Ahli: Puasa Bisa Perbaiki Maag, Asalkan Pola Makan Terjaga

Puasa dan Kesehatan Lambung: Tips untuk Mencegah Maag Kambuh

Saat berpuasa, perut berada dalam kondisi kosong sejak subuh hingga waktu berbuka. Tubuh pun menahan lapar dan haus selama berjam-jam, sehingga wajar jika muncul rasa tidak nyaman, terutama bagi mereka yang memiliki gangguan lambung. Ketika tidak ada makanan yang masuk, produksi asam lambung tetap berlangsung. Tanpa asupan yang bisa dicerna, asam tersebut berpotensi langsung mengiritasi dinding lambung dan memicu keluhan seperti perih atau mual.

Kondisi inilah yang kerap membuat penderita maag merasa khawatir untuk menjalani puasa. Namun, ternyata puasa tidak selalu berdampak buruk bagi kesehatan lambung. Bahkan, dalam kondisi tertentu, puasa justru bisa membantu memperbaiki gangguan lambung. Menurut dr. Ngabila, dengan ‘diistirahatkannya’ lambung selama berpuasa, produksi asam lambung juga ikut berkurang.

“Untuk penderita maag ringan yang tidak parah dan akut, puasa justru bisa membuat maag membaik, karena minimnya produksi asam lambung akibat lambung minim bekerja selama berpuasa,” kata dr. Ngabila.

Meski demikian, tidak semua penderita maag disarankan untuk tetap berpuasa. Bagi mereka yang sedang mengalami maag akut dengan gejala berat seperti mual dan muntah hebat, sebaiknya menunda puasa hingga kondisi membaik.

Langkah-Langkah untuk Meredakan Gejala Maag Selama Puasa

Bagi kamu yang merasa khawatir menjalani puasa karena memiliki masalah lambung, tak perlu khawatir. Berikut ini ada sejumlah langkah yang bisa dilakukan untuk membantu meredakan gejala maag selama berpuasa:

  • Konsumsi Teh Jahe

    Saat waktu berbuka tiba, kamu bisa mengawali dengan minum teh jahe hangat. Jahe mengandung senyawa antioksidan seperti fenolik dan flavonoid yang membantu membuat otot dinding lambung lebih rileks. Selain itu, kandungan gingerol pada jahe juga dikenal mampu meredakan mual yang kerap dialami penderita maag.

  • Berikan Jeda Makan Sebelum Tidur

    Kebiasaan langsung tidur setelah sahur atau berbuka sebaiknya dihindari. Tidur dalam kondisi lambung penuh dapat memicu refluks esofagus, yaitu kondisi ketika makanan dan asam lambung naik kembali ke kerongkongan. Hal ini tentu bisa memperburuk gejala maag maupun GERD. Idealnya, beri jeda sekitar 2-3 jam setelah makan sebelum berbaring atau tidur.

  • Longgarkan Pakaian dan Atur Posisi Tidur

    Pakaian yang terlalu ketat dapat memberi tekanan pada area perut dan memicu asam lambung naik. Jadi, pastikan selalu menggunakan pakaian yang nyaman dan tidak menekan perut. Selain itu, untuk mencegah asam lambung naik saat tidur, kamu juga bisa meninggikan posisi kepala dan dada dengan menumpuk beberapa bantal. Posisi ini membantu mencegah isi lambung naik ke kerongkongan.

  • Istirahat yang Cukup

    Kurang tidur juga dapat memperburuk kondisi maag. Pastikan untuk mencukupi waktu istirahat, yaitu sekitar 7-9 jam per hari. Jika memungkinkan, tambahkan tidur siang sekitar 20-30 menit agar tubuh tetap bugar dan risiko kambuhnya maag bisa ditekan.

  • Kelola Stres

    Stres berlebih diketahui dapat memicu gangguan lambung. Oleh karena itu, penting untuk mengelola stres selama berpuasa. Cara yang bisa dilakukan antara lain meditasi, olahraga ringan secara rutin, serta menjaga kualitas tidur agar tetap optimal.

  • Konsumsi Obat Jika Diperlukan

    Apabila gejala yang muncul cukup berat, sebaiknya segera membatalkan puasa dan mengonsumsi obat maag seperti antasida, antagonis H2, atau proton pump inhibitors (PPI). Jika keluhan sering kambuh atau semakin parah, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Cara Mencegah Maag Kambuh saat Puasa

Selain mengatasi gejala yang muncul, pencegahan juga menjadi kunci agar maag tidak mudah kambuh selama Ramadan.

  • Hindari Makanan Pedas dan Berlemak

    Makanan pedas dan berlemak dapat mengiritasi dinding lambung dan memicu peningkatan produksi asam lambung. Jadi, sebaiknya hindari jenis makanan ini saat sahur maupun berbuka. Selain itu, batasi konsumsi minuman berkafein seperti kopi dan teh karena kafein dapat merangsang produksi asam lambung.

  • Makan dengan Porsi Secukupnya

    Langsung makan dalam porsi besar saat berbuka bisa membuat lambung ‘kaget’ karena harus bekerja lebih keras secara tiba-tiba. Kondisi ini berisiko memicu naiknya asam lambung. Disarankan untuk makan dalam porsi kecil namun lebih sering, serta mengunyah makanan secara perlahan agar lambung memiliki waktu cukup untuk mencerna.

  • Konsumsi Makanan Tinggi Serat

    Makanan tinggi serat dicerna lebih lambat oleh tubuh sehingga membantu memperlambat pengosongan lambung. Dengan begitu, risiko naiknya asam lambung dapat ditekan. Kamu bisa memilih sayuran, buah, dan biji-bijian sebagai bagian dari menu sahur dan berbuka.

Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *