Maman Mauludin Dicopot dari Jabatan Sekda Cilegon 7 Bulan Sebelum Pensiun

Pembebastugasan Maman Mauludin dari Jabatan Sekda Kota Cilegon

Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon, Maman Mauludin, resmi dibebastugaskan dari jabatannya pada hari ini, Selasa (2/12/2025). Keputusan ini diambil oleh Wali Kota Cilegon, Robinsar, setelah melalui berbagai proses evaluasi dan rekomendasi dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

Maman Mauludin, yang telah menjabat sebagai Sekda sejak 12 April 2021 lalu, kini menggantikan posisinya dengan jabatan baru sebagai Penelaah Teknis Kebijakan di Sekretariat Daerah. Pembebastugasan ini terjadi sekitar tujuh bulan sebelum masa pensiunnya yang dijadwalkan pada pertengahan tahun 2026.

Keputusan untuk membebastugaskan Maman Mauludin diumumkan langsung oleh Wali Kota Cilegon dalam konferensi pers yang digelar sore ini. Robinsar menjelaskan bahwa keputusan tersebut didasarkan atas masukan dan rekomendasi dari BKN. Ia juga menyatakan bahwa proses evaluasi dilakukan secara bertahap dan transparan.

“Kami sudah melakukan berbagai langkah mulai dari awal, termasuk mengajukan surat ke BKN agar dapat melakukan wawancara dan uji kompetensi terhadap semua eselon II di Kota Cilegon,” kata Robinsar. “Namun, Pak Maman tidak hadir dalam dua kali pemanggilan, sehingga menjadi dasar penilaian kami.”

Selain rekomendasi dari BKN, Robinsar juga menyatakan bahwa kinerja Maman Mauludin dinilai kurang optimal selama menjabat sebagai Sekda. Hal ini menjadi salah satu alasan utama dalam pengambilan keputusan tersebut.

Proses Evaluasi dan Pengambilan Keputusan

Robinsar mengungkapkan bahwa selama 8-9 bulan menjabat sebagai Wali Kota Cilegon, pihaknya belum melakukan rotasi atau mutasi di lingkungan pemerintahan. Namun, ia menegaskan bahwa keputusan untuk membebastugaskan Maman Mauludin bukanlah berdasarkan preferensi pribadi, tetapi lebih pada profesionalisme dan kemampuan di bidang masing-masing.

“Rotasi dan mutasi dilakukan berdasarkan penilaian terhadap kinerja dan kapasitas seseorang, bukan karena suka atau tidak suka,” jelas Robinsar.

Profil Singkat Maman Mauludin

Maman Mauludin adalah mantan Sekda Kota Cilegon yang pernah menjabat selama era pemerintahan Helldy Agustian-Sanuji Pentamarta. Ia dilantik sebagai Sekda pada 12 April 2021 dan kini resmi dibebastugaskan dari jabatannya. Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Penjabat (Pj) Sekda sejak Oktober 2020, yang dilantik langsung oleh Wali Kota Cilegon Edi Ariadi saat itu.

Selain itu, Maman Mauludin juga merupakan adik kandung dari mantan Wali Kota Cilegon, Edi Ariadi. Dengan latar belakang keluarga yang kuat dalam dunia politik, ia memiliki peran penting dalam pemerintahan daerah.

Laporan Harta Kekayaan Maman Mauludin

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dirilis pada 18 Maret 2025, Maman Mauludin memiliki total harta kekayaan sebesar Rp 1,79 miliar. Berikut rincian harta kekayaannya:

  • Tanah dan Bangunan: Total sebesar Rp 849.040.000
  • Tanah Seluas 120 m² di Kota Cilegon: Rp 200.000.000
  • Tanah dan Bangunan Seluas 120 m²/100 m² di Kota Serang: Rp 247.840.000
  • Tanah dan Bangunan Seluas 100 m²/80 m² di Kota Serang: Rp 176.200.000
  • Tanah dan Bangunan Seluas 119 m²/75 m² di Kota Serang: Rp 225.000.000

  • Alat Transportasi dan Mesin: Total sebesar Rp 694.000.000

  • Motor Kawasaki Ninja Tahun 2015: Rp 50.000.000
  • Motor Yamaha Mio Tahun 2012: Rp 4.000.000
  • Mobil Toyota Fortuner Tahun 2016: Rp 400.000.000
  • Mobil Mazda Minibus Tahun 2017: Rp 240.000.000

  • Harta Bergerak Lainnya: Rp 128.300.000

  • Surat Berharga: Rp 0

  • Kas dan Setara Kas: Rp 227.320.354

  • Harta Lainnya: Rp 0

Sub Total Harta Kekayaan: Rp 1.898.660.354

Hutang: Rp 100.000.000

Total Harta Kekayaan (II-III): Rp 1.798.660.354

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *