Perkembangan Populasi Hewan Terancam Punah di Tahun 2025
Tahun 2025 menjadi tahun yang penuh tantangan bagi keanekaragaman hayati di dunia. Di satu sisi, para ilmuwan dan peneliti berhasil menemukan spesies baru serta memperbaiki kondisi populasi beberapa hewan yang sebelumnya terancam punah. Namun, di sisi lain, banyak spesies juga mengalami penurunan jumlah yang signifikan hingga berada dalam kategori terancam punah. Berikut adalah beberapa hewan yang mengalami perubahan status konservasi pada tahun ini.
1. Mauritius Cuckooshrike
Mauritius cuckooshrike (Lalage typica) adalah burung endemik dari Pulau Mauritius, yang terletak di sebelah timur Madagaskar. Area tempat tinggal mereka tidak lebih dari 200 km persegi, dengan habitat utama berupa hutan hujan tropis yang memiliki elevasi antara 250—824 mdpl. Status konservasinya dikategorikan sebagai terancam punah oleh IUCN Red List berdasarkan survei yang dilakukan pada 13 Desember 2024 dan dirilis pada 2025. Populasi mereka diperkirakan tidak lebih dari 420 individu dan terus menurun. Penyebab penurunan tersebut disebabkan oleh adanya predator baru yang dibawa oleh manusia serta kesulitan tumbuhan asli Mauritius berkembang, yang menjadi sumber makanan bagi burung ini.
2. Anjing Laut Bertudung

Anjing laut bertudung (Cystophora cristata) adalah mamalia akuatik yang hidup di kawasan Arktik. Mereka tersebar mulai dari Samudra Atlantik bagian utara hingga kutub utara. Populasi mereka diperkirakan turun drastis, dengan data menyebutkan bahwa jumlah mereka saat ini hanya 7% dari populasi pada tahun 1990-an. Meskipun belum diketahui secara pasti jumlah individu yang tersisa, anjing laut bertudung resmi masuk dalam kategori terancam punah oleh IUCN Red List pada 9 Mei 2025.
3. Yellow-Banded Ringlet

Yellow-banded ringlet (Erebia flavofasciata) adalah kupu-kupu kecil yang memiliki sayap berwarna hitam atau cokelat dengan corak kuning dan bintik di ujungnya. Mereka tinggal di sekitar Pegunungan Alpen di Eropa. Data IUCN Red List yang dirilis pada 2025 menunjukkan bahwa spesies ini sudah masuk dalam kategori terancam punah. Populasinya sulit ditentukan karena habitat yang terfragmentasi, sementara penyebab penurunan populasi diduga berkaitan dengan perubahan iklim dan hilangnya habitat akibat alih fungsi lahan.
4. Hiuh Paus

Hiu paus (Rhincodon typus) adalah ikan terbesar di Bumi dengan ukuran mencapai 18—20 meter. Mereka tersebar di perairan tropis, termasuk perairan Indonesia. IUCN Red List menetapkan status terancam punah untuk hiu paus berdasarkan pendataan pada 31 Maret 2025. Diperkirakan masih ada sekitar 100—240 ribu individu di seluruh dunia, namun populasi mereka telah turun sekitar 50—79 persen dalam tiga generasi terakhir. Penyebab penurunan populasi meliputi perburuan, tertabrak kapal, kerusakan laut, dan perubahan iklim.
5. Pari Air Tawar Sungai Branco

Pari air tawar sungai branco (Potamotrygon adamastor) adalah ikan endemik Hutan Hujan Amazon yang hanya ditemukan di Sungai Branco, Brasil. Mereka mengalami penurunan populasi yang signifikan, sehingga masuk dalam kategori terancam punah berdasarkan pencatatan pada 20 November 2024. Faktor penurunan populasi disebabkan oleh aktivitas tambang yang merusak sungai, sementara tingkat pertumbuhan populasi sangat rendah, yaitu sekitar 0,2—0,3 ekor per tahunnya.
Penyebab Umum Penurunan Populasi Hewan
Banyak spesies yang mengalami penurunan populasi disebabkan oleh aktivitas manusia, seperti eksploitasi sumber daya alam, pencemaran lingkungan, dan perubahan iklim. Jika tidak ada tindakan nyata yang dilakukan oleh berbagai pihak, daftar spesies yang terancam punah akan semakin panjang. Selain itu, spesies yang sudah masuk dalam kategori terancam punah bisa saja semakin menurun jumlahnya hingga masuk dalam kategori kritis.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”












