Budaya  

Hukum Ziarah Kubur di Bulan Ramadhan 2026, Tata Cara dan Doanya

Tradisi Ziarah Kubur Menjelang Ramadan

Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 2026, salah satu tradisi yang sering dilakukan adalah ziarah kubur, khususnya ke makam orangtua, keluarga, dan kerabat yang telah wafat. Ziarah kubur menjelang Ramadhan menjadi momentum untuk mengingat kematian, memperkuat kesadaran akan kehidupan akhirat, serta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.

Di tengah kesibukan menyambut bulan puasa, aktivitas ini mengajak setiap muslim untuk menenangkan hati, mendoakan orang-orang tercinta yang telah berpulang, sekaligus merenungi bahwa kesempatan bertemu Ramadhan belum tentu datang kembali di tahun-tahun berikutnya. Namun, masih banyak masyarakat yang bertanya-tanya tentang bagaimana sebenarnya hukum ziarah kubur dalam Islam, khususnya jika dilakukan menjelang Ramadhan. Apakah ia termasuk amalan sunnah, sekadar tradisi budaya, atau bahkan memiliki batasan tertentu dalam syariat? Oleh karena itu, memahami hukum ziarah kubur jelang Ramadhan 2026, lengkap dengan tata cara serta doa-doa yang dianjurkan, menjadi hal yang sangat penting bagi setiap muslim.

Dengan pemahaman yang tepat, ziarah tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga sarana membersihkan hati dan mempersiapkan diri menyambut Ramadhan dengan penuh keikhlasan dan ketakwaan.

Mengapa Ziarah Kubur Dilakukan Menjelang Ramadan?

Dalam Islam, ziarah kubur bukan ritual musiman. Ia dianjurkan kapan saja sebagai pengingat akan kehidupan akhirat. Namun menjelang Ramadan, ziarah terasa lebih bermakna karena bulan suci identik dengan ampunan, doa, dan perenungan. Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya dahulu aku telah melarang kalian berziarah kubur, maka kini ziarahilah kuburan (karena yang demikian dapat mengingatkan kalian pada akhirat) (dan dengan menziarahi kubur adalah menambah kebaikan.) Barang siapa yang berkehendak untuk menziarahinya, maka ziarahilah dan jangan kalian mengucapkan kata-kata yang batil.”

(HR Muslim, Abu Dawud, Baihaqi, an-Nasa’i, dan Ahmad)

Hadis ini menjadi dasar utama hukum ziarah kubur. Awalnya dilarang karena kekhawatiran praktik syirik pada masa awal Islam, kemudian diperbolehkan setelah akidah umat menguat. Dalam buku Ahkaamul Janaa’iz wa Bida’ihaa karya Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani dijelaskan bahwa ziarah kubur memiliki fungsi edukatif, menumbuhkan kesadaran akan kematian dan mendorong persiapan amal.

Hukum Ziarah Kubur dalam Islam

Mayoritas ulama dari mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali sepakat bahwa hukum ziarah kubur adalah sunnah bagi laki-laki. Untuk perempuan, terdapat perbedaan pendapat, namun jumhur ulama membolehkan selama tidak menimbulkan kemungkaran. Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu’ Syarah al-Muhadzdzab menyebutkan bahwa ziarah kubur dianjurkan karena mengandung pelajaran tentang kefanaan dunia dan mendorong zuhud terhadap kehidupan sementara. Al-Qur’an sendiri mengingatkan manusia agar tidak lalai terhadap akhirat:

Alhakumut-takatsur. Hatta zurtumul maqabir.
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur.”

(QS At-Takatsur: 1–2)

Ayat ini menegaskan bahwa kematian adalah kepastian yang akan didatangi setiap manusia.

Keutamaan Ziarah Kubur

Ziarah kubur bukan hanya amalan simbolik. Ia mengandung keutamaan spiritual. Dalam buku 3 Golongan Musuh Allah pada Hari Kiamat karya Rizem Aizid disebutkan bahwa orang yang rutin berziarah dengan niat yang benar akan memperoleh pahala dan kelembutan hati. Tradisi ini juga mempererat hubungan doa antara yang hidup dan yang telah wafat. Syekh Abbas al-Qummi dalam Mafatih al-Jinan menjelaskan bahwa membaca doa dan ayat Al-Qur’an di makam menjadi bentuk sedekah spiritual yang pahalanya sampai kepada mayit, menurut sebagian riwayat. Momentum menjelang Ramadan membuat ziarah kubur semakin terasa sebagai pengingat: apakah kita sudah cukup bekal sebelum memasuki bulan penuh ampunan?

Doa Ziarah Kubur Sesuai Sunnah

  1. Salam kepada Penghuni Kubur

    Assalamu’alaikum dara qaumin mu’minin, wa inna insya Allahu bikum lahiqun.

    Artinya: “Semoga keselamatan tercurah kepada kalian wahai penghuni kubur dari kaum mukmin. Dan sesungguhnya kami, insya Allah, akan menyusul kalian.”

  2. Membaca Istighfar

    Astaghfirullahal ‘azhim alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyum wa atubu ilaih.

    Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup dan terus-menerus mengurus makhluk-Nya, dan aku bertobat kepada-Nya.”

  3. Membaca Surah Al Fatihah

    Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn ar-raḥmānir-raḥīm māliki yaumid-dīn iyyāka na’budu wa iyyāka nasta’īn ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm ṣirāṭallażīna an’amta ‘alaihim ghairil-maghḍūbi ‘alaihim walāḍ-ḍāllīn āmīn

    Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terlontar. Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang maha pengasih lagi maha penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah. Hanya kepada-Mu pula kami memohon pertolongan. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Kauanugerahi nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Semoga Kau kabulkan permohonan kami.”

  4. Membaca Surah Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Naas

    qul huwallāhu ahad allāhuş-şamad lam yalid wa lam yulad wa lam yakul lahu kufuwan ahad

    Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.” (QS Al Ikhlas)

qul a’użu birabbil-falaq min syarri mā khalaq wa min syarri gāsiqin iżā waqab wa min syarrin-naffāśāti fil-‘uqad wa min syarri ḥāsidin iżā hasad

Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh) dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan perempuan-perempuan (penyihir) yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.” (QS Al Falaq)

qul a’użu birabbin-nās malikin-nās ilāhin-nās min syarril-waswāsil-khannās allażī yuwaswisu fī şudurin-nās minal-jinnati wan-nās

Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan manusia, raja manusia, sembahan manusia dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.” (QS An Naas)

  1. Membaca Kalimat Tahlil

    لَا إِلَهَ إِلَّا الله

    Laailaaha Illallah

    Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah.”

  2. Membaca Doa Ziarah Kubur

    Allahummaghfirlahu war hamhu wa ‘aafihii wa’fu anhu, wa akrim nuzuulahu wawassi’ madhalahu, waghsilhu bil maa’i watssalji walbaradi, wa naqqìhì, mìnaddzzunubi wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu mìnad danasì.

    Wabdilhu daaran khairan mìn daarìhì wa zaujan khairan mìn zaujìhì. Wa adkhilhul jannata wa aidzhu mìn adzabil qabri wa mìn adzabinnaari wafsah lahu fi qabrìhì wa nawwìr lahu fihì.

    Artinya: “Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, istri yang lebih baik dari istrinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, berikanlah perlindungan kepadanya dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya.” (HR Muslim)

Adab Ziarah Kubur yang Perlu Diperhatikan

Agar ziarah tetap dalam koridor syariat, ada sejumlah adab yang perlu dijaga. Pertama, disunnahkan dalam keadaan suci atau berwudhu. Meski tidak wajib, kondisi bersih membantu menghadirkan kekhusyukan. Kedua, mengucapkan salam saat memasuki area pemakaman. Ketiga, menghadap kiblat ketika berdoa, sebagaimana dianjurkan dalam banyak ibadah doa. Keempat, tidak duduk, menginjak, atau bersandar di atas kuburan. Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah kalian duduk di atas kuburan.” (HR Muslim). Kelima, menghindari sikap berlebihan seperti meminta kepada penghuni kubur atau menjadikan makam sebagai tempat ritual yang tidak dicontohkan. Dalam buku Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa inti ziarah adalah doa dan pengingat kematian, bukan praktik-praktik yang menjurus pada pengkultusan.

Ziarah Kubur dan Spirit Ramadan

Menjelang Ramadan, ziarah kubur sering kali menjadi momentum memperbaiki hubungan dengan keluarga yang telah wafat sekaligus memperbaiki hubungan dengan Allah. Rasulullah SAW pernah menziarahi makam ibunya dan menangis, sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim. Tangisan itu bukan tanda kelemahan, melainkan bentuk kasih sayang dan kesadaran bahwa hidup memiliki batas. Ramadan adalah bulan ampunan. Ziarah kubur mengingatkan bahwa suatu hari, orang lainlah yang akan berdiri di sisi makam kita, mendoakan hal yang sama. Pertanyaannya, jika Ramadan tahun ini menjadi yang terakhir bagi kita, sudahkah hati benar-benar siap? Ziarah kubur menjelang Ramadan bukan sekadar tradisi, melainkan undangan untuk membersihkan diri sebelum memasuki bulan yang penuh rahmat.

Pedagang Bunga Ziarah di Samarinda Raup Omzet Jutaan Rupiah

Mendekati bulan suci Ramadan 1447 H, geliat ekonomi mulai terasa di kawasan pemakaman. Para pedagang bunga tabur di Kota Samarinda mulai bersiap menyambut lonjakan peziarah yang menjadi tradisi tahunan. Anisa, warga Jalan Meranti, Samarinda, adalah salah satu yang menggantungkan rezeki dari kelopak bunga dan irisan daun pandan. Aktivitas ini bukan hal baru baginya, mahasiswi jurusan informatika ini mengaku sudah membantu ibunya berjualan bunga di Pemakaman Muslimin, Jalan Abul Hasan, sejak masih duduk di bangku TK. “Sudah lebih dari 15 tahun saya ikut ibu jualan bunga di sini. Biasanya, dua hari menjelang Ramadan adalah puncak keramaian peziarah,” ujar Anisa saat ditemui Tribun, Jumat (13/2/2026).

Tahun ini, momentum Ramadan berdekatan dengan perayaan Imlek. Anisa memprediksi puncak keramaian akan terjadi pada Minggu (15/2) dan Selasa depan karena bertepatan dengan cuti bersama. “Prediksi saya Minggu besok mulai ramai. Puncaknya Selasa karena bertepatan dengan momen Imlek, di mana warga non-muslim (Tionghoa) juga biasanya berziarah dan membeli bunga. Harganya bisa mencapai Rp40.000 per kemasan,” jelasnya.

Selain menjelang Ramadan, momen tiga hari sebelum Lebaran hingga hari H Idul Fitri juga menjadi masa “panen” bagi para pedagang bunga. Meski terlihat sederhana, omzet yang diraup cukup menggiurkan. Pada hari Jumat yang cerah di awal bulan, Anisa bisa mengantongi pendapatan kotor sekitar Rp800.000 dengan keuntungan bersih Rp500.000. “Kalau menjelang Ramadan, per hari bisa tembus Rp1 juta sampai Rp3 juta. Dalam sepekan di tahun 2025 lalu, total pendapatan bisa mencapai Rp10 juta,” bebernya.

Namun, ia mencatat adanya tren penurunan keuntungan dalam tiga tahun terakhir. Jika pada 2023 keuntungan mencapai 100 persen, di tahun 2024 turun menjadi 80 persen, dan pada 2025 berada di angka 70 persen. Menjalani profesi ini selama belasan tahun bukan tanpa kendala. Tantangan terbesar saat ini adalah sulitnya mencari bahan baku, terutama daun pandan dan bunga kertas. Anisa bahkan harus mencari pasokan hingga ke wilayah Loa Buah (Kukar), Samarinda Seberang, hingga Loa Bakung. “Mencari daun pandan sekarang sulit. Kadang harus beli borongan seharga Rp700.000 untuk beberapa kali ambil. Kalau bunga kertas, kalau cuaca terlalu panas biasanya rontok,” ungkap Anisa yang juga memanfaatkan Instagram dan WhatsApp untuk memasarkan dagangannya.

Baginya, berjualan bunga bukan sekadar mencari untung, tapi melanjutkan usaha keluarga yang sudah digeluti sejak kecil di gerbang makam.

Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *