Apa Itu Ptosis, Kondisi Mata yang Disebut Pandji di Mens Rea

Pengertian Ptosis dan Penyebabnya

Ptosis menjadi topik yang ramai dibicarakan setelah disinggung oleh Pandji Pragiwaksono dalam materi komedinya. Dalam acara Mens Rea, ia menyentil kondisi mata Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hal ini memicu perdebatan, terutama dari Tompi yang mengkritik penggunaan kondisi medis sebagai bahan candaan.

Ptosis adalah kondisi medis di mana kelopak mata atas terkulai atau jatuh menutupi sebagian hingga seluruh mata. Kondisi ini tidak berkaitan langsung dengan kurang tidur atau kelelahan, tetapi lebih disebabkan oleh gangguan pada otot levator, yaitu otot yang mengangkat kelopak mata.

Jenis-Jenis Ptosis

Ptosis dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu:

  1. Ptosis Kongenital

    Ptosis kongenital adalah kondisi yang dialami sejak lahir akibat otot elevator pada kelopak mata yang tidak berkembang sempurna. Anak-anak dengan kondisi ini sering menunjukkan tanda seperti lipatan kelopak mata yang tidak sejajar. Kondisi ini memerlukan perhatian khusus karena dapat memengaruhi perkembangan penglihatan.

  2. Ptosis Involusional

    Pada orang dewasa, ptosis involusional terjadi ketika otot levator meregang atau terpisah akibat penuaan, cedera mata, atau efek samping operasi katarak. Selain itu, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh kerusakan saraf seperti diabetes, sindrom horner, tekanan darah tinggi, atau penyakit autoimun seperti myasthenia gravis.

Gejala yang Muncul

Pada anak-anak, gejala ptosis meliputi:

  • Lipatan kelopak mata yang tidak sejajar.
  • Gerakan menengadahkan kepala, mengangkat dagu, atau alis mata untuk mencoba melihat dengan jelas.
  • Gerakan-gerakan ini dapat menyebabkan masalah pada kepala dan leher.
  • Ptosis yang parah dapat menyebabkan ambliopobia (mata malas).

Sedangkan pada orang dewasa, gejalanya meliputi:

  • Kesulitan membuka mata.
  • Mata terasa berat.
  • Penglihatan ganda (diplobia).
  • Penglihatan terganggu akibat kelopak mata menutupi jalur masuk cahaya ke mata.
  • Nyeri dahi akibat keseringan mengangkat alis.

Penyebab Ptosis

Ptosis dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik kongenital maupun involusional. Pada individu yang terlahir dengan kondisi kongenital, masalah terjadi pada perkembangan otot levator. Jika tidak ditangani sejak bayi, kondisi ini bisa memburuk menjadi ambliopobia, astigmatisme, atau mata juling.

Pada orang dewasa, penyebabnya meliputi:

  • Usia: Otot yang mengangkat kelopak mata melemah seiring bertambahnya usia.
  • Cedera: Trauma pada mata atau kelopak mata dapat merusak saraf atau otot levator.
  • Operasi mata: Operasi katarak dapat menyebabkan ptosis akibat komplikasi pascaoperasi.
  • Faktor neurogenik: Gangguan saraf seperti sindrom horner dapat menyebabkan kerusakan pada otot levator.

Penanganan Ptosis

Penanganan ptosis tergantung pada tingkat keparahan dan penyebabnya. Jika tidak mengganggu aktivitas sehari-hari, ptosis mungkin tidak memerlukan perawatan. Namun, jika memengaruhi fungsi visual, beberapa opsi penanganan tersedia:

  • Operasi: Dilakukan pada anak-anak dengan ptosis kongenital untuk mencegah ambliopobia.
  • Obat-obatan: Diberikan jika ptosis disebabkan oleh kondisi medis lain seperti myasthenia gravis.
  • Kacamata khusus: Dirancang dengan penyangga kelopak mata untuk membantu mengangkat kelopak mata yang turun.

Kaila Azzahra

Penulis berita yang menggemari liputan ringan seputar tren, hiburan, dan dunia kreatif. Ia hobi mendengarkan musik pop, membuat catatan ide, dan memotret suasana kota. Menurutnya, kreativitas lahir dari rasa bahagia. Motto: "Tulislah apa yang bisa memberi senyum."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *