Tahapan Pemilihan Rektor Unhas 2026–2030 Memasuki Masa Pemaparan Visi dan Misi
Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2026–2030 telah memasuki tahap pemilihan tingkat Majelis Wali Amanat (MWA). Calon rektor yang mengikuti proses ini, Prof Sukardi Weda, terus mempersiapkan materi pemaparan visi dan misinya di hadapan para anggota MWA. Proses ini menjadi salah satu langkah penting dalam menentukan calon rektor yang akan memimpin universitas selama lima tahun ke depan.
Prof Sukardi Weda, seorang guru besar dari Universitas Negeri Makassar (UNM), menunjukkan ketertarikan publik dengan lolosnya ia ke tiga besar calon rektor Unhas. Keberhasilan ini tidak hanya berkat dukungan dari Senat Akademik, tetapi juga karena visi dan misi yang ia ajukan dinilai unik dan berbeda dari kandidat lainnya.
Visi dan Misi Prof Sukardi Weda
Dalam wawancara dengan awak media, Prof Sukardi Weda menyatakan bahwa setiap calon rektor memiliki visi dan misi masing-masing. Namun, ia ingin memberikan ciri khas yang membedakan dirinya dari yang lain. “Saya ingin ada perbedaan. Biasanya, visi dan misi berkutat pada tri dharma perguruan tinggi,” ujarnya.
Secara garis besar, Prof Sukardi Weda merancang tiga arah pembangunan utama untuk Unhas. Dua di antaranya adalah peningkatan reputasi akademik dan kesejahteraan sivitas akademika. Sementara satu arah pembangunan yang menarik perhatian publik adalah fokus pada kenyamanan lingkungan kampus.
Menurut Prof Sukardi, salah satu permasalahan yang sering dialami oleh kampus Unhas adalah kemacetan akses keluar-masuk kampus, terutama pada jam-jam sibuk pagi dan sore hari. Kemacetan panjang sering kali terjadi di pintu masuk 1 dan 2 kampus. Untuk mengatasi hal ini, ia mengusulkan pembangunan fly over atau jalan layang yang mulai dari lingkaran Unhas hingga menuju pusat kota.
Rencana Pembangunan Fly Over
Fly over ini direncanakan dibangun mulai dari perempatan tugu depan Hotel Unhas, lalu melintasi Jl Perintis Kemerdekaan menuju arah pusat kota. Dengan adanya jalan layang ini, diharapkan kemacetan dapat terurai dan akses ke kampus menjadi lebih lancar.
Prof Sukardi Weda menyatakan bahwa ia sudah siap untuk mempresentasikan Kertas Kerja di hadapan MWA Unhas. Dalam Kertas Kerja tersebut, terdapat 11 program kerja yang akan dijalankan jika dirinya terpilih sebagai rektor. Beberapa program utama mencakup:
- Fokus pendidikan dan pengajaran yang berstandar internasional.
- Penataan kelembagaan dan perbaikan sarana serta prasarana.
- Peningkatan kualitas dan kuantitas SDM.
- Peningkatan kualitas akademik, penelitian, HAKI, dan publikasi ilmiah.
- Program pengabdian kepada masyarakat.
- Tata kelola administrasi dan keuangan.
- Pembinaan kegiatan kemahasiswaan.
- Internasionalisasi bidang tridarma.
- Program kerjasama, kemitraan, dan jejaring.
- Pengelolaan dana dan keberlanjutan keuangan.
Komposisi Anggota Majelis Wali Amanat
Pemilihan di tingkat MWA Unhas dilaksanakan di Kampus Unhas Jakarta, Jalan Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat. Ketiga calon rektor akan berebut suara dari 17 sosok pemilik hak suara.
Di tubuh MWA Unhas terdapat 19 anggota. Namun, dua dari mereka tidak memiliki hak suara dalam pemilihan rektor, yaitu Rektor sementara menjabat (Prof Jamaluddin Jompa) dan Ketua Senat (Prof Baharuddin Thalib).
Berikut komposisi anggota MWA yang memiliki hak suara:
- Unsur Ex-Officio: 4 orang, termasuk Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Dikti Saintek) Brian Yuliarto, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) Unhas Andi Amran Sulaiman, dan Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unhas.
- Unsur Perwakilan Dosen: 8 orang, termasuk Prof Alimuddin Unde, Prof Andi Niartiningsih, Prof Andi Zulkifli, Prof Asmuddin Natsir, Prof Dwia Aries Tina, Prof Hasanuddin, Prof Kartini, dan Prof Arsyad Thaha.
- Unsur Perwakilan Tenaga Kependidikan: 2 orang, yaitu Fadly Rivai dan Jumiaty Nurung.
- Unsur Masyarakat: 3 orang, yakni Tony Wenas, Arsjad Rasjid, dan Prof Sangkot Marzuki.
Meskipun tidak memiliki hak suara, Prof Jamaluddin Jompa dan Prof Baharuddin Thalib tetap akan hadir dalam proses pemilihan ini.











