengkapi dengan topi putih. Ia terlihat membawa koper dan pouch saat turun dari mobil tahanan. Selama perjalanan menuju lobi gedung, ia ditemani oleh petugas KPK dan aparat kepolisian.

Saat dicecar pertanyaan oleh awak media mengenai kabar penghilangannya selama OTT, Ardito memberikan jawaban singkat. “Selama ini kabur ke mana?” tanya salah satu jurnalis. “Di rumah aja,” jawabnya.

Selain membantah kabar penghilangan diri, Ardito juga menyapa wartawan dan mengabarkan kondisinya. “Alhamdulillah sehat. Boleh numpang lewat,” ujarnya sambil berjalan menuju ruang pemeriksaan. Saat ini, ia telah dibawa naik ke lantai 2 Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan penangkapan orang nomor satu di Lampung Tengah tersebut. “Benar,” ujar Fitroh saat dikonfirmasi, Rabu (10/12/2025). Selain Ardito, KPK juga mengamankan sejumlah pihak lain, termasuk anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah.

Penangkapan ini diduga kuat berkaitan dengan tindak pidana korupsi berupa suap proyek. Sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan, apakah akan ditetapkan sebagai tersangka atau tidak.

Penangkapan Ardito menambah panjang daftar kepala daerah yang terjaring OTT KPK dalam waktu dekat, menyusul penangkapan Bupati Ponorogo Sugiri Sukoco dan Gubernur Riau Abdul Wahid dalam kasus terpisah.

Hadir dalam Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia

Sebelumnya, Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya menghadiri acara peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia yang berlangsung di Nuwo Balak Gunungsugih, Selasa (9/12/2025). Dalam acara tersebut, ia memberikan berbagai penghargaan kepada seluruh ASN dan Kepala Kampung yang dinilai bekerja maksimal dalam memberikan pelayanan masyarakat.

Ardito Wijaya memberikan pesan penting agar semua pelayanan dimulai dengan kerja ikhlas, jujur, dan penuh tanggungjawab. “Tentunya, sesuatu yang baik harus dimulai dengan keikhlasan dan kejujuran dalam bekerja. Sehingga, pelayanan akan terlaksana secara maksimal,” kata Ardito Wijaya, Selasa (9/12/2025).

Ia berharap semua pelayanan di Pemkab Lampung Tengah harus berjalan bersih dan jujur. “Harapan saya kita semua dapat menjalankan tugas dan fungsi kita sebagai pelayanan masyarakat dengan bersih dan jujur,” pungkasnya.

Kondisi Rumah Dinas Bupati

Sebelumnya, beredar kabar bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pejabat Lampung Tengah di Jakarta. Kondisi Gedung Sesat Agung Nuwo Balak, rumah dinas Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, tak terlihat ada aktivitas, Senin (8/12/2025) malam.

Hingga pukul 23.00 WIB, Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, belum merespons upaya konfirmasi yang dilayangkan. Panggilan telepon tak direspons, dan pesan WhatsApp belum dibalas.

Seorang petugas pengamanan rumah dinas mengungkapkan, bahwa bupati belum pulang ke rumah dinas. “Sejak sore tadi Bapak (Ardito Wijaya) belum kembali ke rumah dinas. Saat ini kondisi di dalam dalam keadaan kosong,” katanya kepada [sumber] Senin (8/12/2025) malam.

Sementara, Amran selaku warga di sekitar rumah dinas bupati, mengaku, tidak melihat ada aktivitas di Nuwo Balak selepas jam dinas selesai. Dia pun mengaku hari ini tidak melihat kendaraan Bupati Lampung Tengah masuk atau terparkir di dalam rumah dinas.

“Sepengetahuan saya hari ini saya tidak ada kegiatan bupati di Nuwo Balak, hari ini saya juga belum melihat Pak Bupati di rumah dinas,” ujar dia.


Rafitman

Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *