Nyaris Kehilangan Nyawa Akibat Kecelakaan Speedboat Saat Mengajar di Paminggir HSU, Dina: Niatkan Ibadah

Pengabdian Guru di Daerah Terluar Kabupaten Hulu Sungai Utara

Bertahan menjadi guru di daerah terluar Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) selama 11 tahun bukan tanpa rintangan. Dina Arianti S.Pd, seorang guru PKWU di SMAN 1 Paminggir, memulai kariernya mengajar di sekolah filial pada tahun 2014. Awalnya, ia ditempatkan di SMAN 1 Paminggir yang berada di Desa Palbatu, sebuah lokasi yang jauh dari pusat kegiatan.

Perjalanan untuk mencapai sekolah tersebut tidak mudah. Dina harus menempuh perjalanan darat menggunakan sepeda motor selama sekitar 45 menit menuju dermaga Danau Panggang. Setiap hari minggu siang, ia sudah bersiap menunggu kapal penumpang yang akan membawanya kembali ke desa. Namun, transportasi air dengan harga terjangkau ini tidak selalu tersedia, sehingga ia sering harus berangkat sehari sebelumnya.

Selama sembilan tahun mengajar di sekolah filial, Dina berupaya memastikan siswa yang tinggal jauh dari sekolah induk tetap bisa mendapatkan pendidikan. Ia tinggal di rumah asrama yang lebih mirip kos-kosan, di mana hanya ada satu kamar dan ditinggali oleh empat guru honor lainnya.

Pada tahun 2022, Dina dinyatakan lulus PPPK dan mulai mengajar di sekolah induk, yaitu SMAN 1 Paminggir di Desa Paminggir. Lokasi baru ini jauh dari dermaga Danau Panggang, sehingga membutuhkan waktu sekitar 2 hingga 3 jam menggunakan kapal penumpang.

Pengabdiannya mengajar di desa terluar kabupaten memiliki banyak tantangan. Selain harus terpisah dari keluarga dan hanya bisa berkumpul pada akhir pekan, Dina juga harus siap dengan fisik dan keberanian yang tinggi. Perjalanan dengan risiko tinggi mengarungi daerah rawa seperti lautan. Bahkan pada 2023 lalu, ia pernah hampir kehilangan nyawa karena speedboat yang ditumpanginya karam setelah menabrak balok kayu.

Sekitar setengah jam, Dina terombang ambing di perairan rawa, berpegangan pada bodi speedboat yang mengapung. Saat kejadian, ia membawa anaknya yang masih balita. Untung saja juru mudi kapal membantu menyelamatkan anaknya, hingga akhirnya ada kapal kecil melintas dan memberikan pertolongan.

“Hingga saat ini masih trauma dan tidak berani menggunakan speed boat, lebih dari dua tahun sudah hanya menggunakan kapal penumpang meskipun waktu tempuh yang lama, bahkan pernah sampai lima jam saat rawa ditutupi eceng gondok atau ilung,” ujarnya.

Namun, perjalanan berisiko tersebut terasa terbayar saat mengajar dan melihat antusiasme siswa untuk menuntut ilmu. Ditambah lagi, 23 guru dan 11 tenaga pendidik yang ada di SMAN 1 Paminggir sudah seperti keluarga bagianya.

Selain menjadi guru PKWU, Dina Arianti juga mengemban tugas sebagai Wakasek Kurikulum. Tahun ini, dirinya bahkan dinobatkan sebagai terbaik I tingkat Provinsi Kalimantan Selatan dalam ajang apresiasi GTK tahun 2025 dalam kategori Transformatif Guru SMA.

Melalui inovasi Kanal Jurnal Hebat, Dina mendorong siswa SMAN 1 Paminggir untuk memiliki kebiasaan dan kegiatan baik serta terukur dalam kehidupan sehari-hari. “Kami sediakan form untuk siswa mengisi kegiatan harian, seperti jam berapa bangun tidur, aktivitas olahraga yang dilakukan, berapa lama belajar dan bermain saat di rumah, penggunaan telepon genggam atau jadwal beribadah.”

Hasil dari form ini dilakukan evaluasi setiap kamis, bukan untuk menyalahkan kegiatan siswa namun berusaha terbuka hingga akhirnya dengan program ini permasalahan siswa bisa diketahui oleh guru. “Dari program ini ada beberapa anak yang ternyata tinggal dalam keluarga tidak harmonis, ada yang masih belum bisa mengaji atau ada anak yang ikut mencari nafkah. Guru sebagai pendengar, penasehat dan juga pemberi semangat tidak memberikan tekanan atau justru menyalahkan kondisi diluar kendali siswa,” ujarnya.

Pada peringatan Hari Guru Nasional ini, Dina Arianti berharap seluruh guru di Indonesia bisa saling bergandengan tangan saling menguatkan. Tantangan yang dihadapi mungkin berbeda, namun profesi guru bukan hanya untuk kepentingan dunia, tapi juga akhirat menjadi bekal sekaligus ibadah, keikhlasan yang membuat seluruh tantangan berat menjadi diringankan.

Profil Guru Dina

Nama : Dina Arianti S.Pd

TTL : Amuntai, 15 Agustus 1991

Alamat : Kelurahan Sungai Malang Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU)

Jabatan : Ahli Pertama Guru PKWU dan Wakasek Kurikulum

Lembaga : SMAN 1 Paminggir, Desa Paminggir Kecamatan Paminggir

Hendra Susanto

Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *