Kunjungan Wapres Gibran ke IKN: Antusiasme Masyarakat dan Progres Pembangunan
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan ke Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Selasa (30/12/2025). Kehadirannya di kawasan tersebut disambut dengan antusias oleh masyarakat yang hadir di Plaza Seremoni, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Mereka memanfaatkan libur akhir tahun untuk melihat langsung kawasan Istana Garuda yang berseberangan dengan Plaza Seremoni.
Kunjungan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan bahwa pembangunan IKN harus berorientasi pada kepentingan rakyat, terbuka, dan dapat dirasakan langsung manfaatnya. Dalam kesempatan tersebut, Wapres menyampaikan bahwa pemerintah memiliki komitmen kuat dalam melanjutkan pembangunan IKN sesuai target yang telah ditetapkan.
Antusiasme Masyarakat Terhadap IKN
Selama kunjungan, Wapres mengatakan bahwa antusiasme masyarakat untuk berkunjung ke IKN sangat tinggi. Pada hari Natal saja, tercatat sekitar 37 ribu orang mengunjungi kawasan IKN dengan jumlah kendaraan mencapai kurang lebih 10.000 unit. Angka ini diperkirakan akan terus meningkat hingga awal tahun baru.
Masyarakat yang berkunjung dapat menikmati berbagai fasilitas penunjang yang telah tersedia, mulai dari layanan bus listrik gratis, toko serba ada, rumah makan, hotel, hingga toko elektronik. Di beberapa titik sekitar Plaza Seremoni juga tersedia air siap minum yang dapat langsung dikonsumsi oleh masyarakat.
Kesan Masyarakat
Kehadiran Wapres di tengah masyarakat meninggalkan kesan mendalam. Sharipa Prayaza Pira, siswi kelas VII MTs Negeri Samarinda, mengaku sangat senang bisa bertemu langsung dengan Wapres. “Senang sekali, dari dulu memang pengen banget ketemu,” ujarnya usai bersalaman dengan Wapres.
Nusri Nurhayana (58), warga Depok, juga menyampaikan antusiasme serupa. “Alhamdulillah, keinginan saya terkabul bisa bertemu Pak Wapres. Ini pengalaman yang luar biasa,” tuturnya.
Sementara itu, Tiwi (35), warga Sangatta, Kalimantan Timur, berharap kehadiran IKN membawa pemerataan pembangunan, khususnya infrastruktur jalan penghubung antarwilayah di Kalimantan. “Semoga ke depan Kalimantan semakin diperhatikan dan pembangunannya makin merata,” harapnya.
Kunjungan ke Plaza Kerukunan
Gibran juga mengunjungi Plaza Kerukunan, sebuah kawasan ruang terbuka publik yang menjadi wujud nyata komitmen negara dalam merawat keberagaman, toleransi, serta persaudaraan antarumat beragama. Salah satu rumah ibadah di dalam kawasan tersebut adalah Gereja Basilika Santo Fransiskus Xaverius, yang direncanakan selesai pada pertengahan tahun 2026.
Masjid Negara IKN Siap Digunakan Idul Fitri 2026
Usai menyapa masyarakat di Plaza Seremoni, Wapres Gibran meninjau pembangunan Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan progres pembangunan strategis nasional tersebut berjalan sesuai target dan standar kualitas yang telah ditetapkan pemerintah.
Menurut Wapres, pembangunan masjid negara di IKN, Masjid Raya Nusantara, telah mendekati tahap akhir, yang ditargetkan selesai pada 15 Februari 2026. “Proyek strategis IKN yang pertama saya kunjungi adalah pembangunan Masjid Negara, yang saat ini telah mencapai 98,4 persen,” ujar Wapres.
Masjid ini dirancang tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai simbol identitas Islam yang rahmatan lil ‘alamin di ibu kota baru Indonesia. Pada tahap pertama, masjid ini ditargetkan dapat dimanfaatkan untuk pelaksanaan Salat Idul Fitri 2026.
Profil Masjid Raya Nusantara
Sebagai informasi, Masjid Raya Nusantara berdiri di atas lahan seluas 32.125 meter persegi untuk area masjid, 2.221 meter persegi area komersial, dan 7.340 meter persegi area penunjang. Luas bangunan masjid mencapai 76.647 meter persegi, dilengkapi area komersial seluas 4.080 meter persegi dan area penunjang 3.456 meter persegi, dengan struktur bangunan empat lantai dan dua lantai mezzanine.
Lingkup pekerjaan mencakup tahap persiapan, perancangan detail, hingga pelaksanaan konstruksi yang meliputi pekerjaan struktur, arsitektur, mekanikal, elektrikal-elektronika, lanskap dan infrastruktur, serta penerapan prinsip Bangunan Gedung Hijau (BGH).











