Beasiswa Global Korea Scholarship (GKS) dan Proses Seleksi yang Ketat
Beasiswa Global Korea Scholarship (GKS) adalah salah satu program beasiswa bergengsi yang ditawarkan oleh National Institute for International Education, lembaga yang berada di bawah Kementerian Pendidikan Korea Selatan. Beasiswa ini dirancang khusus untuk mahasiswa yang ingin melanjutkan studi S2 di universitas-universitas terkemuka di Korea Selatan.
Proses seleksi GKS dikenal sangat ketat, terutama karena jumlah kuota yang diberikan terbatas. Pada tahun 2025, kuota jalur Kedutaan Besar (Embassy Track) hanya mencapai 30 orang. Sementara itu, jalur Universitas menawarkan 9 orang untuk jalur umum dan 59 orang untuk jalur R-GKS. Dengan jumlah kuota yang terbatas, persaingan menjadi semakin ketat.
Penerima beasiswa GKS wajib mengikuti kelas bahasa Korea selama satu tahun sebelum memulai studi S2 di kampus tujuan. Hal ini bertujuan untuk memastikan para penerima beasiswa dapat beradaptasi dengan baik dalam lingkungan akademis dan budaya Korea.
Tips Lolos Beasiswa GKS dari Alumnus ITB
Jane Rahel Limawan, alumnus prodi Rekayasa Hayati ITB angkatan 2020, berhasil lolos beasiswa GKS untuk kuliah di Pohang University of Science and Technology (POSTECH). Ia berbagi beberapa tips yang bisa diikuti oleh calon pendaftar beasiswa.
Motivasi dan Tujuan yang Jelas
Menurut Jane, langkah pertama yang harus dilakukan sebelum mendaftar S2 adalah menemukan motivasi dan tujuan besar. Hal ini akan membantu proses persiapan menjadi lebih mudah. Ia menyarankan agar mahasiswa tidak ragu mendaftar sebanyak mungkin program beasiswa. Menurutnya, program beasiswa tidak selalu mencari kandidat “terbaik dari yang terbaik”, tetapi lebih mencari yang memiliki tujuan sejalan dengan visi pemberi beasiswa.
Persiapan Dokumen
Kunci utama dalam pendaftaran beasiswa adalah mempersiapkan dokumen sejak awal. Jane menekankan pentingnya menulis personal statement dan study plan yang merupakan hasil refleksi diri. Ia menyarankan agar dokumen-dokumen tersebut disusun secara bertahap. Selain itu, surat rekomendasi dari dosen juga sangat penting.
Selain itu, sangat penting untuk menghubungi profesor calon pembimbing. Jane menyarankan untuk menanyakan ketersediaan, topik riset, dan jika memungkinkan minta personal recommendation letter karena dapat meningkatkan peluang diterima.
Kemampuan Bahasa
Meskipun sertifikat bahasa Inggris (IELTS/TOEFL) dan sertifikat bahasa Korea TOPIK tidak diwajibkan, Jane merasa bahwa sertifikat tersebut dapat meningkatkan eligibilitas penerimaan beasiswa dengan penambahan poin hingga 10 persen. Maka itu, ia menyarankan agar calon pendaftar mulai menabung sejak dini. Biaya persiapan cukup besar, mulai dari tes bahasa hingga biaya pengiriman dokumen.
Pengalaman Mengikuti Kelas Bahasa Korea
Jane saat ini tengah mengikuti program kelas bahasa Korea selama satu tahun. Ia mengaku tidak menghadapi banyak kendala berarti dalam studi, selain tantangan bahasa yang menjadi bagian dari proses adaptasi. Meski begitu, ia percaya bahwa kemampuan bahasa Korea sangat penting untuk kelancaran studi dan kehidupan sehari-hari di Korea Selatan.












