Tika Mega Lestari Pernah Ingin Akhiri Hidup Sebelum Meninggal, Tak Tahan Dipoligami, Derita Bocor

Beban Batin yang Menyebabkan Kematian Tika Mega Lestari

Tika Mega Lestari, istri dari Marcel Radhival, meninggal dunia pada 27 Januari 2026 setelah berjuang melawan anemia aplastik dan kanker mulut. Namun, di balik perjuangannya tersebut, terungkap bahwa ia menyimpan beban batin yang sangat berat.

Keinginan untuk Mengakhiri Hidup

Menurut ibunda Tika, Endang Triwahyuningsih, putrinya sempat memiliki keinginan untuk mengakhiri hidupnya. Fakta ini baru terungkap setelah Tika wafat. Endang menceritakan bahwa saat operasi pertama, dokter menanyakan apakah Tika mengalami masalah psikologis. Saat itu, Endang tidak mengetahui adanya masalah serius dalam rumah tangga putrinya.

“Waktu operasi pertama, saya juga kaget waktu itu. Besoknya kan kunjungan dokter. Nah, dokter itu bilangnya gini nanya ke ibu, ‘Bu, anak ibu punya masalah?’,” kenang Endang.

Endang mengaku tidak mengetahui adanya masalah serius dalam hubungan Tika dengan suaminya. Ia merasa yakin bahwa Tika baik-baik saja. Namun, dokter kembali menanyakan hal yang lebih mengejutkan: apakah Tika pernah memiliki niat bunuh diri?

“Ada niat bu**h diri nggak?’ Ya ibu kaget kan gitu,” sambung Endang.

Penyembunyian Masalah Rumah Tangga

Endang menduga bahwa Tika selama ini menutup rapat persoalan rumah tangganya. Ia mengira bahwa tekanan batin yang dialami Tika tidak pernah benar-benar terungkap karena sang putri berusaha terlihat baik-baik saja di hadapan keluarga.

“Tika tuh kayaknya mungkin takut ketahuan ya. Waktu itu dia udah kelihatan gimana gitu. Terus saya bilang dokter, ‘Kayaknya anak saya baik-baik saja. Enggak punya masalah apa-apa gitu’,” tuturnya.

Pengungkapan Poligami Suami

Keluarga baru mengetahui tentang poligami Marcel dengan Ratu Rizky Nabila beberapa waktu sebelum Tika wafat. Tika disebut baru mengetahui pernikahan kedua suaminya pada Juli 2025, padahal pernikahan tersebut terjadi pada 2022. Fakta itu bahkan baru benar-benar terungkap tiga hari sebelum Tika meninggal.

Endang menduga bahwa saat berada di bawah pengaruh obat bius, Tika tanpa sadar mengungkapkan perasaan putus asanya.

“Mungkin kayaknya waktu dibius dia ke mana-mana ngomongnya. Kalau dibius kan suka ngelantur gitu ya. Nah, jadi ketahuan dia putus asa,” sesalnya.

Penderitaan Selama Sakit

Selain masalah psikologis, Tika juga menghadapi penderitaan finansial selama sakit. Endang menceritakan bahwa Tika sempat dimarahi oleh Marcel karena menghabiskan biaya puluhan juta untuk mendeteksi penyakitnya di rumah sakit.

“Biopsi itu emang bayar, kalau enggak salah Rp25 juta. Setelah itu dia (Marcel) marah ke almarhum karena menghabiskan uang Rp25 juta itu,” ujar Endang.

Atas kejadian itu, Tika terpaksa mengurus soal BPJS supaya biaya pengobatannya bisa lebih murah. Tak sampai di situ, Tika juga sempat bercerita bahwa ia disuruh mengganti uang Marcel Rp25 juta untuk berobat.

“Pas udah ada hasil kalau almarhum harus dioperasi. Kata saya kan harus cepat dioperasi. Katanya (Tika) mau ngurusin BPJS. Kenapa ngurus BPJS ibu bilang gitu. (kata Tika) ‘ya habis kemarin aja yang biopsi dia marah-marah, minta ganti lagi’,” imbuh Endang.

Kurangnya Dukungan dari Suami

Endang juga mengungkap bahwa Marcel jarang menjenguk Tika selama proses pengobatannya. Saat operasi kedua, Marcel justru memilih syuting. Bahkan, saat operasi ketiga, Marcel tidak datang sama sekali.

“Operasi ketiga sama sekali (Marcel) enggak datang. Tika juga ngabarin ibunya (Marcel) bilang ‘jangan dikasih tau mas Haris (Marcel), aku sebel, aku udah enggak mau ketemu dia lagi’. Operasi ketiga itu kan tanggal 20 (Januari 2026),” ungkap Endang.

Kesedihan yang Menyebabkan Kematian

Hingga tiga hari sebelum meninggal, Endang baru tahu penderitaan sang putri. Tika baru bercerita soal pernikahan kedua Marcel. Saat itu, mental Tika sudah hancur. Ia merasa sedih dan kecewa karena dikhianati.

“Tika cerita tiga hari udah mau meninggal, dia minta maaf (Tika bilang) ‘kalau operasi udah sembuh, Tika mau cerai sama si Haris. Tika sakit hati diselingkuhi, dia udah nikah siri. Tika tahunya bulan Agustus 2025 kalau dia udah nikah siri’,” tambah Endang.

Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *