
Menteri Pekerjaan Umum (Menteri PU) Dody Hanggodo sedang melakukan pembahasan dengan PT Waskita Karya (Persero) terkait waktu tempuh perjalanan dari Jakarta ke Bandung melalui Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan. Sebelumnya, Waskita mengklaim bahwa perjalanan antara dua kota tersebut hanya membutuhkan waktu 45 menit. Namun, klaim ini berbeda dengan perhitungan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU yang menyebut bahwa 45 menit hanya merujuk pada waktu tempuh Tol Japek II saja, yaitu dari Gerbang Tol (GT) Jatiasih hingga GT Sadang. Oleh karena itu, diperlukan pembahasan ulang.
“Jadi kayaknya lagi kita dalami sama-sama Waskita, kayaknya mestinya memangkas (waktu tempuh Jakarta-Bandung) harusnya, kayaknya bukan (45 menit Jakarta-Bandung),” ujar Dody saat diwawancarai di Lemhanas, Jakarta Pusat pada Senin (17/11).
Dody menjelaskan bahwa pembahasan tentang waktu tempuh Jakarta-Bandung dengan adanya Tol Japek II Selatan melibatkan pihak BPJT dari Kementerian PU dan Waskita.
“Oh iya dong, pasti, pasti. Kayaknya lagi dibahas sama teman-teman BPJT dan Waskita,” tambahnya.

Sebelumnya, Direktur Operasi II Waskita Karya, Dhetik, menjelaskan bahwa proyek ini jika sudah tersambung sepenuhnya akan memangkas waktu tempuh Jakarta ke Bandung dari sekitar dua jam lebih menjadi hanya 45 menit. Sementara itu, Kepala BPJT Kementerian PU, Wilan Oktavian, menjelaskan bahwa hitungan 45 menit merupakan waktu tempuh dari GT Jatiasih sampai GT Sadang sepanjang 62 km berdasarkan asumsi kecepatan rata-rata kendaraan 80 km/jam.
“Dari Jatiasih sampai Sadang 62 km, itu logis kalau 45-46 menit,” kata Wilan kepada media, Senin (10/11).
“Untuk waktu tempuh normal kita menggunakan kecepatan rencana rata-rata untuk jalan tol di 80 km/jam. Kalau Pasteur (Bandung) – Jatiasih (Jakarta) jarak kurang lebih 132 km,” lanjutnya.
Dengan adanya Tol Japek II Selatan, pengguna jalan tol dari arah Bandung ke Jakarta maupun sebaliknya memiliki tiga pilihan ruas tol yang dapat digunakan. Selain Tol Japek II Selatan, ruas tol lain yang bisa dipilih adalah Tol Jakarta–Cikampek (Japek) Eksisting dan Tol Jakarta–Cikampek Elevated (MBZ).
“Dengan adanya tiga pilihan ini, pengguna jalan tol dari arah Bandung ke Jakarta maupun sebaliknya dapat memilih jalur yang paling efisien sesuai kebutuhan. Japek eksisting tetap menjadi jalur utama, Japek Elevated menawarkan perjalanan yang lebih cepat tanpa perlintasan dengan arus kendaraan berat, sementara Japek II Selatan menjadi alternatif baru yang mengurai beban lalu lintas di koridor utama,” ujar Wilan.
Selain itu, BPJT juga terus berkoordinasi dengan operator jalan tol untuk memastikan pelayanan dan keamanan tetap memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM) di seluruh ruas.
PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) mengumumkan progres terbaru dari proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan. Saat ini, progres konstruksi sudah mencapai 72,04 persen. Adapun panjang tol tersebut secara keseluruhan adalah 62 km. Selain progres konstruksi, saat ini progres pembebasan lahan sudah mencapai 81,53 persen. Nantinya, tol tersebut juga akan menghubungkan Jalan Tol JORR di Jatiasih dengan Jalan Tol Purbaleunyi di Sadang.
Proyek tersebut juga merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diawasi oleh Kementerian PU serta BPJT. Dalam pengerjaannya, proyek tersebut terdiri dari 3 paket dan 6 seksi pekerjaan.
Per 3 Oktober, untuk Paket 1 yakni Seksi 1 dan 2 Jatiasih-Bantargebang-Setu sepanjang 7,25 km sudah mencapai progres pembebasan lahan 9,84 persen. Sementara untuk Paket 2A yakni Seksi 3 Setu-Sukaragam dengan panjang 10,50 km sudah mencapai progres pembebasan lahan 86,09 persen dan progres konstruksi 70,32 persen. Sementara, Paket 2B yakni Seksi 4 Sukaragam-Bojongmangu dengan panjang 13 km sudah mencapai progres pembebasan lahan 97,86 persen dengan progres konstruksi 68,10 persen. Untuk Paket 3 yakni Seksi 5 dan 6 Bojongmangu-Kutanegara-Sadang sepanjang 31,25 km sudah mencapai progres pembebasan lahan 98,03 persen dan progres konstruksi 90,45 persen.
Nantinya, Tol Japek II juga akan dilengkapi dengan tujuh simpang susun (SS). Adapun ketujuh SS tersebut adalah SS Jatiasih, SS Bantargebang, SS Setu, SS Sukaragam, SS Bojongmangu, SS Kutanegara, dan SS Sadang.











