Pengalaman Mengajar di Daerah 3T yang Menginspirasi
Mengajar di daerah yang dikenal sebagai 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal) bukanlah hal yang mudah. Namun, ini tidak menghalangi seseorang untuk meraih prestasi. Hal ini dibuktikan oleh Ni Ketut Suparmi, seorang guru kesenian di SMP Negeri 1 Tanjung, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang berhasil meraih juara dua dalam kompetisi Guru Berdedikasi di Daerah 3T Tingkat SMP.
Kemenangan ini bukan hasil instan, melainkan berkat dedikasi dan portofolio yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Bu Parmi, begitu dia akrab disapa, telah membimbing siswa-siswinya meraih berbagai prestasi yang membanggakan.
Kunci Keberhasilan: Portofolio yang Komprehensif
Menurut Bu Parmi, persiapan untuk kompetisi ini tergolong singkat. Namun, kunci keberhasilannya adalah kelengkapan dokumen dan karya-karya terbaik yang telah dimiliki. Kompetisi ini menuntut portofolio yang matang dan lengkap.
”Yang kemarin itu kita ikut guru berdedikasi di daerah 3T gitu. Itu dari PGRI yang adakan dari PGRI Pusat. Dan kita dipilih juara II,” jelas Bu Parmi.
Portofolio yang diajukan mencakup berbagai aspek, mulai dari prestasi siswa hingga karya ilmiah pribadi. Salah satu kekuatan utama Bu Parmi adalah konsistensinya dalam membawa siswa meraih gelar juara.
”Nah kebetulan kita kalau di SMP itu kemarin di Lombok Utara setiap ada Lombok Festival Seni itu selalu dapat juara satu gitu untuk mewakili Lombok Utara ke Provinsi,” terang Bu Parmi.
Selain itu, dia juga memiliki rekam jejak yang solid dalam pengembangan diri dan karya ilmiah. ”Sama dengan karya ilmiah yang sesuai dengan diminta itu. Kita sebagai guru dulu kan diwajibkan untuk membuat karya ilmiah,” kata Bu Parmi.
Strategi Mengajar yang Fleksibel
Sebagai guru seni budaya, Parmi menerapkan pendekatan mengajar yang sangat fleksibel. Dia menyadari bahwa tidak semua siswa dapat memahami materi dengan satu metode saja. Inovasi metode menjadi kunci agar pembelajaran seni selalu menarik dan mendalam.
”Jadi setiap menghafal itu punya trik tersendiri untuk pendekatan terhadap anak-anak. Tadi kita kalau dengan pendekatan yang satu anak-anaknya belum mampu untuk di pertemuan berikutnya kita ganti lagi gitu,” ungkap Bu Parmi.
Pendekatan ini dikenal sebagai tes diagnostik awal, yang bertujuan menyesuaikan materi dengan karakteristik siswa. ”Jadi harus pintar-pintar memilih metode gitu ya. Benar harus tetap belajar. Jadi intinya belajar dan belajar gitu,” tutur Bu Parmi.
Dia mencoba berbagai media, dari video hingga praktik langsung, dan menggabungkannya saat dibutuhkan. ”Nah kemudian kita coba dulu dengan video. Nah dengan video itu anak-anak lebih senang tapi ada juga yang main-main. Kita coba lagi dengan yang buku. Ternyata yang buku itu anak-anak banyak yang agak susah baca gitu. Jadi lebih kesulitan lagi. Ya kita padukan akhirnya,” ucap Bu Parmi.
Harapan di Hari Guru: Perlindungan dan Keterlibatan Keluarga
Di tengah perayaan Hari Guru, Parmi menyoroti tantangan yang masih dihadapi para pendidik di Indonesia, termasuk perlunya dukungan dan perlindungan yang lebih kuat dari pemerintah. Dia menekankan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya guru.
”Ke depannya kita harapkan semua unsur yang ikut terlibat dalam pendidikan ini. Terutama dalam pendidikan keluarga. Itu yang menjadi mentor utama keberhasilan pendidikan,” tandas Parmi.
Selain itu, Parmi berharap pemerintah dapat lebih mengayomi guru, terutama dengan adanya payung hukum yang melindungi mereka dari perlakuan tidak adil.
”Saat ini ada UU Perlindungan Anak. Jadi ada juga dong undang-undang yang melindungi guru. Jadi kita tidak merasa waswas,” ucap Parmi.
Daftar Pemenang Guru Berdedikasi di Daerah 3T
Berikut adalah daftar pemenang guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah berdedikasi di daerah 3T:
Pemenang Guru Berdedikasi di Daerah 3T Tingkat SD/MI
- Arini Wahyuni S.Pd TK Tunas Harapan Kecamatan Muara Kelingi, Kabupaten Musi Rawas, Sumsel
- Fia Afriani, M.Pd.Gr. SDN 18 Simalegi Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat
- Rusna 083168428975 SD Negeri 26 Krui Kabupaten Pesisir Barat, Lampung
Pemenang Guru Berdedikasi di Daerah 3T Tingkat SMP/MTs
- Providentia Hulu, S.Pd. SMP Negeri 2 Tugala Oyo, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara
- Ni Ketut Suparmi, S.Pd, M.Pd. SMP Negeri 1 Tanjung Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat
- Martina Fuatsani Zebua SMP Negeri 5 Gido Kabupaten Nias, Sumatera Utara
Pemenang Guru Berdedikasi di Daerah 3T Tingkat SMA/MA/SMK/SMAK
- Sufryio Simatupang, S.Pd.,Gr. SMA Negeri 1 Tanah Masa Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara
- Juwita Lumban Raja, S.Pd. SMK N 1 Gomo Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara
- Obed Lepa Saba Kulla, S.Pi., M.Pi. SMK Negeri 1 Waibakul, Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur
Pemenang Guru Berdedikasi di Daerah 3T Tingkat SLB
- Kela Restiar Parassari SLB Negeri Pesisir Barat, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung
Pemenang Kepala Sekolah Berdedikasi di Daerah 3T
- Torine Rambu Baba Ama, S.Pd., Gr. SMP Negeri 3 Mamboro Sumba Tengah, NTT
- Mazhar, M.Pd. SD Negeri 4 Sambik Bangkol Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat
- Nofik Afriko, S.PdI., M.M SMAN 2 Sipora Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat
Pemenang Pengawas Sekolah Berdedikasi di Daerah 3T
- Aprida, M.Pd. Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan
- Albertina Natara, S.Pd. Dinas Pendidikan Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur












