Tribun Wiki – Aras, Calon Rektor Termuda UNUSIA

Profil Dr. Muhammad Aras Prabowo, Bakal Calon Rektor Termuda UNUSIA

Dr. Muhammad Aras Prabowo (32) menjadi perhatian besar dalam pemilihan rektor UNUSIA periode 2026–2030. Ia muncul sebagai bakal calon rektor termuda dalam sejarah UNUSIA dan LPTNU, dengan rekam jejak akademik dan organisasi yang luar biasa.

Visi dan Misi yang Jelas

Dalam penyampaian visi-misi, Dr. Aras mengusung gagasan besar: UNUSIA Unggul sebagai Teaching University berkarakter Aswaja. Fokusnya pada mutu pendidikan, etika, global competitiveness, serta tata kelola profesional. Ia menegaskan bahwa identitas Aswaja harus menjadi etika, epistemik, dan fondasi kultural dalam seluruh aspek pendidikan.

Visinya mencakup lima misi utama:
* Penguatan klaster unggulan pendidikan berbasis Sertifikat Kompetensi Pendamping Ijazah.
* Penguatan mutu pembelajaran dan pengalaman belajar mahasiswa yang kompetitif secara global.
* Pengabdian berbasis kerakyatan dengan perspektif global.
* Pengembangan ekosistem kewirausahaan mahasiswa.
* Riset berbasis keunggulan lokal dan global.

Gagasannya dinilai “segar, modern, dan adaptif dengan masa depan pendidikan tinggi”.

Prestasi Akademik dan Organisasi

Di usia 32 tahun, Dr. Aras telah menyelesaikan pendidikan doktoral di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dengan predikat Cumlaude, sekaligus memiliki pengalaman strategis di bidang akademik, riset, tata kelola keuangan, serta pengabdian masyarakat.

Ia juga dikenal luas melalui kontribusi lintas bidang. Sebagai Ketua Program Studi Akuntansi UNUSIA sejak 2021, ia aktif di berbagai lembaga strategis seperti BNPT RI, Forum Dosen Akuntansi Publik, hingga jejaring kepemudaan NU. Pengalamannya sebagai Koordinator Divisi Keuangan PKUMI Masjid Istiqlal memperkuat reputasinya sebagai akademisi yang memahami integritas tata kelola publik.

Produktivitas Ilmiah yang Menonjol

Produktivitas ilmiah Dr. Aras sangat menonjol. Berdasarkan berbagai basis data ilmiah internasional dan nasional, ia aktif menerbitkan buku, artikel jurnal, hingga opini kebijakan. Portofolio penelitiannya mencakup akuntansi budaya, etika bisnis, manajemen keuangan publik, radikalisme ekonomi, serta tata kelola sektor publik.

Pada tahun 2024, ia menerima penghargaan Best Paper dari ICALS dan MAMI. Selain itu, ia aktif mendorong mahasiswa untuk mengkonversi skripsi mereka menjadi artikel jurnal — menghasilkan publikasi mahasiswa + dosen di jurnal nasional bereputasi SINTA.

Aktivitas Pengabdian & Kolaborasi Internasional

Di bawah koordinasinya, Prodi Akuntansi UNUSIA menjalin kerja sama dengan Universiti Malaysia Kelantan (UMK), termasuk penandatanganan MoU pada Januari 2025 untuk kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Ruang lingkup mencakup pertukaran mahasiswa & dosen, pengembangan kurikulum internasional berbasis teknologi, serta riset bersama tentang blockchain, big data, dan AI dalam akuntansi.

Ia juga berinisiatif menyelenggarakan program edukasi anti-pencucian uang bersama lembaga regulator seperti PPATK untuk mendidik mahasiswa UNUSIA tentang etika keuangan dan kepatuhan. Selain itu, ia mendorong mahasiswa untuk berkontribusi dalam riset dan pengabdian masyarakat — misalnya, bimbingan belajar untuk masyarakat serta penulisan jurnal pengabdian bersama mahasiswa lintas prodi.

Visi Akademik & Kepemimpinan Pendidikan

Dr. Aras memperkuat orientasi Prodi Akuntansi UNUSIA agar lebih relevan dengan tantangan global melalui internasionalisasi, digitalisasi pendidikan dan riset, serta adaptasi terhadap industri 4.0. Ia menekankan pentingnya integritas, etika, dan pendidikan karakter — baik dalam proses pembelajaran maupun dalam tata kelola keuangan dan akuntansi.

Ia juga mendorong mahasiswa agar tidak hanya menjadi konsumen ilmu, tetapi juga produsen melalui riset, publikasi, atau pengabdian masyarakat — mendekatkan mahasiswa dengan praktik nyata dan kontribusi sosial.

Pengaruh & Persepsi Nasional & Internasional

Menurut laporan media internasional, salah satu akademisi di UMK Malaysia (Prof. Dr. Muhammad Ashlyzan Bin Razik) menyebut Dr. Aras sebagai figur “strategis dan sangat potensial” untuk memimpin UNUSIA periode 2026–2030. Kredibilitas dan kolaborasi lintas negara disebut sebagai modal utama.

Di dalam negeri, berbagai kegiatan mulai dari konferensi internasional, publikasi bersama mahasiswa, pengabdian masyarakat, hingga edukasi etika keuangan memperkuat reputasinya sebagai akademisi muda dengan visi progresif.

Dr. Muhammad Aras Prabowo bisa digambarkan sebagai wajah baru akademia Indonesia yang memadukan semangat tradisi NU / Aswaja dengan kebutuhan modernisasi pendidikan tinggi: internasionalisasi, digitalisasi, etika transparansi, dan relevansi riset terhadap tantangan kontemporer.

Dengan keaktifan dalam publikasi, pengabdian kepada masyarakat, kolaborasi internasional, serta orientasi pada pendidikan karakter dan profesionalisme — ia mewakili model akademisi muda adaptif. Jika kelak terpilih sebagai rektor, profilnya memberi harapan bahwa UNUSIA bisa memperkuat reputasinya, tidak hanya di ranah nasional, tetapi juga internasional.








Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *