Kematian Istri Pemimpin Tertinggi Iran dalam Serangan AS-Israel
Kabar duka datang dari Iran setelah istri Ayatollah Ali Khamenei, Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh, meninggal dunia akibat luka serius yang dideritanya dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di Teheran. Peristiwa ini terjadi pada hari Senin (2/3/2026), setelah ia mengalami koma selama tiga hari sebelum akhirnya meninggal dunia dalam usia 78 tahun.
Serangan tersebut dilakukan pada Sabtu (28/2/2026) dan menewaskan sejumlah tokoh penting dalam lingkaran kekuasaan Iran. Selain Ayatollah Ali Khamenei, serangan ini juga merenggut nyawa putrinya, cucu, menantu perempuan, dan menantu laki-lakinya. Kehilangan ini menjadi pukulan berat bagi Republik Islam Iran, yang kini tengah menghadapi krisis politik dan militer yang makin memburuk.
Mansoureh Khojasteh adalah sosok yang menjaga profil rendah selama lebih dari enam dekade. Ia pertama kali bertemu dengan Ayatollah Ali Khamenei dalam sebuah upacara pribadi pada tahun 1964 dan mereka menikah pada tahun berikutnya. Khutbah pernikahan mereka dibacakan oleh Ayatollah Mohammad Hadi Milani. Pasangan ini memiliki empat putra dan dua putri, yaitu Mostafa, Mojtaba, Masoud, Meysam, Boshra, dan Hoda.
Berikut adalah beberapa informasi mengenai anak-anak Mansoureh Khojasteh:
- Mostafa – Terlibat dalam studi seminari dan menikahi putri Azizollah Khoshvaght.
- Mojtaba – Dikenal dalam media dan politik negara, menantu dari Gholam Ali Haddad Adel.
- Masoud – Menikahi putri Seyyed Mohsen Kharazi dan memiliki hubungan keluarga dengan Kamal dan Sadegh Kharazi.
- Meysam – Menikahi putri Mahmoud Lolachian, salah satu pedagang pasar keagamaan di Teheran.
- Boshra – Menikahi putra Mohammad Mohammadi Golpayegani.
- Hoda – Menikahi putra Mohammad Bagher Bagheri.
Serangan “Operation Epic Fury”
Luka serius yang dialami Mansoureh Khojasteh menjadi saksi bisu kedahsyatan serangan udara “Operation Epic Fury” yang diluncurkan AS dan Israel. Serangan ini menyasar kantor sekaligus kediaman resmi Pemimpin Tertinggi di Teheran. Saat serangan terjadi, Mansoureh Khojasteh berada di lokasi dan mengalami luka kritis sebelum akhirnya meninggal dunia setelah tiga hari dirawat dalam kondisi koma.
Kematian pasangan yang telah bersama lebih dari 60 tahun itu menandai berakhirnya sebuah era dalam struktur kekuasaan Republik Islam Iran. Namun, guncangan terbesar bagi Teheran bukan hanya kehilangan simbolis, melainkan musnahnya struktur komando militer dan politik mereka dalam satu serangan presisi tunggal.
Daftar Jenderal dan Pejabat Iran yang Tewas
Beberapa nama besar Iran yang dikonfirmasi tewas dalam serangan tersebut antara lain:
- Letjen Abdolrahim Mousavi: Kepala Staf Angkatan Bersenjata.
- Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh.
- Mayjen Mohammad Pakpour: Komandan elit IRGC.
- Ali Shamkhani: Penasihat pertahanan senior.
- Keluarga Inti: Termasuk putri, cucu, menantu perempuan, dan menantu laki-laki Khamenei.
Pernyataan Presiden Donald Trump
Presiden AS Donald Trump dalam wawancara dengan Fox News membeberkan detail mengejutkan mengenai serangan maut tersebut. Trump mengeklaim bahwa intelijen AS berhasil melacak pertemuan rahasia tingkat tinggi yang dihadiri oleh 49 pemimpin paling senior Iran bersama pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Pertemuan tersebut dilakukan pada Sabtu pagi dalam sebuah sesi sarapan bersama lingkaran dalam Khamenei.
“Mereka pikir mereka aman karena hari terang benderang. Tapi kami mendapatkan mereka semua. Posisi kedua, ketiga, hingga ke-49, semuanya tewas,” ujar Trump.











