Penonaktifan 11 Juta Peserta PBI JKN pada Februari 2026
Pada bulan Februari 2026, terjadi penonaktifan sekitar 11 juta peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) secara serentak. Hal ini menimbulkan kegaduhan dan keresahan di kalangan masyarakat, terutama bagi mereka yang tiba-tiba kehilangan status kepesertaan BPJS Kesehatan. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa penonaktifan tersebut terjadi karena perubahan data yang dilakukan oleh Kementerian Sosial.
Jumlah 11 juta peserta ini setara dengan hampir 10 persen dari total sekitar 98 juta peserta PBI JKN nasional. Sebelumnya, jumlah peserta yang dinonaktifkan relatif kecil, yakni di bawah 1 juta orang per bulan. Namun, penonaktifan dalam jumlah besar dan dilakukan sekaligus menyebabkan efek yang langsung terasa luas.
Menkeu Purbaya mengungkapkan bahwa kebingungan dan keresahan muncul karena banyak masyarakat tidak mengetahui bahwa status PBI mereka sudah dinonaktifkan. Mereka baru menyadari hal ini saat membutuhkan layanan kesehatan. “Sehingga ya kerasa lah, kalau 10 persen kena kan kerasa, kalau 1 persen enggak ribut orang-orang,” ujarnya.
Untuk mencegah kejadian serupa di masa depan, Menkeu menekankan perlunya pengendalian dan perbaikan tata kelola data PBI JKN. Ia mengusulkan agar perubahan data dilakukan secara bertahap atau smoothing untuk menghindari kejutan yang besar.
Cara Mengaktifkan Kembali Status BPJS Kesehatan yang Nonaktif
Bagi peserta PBI JKN yang dinonaktifkan, masih ada beberapa opsi untuk mengaktifkan kembali kepesertaannya:
- Daftar Lagi sebagai BPJS PBI
Peserta yang dinonaktifkan bisa mendaftarkan diri kembali sebagai PBI JKN jika memenuhi kriteria berikut: - Peserta PBI yang dinonaktifkan pada Januari 2026
- Masyarakat miskin atau rentan miskin
- Sedang mengidap penyakit kronis, katastropik, atau kondisi darurat medis
Untuk mengajukan pengaktifan kembali, peserta dapat melapor ke Dinas Sosial setempat dengan membawa Surat Keterangan Membutuhkan Layanan Kesehatan. Pengajuan tersebut kemudian akan diteruskan ke Kementerian Sosial untuk diverifikasi.
- Beralih ke Kepesertaan Mandiri
Bagi masyarakat yang tergolong “mampu”, kepesertaan yang nonaktif bisa beralih ke status peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU). Berikut langkah-langkahnya: - Hubungi WhatsApp Pandawa BPJS Kesehatan di 08118165165
- Pilih menu Administrasi
- Klik tautan yang dikirimkan, lalu pilih fitur Pengaktifan Kembali Status Kepesertaan
- Lampirkan dokumen seperti Swa Foto dengan KTP, Kartu Keluarga (KK), dan Buku Tabungan
-
Setelah iuran dibayarkan, kepesertaan BPJS Kesehatan akan aktif kembali tanpa masa tunggu 14 hari
-
Beralih ke Peserta PPU (Peserta Pekerja)
Jika Anda adalah seorang pekerja atau anggota keluarga dari seorang pekerja, Anda bisa beralih ke peserta PPU. Berikut langkah-langkahnya: - Laporkan diri ke HRD atau bagian kepegawaian di perusahaan
- Jika Anda adalah anggota keluarga dari seorang pekerja yang telah terdaftar sebagai peserta PPU, daftarkan diri ke BPJS Kesehatan dengan cara:
- Chat ke WhatsApp Pandawa BPJS Kesehatan di 08118165165
- Pilih menu Administrasi
- Klik tautan yang dikirimkan, lalu pilih fitur Penambahan Anggota Keluarga
- Lampirkan dokumen seperti Kartu Keluarga
- Setelah iuran dibayarkan oleh perusahaan, kepesertaan BPJS Kesehatan akan aktif kembali
Mengapa BPJS PBI Dinonaktifkan?
BPJS Kesehatan menjelaskan bahwa penonaktifan PBI JKN kali ini didasarkan pada Surat Keputusan Menteri Sosial Nomor 3/HUK/2026 yang berlaku per 1 Februari 2026. Dalam SK tersebut, terdapat penyesuaian di mana sejumlah peserta PBI JK yang dinonaktifkan digantikan dengan peserta baru. Tujuan utamanya adalah memastikan data peserta PBI JKN tepat sasaran dan akurat.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Menkeu Purbaya Ungkap Penyebab 11 Juta Masyarakat BPJS PBI Dinonaktifkan, link artikel.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.











