Penyegelan Tidak Dilakukan di Rumah Dinas Bupati Lampung Tengah
Hingga Kamis (11/12/2025) pagi, belum ada penyegelan di rumah dinas Bupati Lampung Tengah yang terletak di dalam komplek Gedung Sesat Agung Nuwo Balak. Hal ini terjadi setelah Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK.
Ardito saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK. Selain Ardito, KPK juga mengamankan sejumlah pihak lain, termasuk anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah. Penangkapan ini diduga kuat terkait dengan tindak pidana korupsi berupa suap proyek.
Kondisi di Lokasi OTT
Berdasarkan pantauan di lokasi, sekira pukul 08.30 WIB, pintu gerbang Nuwo Balak terbuka sebagian dengan portal yang separuh tertutup. Tampak tidak ada aktivitas di seputar rumah dinas dan nuwo balak, pintu dan jendela rumah dinas tertutup rapat, dan tidak terlihat ada kendaraan yang parkir di areal tersebut pasca OTT KPK di Lampung Tengah.
Spanduk peringatan Hakordia 2025 yang sebelumnya terpasang pada Senin (8/12/2025) telah dicopot. Terlihat sejumlah petugas PAM dari Satpol PP Lampung Tengah berjaga di pos gerbang. Meski demikian, terdapat dua orang berpakaian sipil duduk di penjagaan, melarang siapapun masuk, beraktivitas, dan tidak ada tamu.
Wisnu, yang mengaku sebagai penjaga rumah dinas Bupati Lampung Tengah, mengatakan bahwa tidak ada aktivitas di rumah dinas Bupati Lampung Tengah. “Saya yang jaga rumah dinas, hari ini kosong, tidak ada tamu, aktivitas tidak ada, kosong,” kata dia.
Aktivitas di Kantor Bupati
Sementara itu, kantor bupati yang berlokasi di Jalan Raya Padang Ratu No 1, Kecamatan Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah, paska pemberitaan terkait OTT Ardito Wijsya, terlihat pegawai Pemkab Lampung Tengah tetap beraktivitas seperti biasa. Nampak sejumlah pegawai terlihat beraktivitas seperti biasa, baik di dalam maupun luar gedung.
Berdasarkan pantauan, tampak belum ada penyegelan di kantor tersebut. Wanto (35), selaku masyarakat setempat, mengatakan bahwa dia kaget melihat Bupati Lampung Tengah ada di televisi dalam pemberitaan OTT KPK. Ia menyayangkan pemerintahan yang baru saja dimulai, telah terdiatraksi oleh dugaan kasus korupsi.
“Saya nggak nyangka, padahal kelihatannya baik-baik saja. Setau saya, dulu pas awal jadi (dilantik sebagai bupati-red), sering kunjungan sana sini, program ini itu. Tapi tadi malam saya lihat berita di televisi Ardito Wijaya ditangkap KPK,” katanya. “Padahal saya lihat di sosmed (sosial media) dan berita online, Ardito Wijaya hadir di acara Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia,” tambah Wanto.
Ia berharap, Kabupaten Lampung Tengah kedepan bisa lebih baik lagi dan terhindar dari korupsi. Sebab, lanjutnya, Kabupaten Lampung Tengah masih banyak kekurangan dan ketertinggalan yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.
“Harapan saya kedepan pemerintah Kabupaten Lampung Tengah bersih dari korupsi, soalnya masih banyak jalan rusak, petani singkong menjerit, bangunan sekolah masih banyak yang rusak, dan lain-lain,” pungkasnya.
Kehadiran di Gedung Merah Putih KPK
Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya berada di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025), sejak sekira pukul 20.17 WIB. Sebelumnya, Ardito Wijaya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK.
Pria yang baru 9 bulan lebih menjabat Bupati Lampung Tengah itu tampak mengenakan kemeja hitam yang dibalut jaket bermotif loreng biru serta celana bahan berwarna hitam. Penampilannya dilengkapi dengan topi berwarna putih.
Turun dari mobil tahanan, Ardito terlihat menyeret sebuah koper di tangan kanannya, sementara tangan kirinya memegang pouch. Ia berjalan masuk ke lobi gedung dengan pengawalan ketat dari sejumlah petugas KPK dan aparat kepolisian.
Saat dicecar pertanyaan oleh awak media mengenai keberadaannya yang sempat dikabarkan menghilang saat OTT, Ardito memberikan jawaban singkat. “Selama ini kabur ke mana?” tanya awak media. “Di rumah aja,” jawab Ardito singkat.
Selain membantah kabur, Ardito juga sempat menyapa wartawan dan mengabarkan kondisinya. “Alhamdulillah sehat. Boleh numpang lewat,” ujarnya sambil berjalan menuju ruang pemeriksaan. Saat ini, Ardito telah dibawa naik ke lantai 2 Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan penangkapan orang nomor satu di Lampung Tengah tersebut. “Benar,” ujar Fitroh saat dikonfirmasi, Rabu (10/12/2025). Selain Ardito, KPK juga mengamankan sejumlah pihak lain, termasuk anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah.
Penangkapan ini diduga kuat berkaitan dengan tindak pidana korupsi berupa suap proyek. Sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan, apakah akan ditetapkan sebagai tersangka atau tidak.
Penangkapan Ardito menambah panjang daftar kepala daerah yang terjaring OTT KPK dalam waktu dekat, menyusul penangkapan Bupati Ponorogo Sugiri Sukoco dan Gubernur Riau Abdul Wahid dalam kasus terpisah.











