Wakil Kepala BGN Jadi Sorotan Usai Balas Unggahan Instagram dengan Emoji Kontroversial

Komentar yang Viral dan Kontroversi di Baliknya

Beberapa waktu lalu, sebuah komentar yang diduga berasal dari akun Instagram milik Sony Sonjaya menjadi perbincangan hangat setelah diunggah oleh Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto. Komentar tersebut memicu reaksi publik karena isinya yang bernada kritik terhadap pendapat Tiyo tentang program MBG serta menyertakan emoji yang dianggap kontroversial.

Kontroversi ini muncul saat program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mendapat banyak kritik tajam. Komentar yang diunggah oleh Tiyo menunjukkan respons dari pihak yang diduga adalah Sony Sonjaya, yang kemudian memicu diskusi luas di media sosial.

Pengunggahan komentar tersebut oleh Tiyo telah menarik perhatian publik. Hingga berita ini ditulis, unggahan tersebut telah disukai lebih dari 8.000 akun dan dikomentari sebanyak 800 lebih komentar. Hal ini menunjukkan betapa besar pengaruh dan minat masyarakat terhadap topik ini.

Profil Singkat Sony Sonjaya

Sony Sonjaya, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, kini menjadi sorotan setelah diduga membalas unggahan IG Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dengan emoji yang dianggap kontroversial.

Balasan tersebut terjadi saat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari BGN tengah tuai banyak kritik tajam. Dalam rangkaian peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Gudang Ketahanan Pangan di Palmerah, Jakarta, Jumat (13/2/2026), Sony Sonjaya merupakan satu dari sekian penerima Tanda Kehormatan yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Ia mendapatkan penghargaan Bintang Jasa Pratama. Penghargaan ini menandai kontribusinya dalam penguatan ketahanan gizi masyarakat di Indonesia. Sony sering tampil dalam rapat konsolidasi dan arah kebijakan MBG di berbagai wilayah, seperti Aceh atau Lampung, dengan fokus pada standar operasional, prioritas sasaran (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita), dan penguatan pelibatan masyarakat serta produk lokal dalam program MBG.

Latar Belakang dan Karier

Sony Sonjaya lahir di Bandung pada 20 Oktober 1967 dan menghabiskan masa pendidikan dasar serta menengah di kota kelahirannya sebelum melanjutkan pendidikan kedinasan kepolisian melalui Akademi Kepolisian. Ia lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan 1991.

Kariernya di Polri mencakup berbagai jabatan kepemimpinan di wilayah dan struktur kepolisian seperti Kapolres Simalungun, Majalengka, dan Bandung, serta posisi fungsional di Bareskrim Polri dan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Aceh sebelum pensiun.

Dalam pengembangan kapasitas kepemimpinannya, ia mengikuti sejumlah jenjang pendidikan strategis di lingkungan Polri dan nasional, antara lain Pendidikan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Sekolah Staf dan Pimpinan (SESPIM), serta pendidikan di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Republik Indonesia.

Jabatan dan Tanggung Jawab di BGN

Sejak 2025, Sony Sonjaya dipercaya menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Republik Indonesia Bidang Operasional Pemenuhan Gizi. Pada tahun yang sama, ia juga sempat menjabat sebagai Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II BGN.

Di BGN, fokus tugasnya berada pada penguatan aspek operasional dan distribusi dalam Program Pemenuhan Gizi Nasional, termasuk pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia juga mengemban tanggung jawab sebagai Ketua Tim Verifikasi Badan Gizi Nasional, yang mengoordinasikan proses verifikasi dan validasi program secara menyeluruh.

Dalam kapasitas tersebut, ia memastikan tahapan administrasi dan operasional berjalan presisi, transparan, serta sesuai target waktu. Pengawasan lapangan, koordinasi lintas unit, serta sinkronisasi dengan pemangku kepentingan menjadi bagian dari mandat yang dijalankannya untuk menjaga efektivitas distribusi dan akuntabilitas program.

Penghargaan dan Kontribusi

Selama berdinas, Sony Sonjaya menerima sejumlah tanda kehormatan atas pengabdian di institusi kepolisian, yaitu:

  • Satyalancana Pengabdian 8 Tahun (1996)
  • Satyalancana Dwidya Sistha (1996)
  • Satyalancana Pengabdian 16 Tahun (2007)
  • Satyalancana Pengabdian 24 Tahun (2017)
Faiqa Amalia

Jurnalis yang fokus pada isu pendidikan, karier, dan pengembangan diri. Ia suka membaca buku motivasi, mengikuti seminar online, dan menulis rangkuman belajar. Hobinya adalah minum teh sambil menenangkan pikiran. Motto: “Pengetahuan harus dibagikan, bukan disimpan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *