Budaya  

Sejarah Hidup Pater Andreas Tefa Sa’u, SVD: Imam dan Pendidik Setia

Perjalanan Hidup P. Andreas Tefa Sa’u, SVD

P. Andreas Tefa Sa’u, SVD adalah seorang biarawan misionaris yang meninggal dunia pada hari Senin sore, tanggal 15 Desember 2025. Ia dikenal sebagai tokoh penting dalam dunia kebiaraan dan pelayanan pastoral di berbagai wilayah. Berikut adalah perjalanan hidupnya yang menarik.

Lahir dan Awal Kehidupan

P. Andreas lahir pada tanggal 16 Juni 1955 di Nibaaf, Timor Tengah Utara. Ia dilahirkan dari pasangan Noas Sau dan Agatha Laka Faot. Pada tahun 1957, ia dipermandikan di Noemuti. Pendidikannya dimulai dari SDK Nibaaf dari tahun 1962 hingga 1968, kemudian melanjutkan ke SMP Noemuti dari tahun 1969 hingga 1972. Setelah lulus, ia membantu orang tuanya selama dua tahun sebelum melamar masuk SMA Seminari Menengah Lalian pada tahun 1975.

Masuk ke Biara dan Studi

Pada tahun 1979, ia memasuki SVD (Societas Verbi Divini) untuk menjalani masa Novisiat selama dua tahun di Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero. Pada 1 Agustus 1981, ia mengikrarkan kaul-kaulnya untuk pertama kali dalam SVD. Ia juga menyelesaikan studi Filsafat di STFK Ledalero pada tahun 1984 dan ditetapkan untuk menjalankan Tahun Orientasi Pastoral (TOP) selama satu tahun di Paroki Boawae.

Studi di Luar Negeri

Pada tahun 1985, P. Andreas bersama dua temannya, yaitu Fr. Rufinus Wuwur dan Fr. Amatus Woi, ditetapkan untuk melanjutkan formasi dasar dan studi Theologi di Sankt Gabriel, Moedling, Austria. Mereka dipindahkan oleh Pater Superior General dari Provinsi SVD Ende ke Provinsi SVD Austria. Di sana, mereka didampingi oleh P. Nicolaus Apeldoorn, mantan misionaris Flores dan mantan Regional SVD Ende.

Kembali ke Indonesia dan Tugas Baru

Setelah lulus dari Sankt Gabriel, P. Andreas diberi penempatan sementara selama dua tahun di Provinsi Austria, kemudian melanjutkan studi untuk Indonesia. Ia kemudian kembali ke Wina untuk menggantikan P. Herman Kaiser sebagai pembina Umat Katolik Indonesia di kota Wina. Pada tahun 1997, ia ditempatkan di Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero sebagai Pembina Frater Unit Gere.

Karier dan Kontribusi

P. Andreas juga bertugas sebagai dosen di STFK Ledalero dan beberapa lembaga pendidikan lainnya. Selain itu, ia pernah mengikuti Nemi Renewal Course dalam bahasa Jerman pada tahun 2004. Pada tahun 2008, ia ditunjuk sebagai Pembina Frater di Sankt Gabriel, Austria, karena kebutuhan akan tenaga pembina yang semakin mendesak.

Kembali ke Indonesia

Karena kebutuhan di Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero, pada tahun 2017 P. Andreas dipanggil kembali ke Provinsi SVD Ende. Ia kembali menjalankan tugas sebagai salah satu anggota Tim Prefek Frater. Dari tahun 2019, ia mengalami gangguan pada jantungnya dan hanya mengonsumsi obat, meskipun dokter menyarankan penggunaan ring.

Meninggal Dunia

Hingga akhir hayatnya, P. Andreas tetap menjalankan tugas dengan tekun. Pada hari Senin sore, tanggal 15 Desember 2025, ia meninggal dunia setelah mengalami gangguan jantung. P. Andreas, Selamat Jalan, Selamat Memasuki Kebahagiaan Abadi bersama Bapa di surga.




Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *