Komentar Pengamat Soal ‘Orang Besar’ di Balik Kasus Ijazah Palsu Jokowi

Pernyataan Jokowi tentang ‘Orang Besar’ di Balik Isu Ijazah Palsu Menarik Perhatian Pengamat

Pernyataan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) bahwa ada “orang besar” di balik isu ijazah palsu yang dialamatkan padanya, mendapat perhatian dari banyak pengamat politik. Menurut para analis, pernyataan tersebut menunjukkan adanya indikasi bahwa Jokowi telah memainkan peran sebagai pelaku terompet perang dalam konteks politik saat ini.

Menurut Selamat Ginting, seorang pengamat politik dari Universitas Nasional, pernyataan Jokowi mengisyaratkan bahwa terompet perang sudah dibunyikan. Ia menjelaskan bahwa tuduhan balik yang dilontarkan oleh Jokowi mencerminkan bahwa politik kontemporer Indonesia kini sering kali melibatkan narasi berupa manuver, reputasi, dan strategi kekuasaan daripada fokus pada isu hukum atau fakta akademik.

Padahal, isu ijazah itu adalah masalah akademik. Namun, menurut Selamat, tuduhan yang dikemukakan Jokowi kemungkinan dimaksudkan untuk menggeser perhatian publik dan membentuk interpretasi politik tentang motivasi di balik kritik tersebut.

“Karena apa? Ini adalah upaya mempertahankan legitimasi pribadi dari Jokowi sendiri,” ujarnya dalam wawancara yang ditayangkan di Bola Liar Kompas TV.

Selamat menilai bahwa wajar jika terompet perang itu sudah ditabuh dengan cara menuding. “Dan ini spekulatif. Sehingga menurut saya, memang lonceng perang sudah dibunyikan pada akhir tahun ini.”

Saat ini, pihak-pihak lain, termasuk partai-partai di luar PSI, akan menanggapi genderang perang Jokowi tersebut. “Kita lihat pasti perlawanan sembunyi akan dilakukan oleh partai-partai di luar PSI, terhadap statement dari Presiden Jokowi,” katanya.

Jokowi Akui Ada Agenda Besar di Balik Isu Ijazah Palsu

Sebelumnya, Jokowi secara blak-blakan mengungkap ada agenda besar di balik isu ijazah palsu yang sudah empat tahun bergulir. Ia selama ini diam saja dan tidak banyak menanggapi karena yakin dengan ijazah asli yang ia pegang.

Dia tidak menunjukkan ijazah karena dua alasan. Pertama, karena ada aduan di Bareskrim. “Yang kedua, saya dituduh ijazah saya palsu. Artinya, yang menuduh itu yang harus membuktikan. Dalam hukum acara, siapa yang menuduh itu yang harus membuktikan. Itu yang saya tunggu. Coba dibuktikannya seperti apa?” kata Jokowi dalam wawancara eksklusif Kompas TV.

Menurut Jokowi, akan lebih baik kalau pembuktian tudingan ijazah palsu ini di pengadilan karena akan kelihatan proses hukum yang adil. “Karena yang membuat ijazah saya sudah menyampaikan asli, masih tidak dipercaya, gimana?” tanyanya sambil tersenyum.

Jokowi melihat ada agenda besar politik dan ada operasi politik sehingga isu ijazah palsu ini sampai bertahun-tahun tidak selesai. Menurutnya, ada keinginan pihak tertentu yang ingin men-downgrade dan menurunkan reputasi yang dia miliki.

“Meskipun saya enggak merasa punya reputasi apa-apa,” ujarnya sambil tersenyum.

Kenapa Harus Diturunkan Reputasinya?

Jokowi menduga ada kepentingan politik di baliknya. “Kenapa sih kita harus mengolok-olok, menjelek-jelekkan, merendahkan, menghina, menuduh-nuduh? Semua dilakukan untuk apa? Kalau hanya untuk main-main kan mesti ada kepentingan politiknya di situ,” katanya.

Jokowi tetap bersikeras bahwa ada orang besar di balik isu ijazah palsu terhadap dirinya. “Saya pastikan. Iya,” katanya. Siapa orang besar itu? “Ya, saya kira gampang ditebak lah. Tapi (saya) tidak tidak berusaha sampaikan,” jawabnya.

Fokus pada Strategi Besar Negara

Menurut Jokowi, di tengah masa-masa ekstrem seperti ini, seharusnya konsentrasi untuk hal yang besar, untuk strategi besar negara, untuk kepentingan yang lebih besar bagi negara ini. “Misalnya tadi yang berkaitan dengan menghadapi masa-masa ekstrem, menghadapi masa-masa perubahan karena artificial intelligence, karena humanoid robot. Sehingga jangan malah kita energi besar kita pakai untuk urusan-urusan yang sebetulnya menurut saya ya urusan ringan,” ujarnya.

Tolak Mediasi, Siap Tunjukkan Ijazah di Pengadilan

Masih dalam wawancara eksklusif Kompas TV, Jokowi juga menutup pintu mediasi di kasus tudingan ijazah palsu yang kini sudah menyeret Roy Suryo Cs sebagai tersangka. Menurut Jokowi, untuk pembelajaran bersama, kasus ini lebih baik diputuskan di ranah hukum. “Iya, untuk pembelajaran kita semuanya. Bahwa jangan sampai gampang menuduh orang, jangan sampai gampang menghina orang, memfitnah orang, mencemarkan nama baik seseorang,” kata Jokowi.

Jokowi berharap demi penegakan hukum, kasus ini bisa diputus di pengadilan. “Akan lebih baik untuk pembelajaran kita semuanya,” katanya.

Jokowi juga berjanji akan menunjukkan ijazah aslinya di pengadilan. “Ya, itu forum yang paling baik untuk menunjukkan ijazah asli saya. Dari SD, SMP, SMA, universitas, semuanya akan saya bawa,” tegasnya.

Jokowi khawatir jika isu ijazah palsu ini terus bergulir, maka akan merembet yang lainnya seperti menteri, presiden, gubernur, bupati, walikota, dengan semuanya dengan tuduhan asal-asalan. “Ini untuk pembelajaran kita semuanya,” tegasnya.

Zaiful Aryanto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *