19 Dukungan DPD II, Jalannya Munafri Arifuddin Kian Mulus

Kekuatan DPD II Golkar Sulsel untuk Appi

Peluang Munafri Arifuddin (Appi) untuk menakhodai DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel) semakin terbuka lebar. Hingga menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda), Appi telah mengantongi dukungan mayoritas Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II kabupaten dan kota di Sulsel.

Sedikitnya 19 DPD II Partai Golkar telah menyatakan dukungan politiknya kepada Ketua DPD II Golkar Kota Makassar tersebut. Dukungan ini mempertegas posisi Appi sebagai kandidat terkuat dalam kontestasi Musda Golkar Sulsel.

Dukungan yang Meningkat

Dukungan itu kemudian bertambah setelah DPD II Golkar Kabupaten Luwu Timur dan Toraja Utara ikut merapat ke barisan pendukung Appi, sehingga total dukungan kini mencapai 19 DPD II. Hal ini menunjukkan bahwa arus dukungan dari tingkat kabupaten dan kota semakin kuat, yang dinilai sebagai cerminan keinginan kader di daerah untuk menghadirkan kepemimpinan yang solid dan mampu mengonsolidasikan kekuatan partai berlambang pohon beringin tersebut.

Pandangan Pengamat Politik

Pengamat politik sekaligus Direktur Nurani Strategic Consulting, Nurmal Idrus, menilai soliditas dukungan yang diberikan DPD II kepada Munafri merupakan sinyal positif bagi masa depan Partai Golkar di Sulawesi Selatan. Menurutnya, bertambahnya dukungan dari mayoritas DPD II ini semakin mempertegas posisi Munafri Arifuddin sebagai figur kuat dan potensial dalam kontestasi Musda Golkar Sulsel.

Ia menilai, derasnya dukungan DPD II kepada Appi sekaligus mencerminkan kuatnya harapan kader di daerah terhadap kepemimpinan yang mampu membawa Partai Golkar semakin solid. Menurutnya, menguatnya dukungan dari struktur partai di tingkat kabupaten dan kota menunjukkan adanya konsolidasi internal yang sehat.

Indikator Kebangkitan Partai

Menurut Nurmal, soliditas suara DPD II tidak hanya memperlihatkan kekuatan basis Munafri Arifuddin di akar rumput partai, tetapi juga menjadi indikator kebangkitan dan penguatan kembali suara Partai Golkar ke depan. Ia menegaskan bahwa solidnya dukungan DPD II kepada Munafri Arifuddin adalah hal yang sangat positif, karena membuktikan bahwa Golkar sedang berada dalam fase konsolidasi dan memiliki peluang besar untuk kembali bangkit dengan kepemimpinan yang kuat.

Peluang Aklamasi

Nurmal menilai, jika melihat eskalasi dukungan yang begitu masif dalam waktu relatif singkat, peluang Appi untuk menahkodai DPD I Partai Golkar Sulsel pada Musda mendatang kini berada di atas angin. Ia menilai bahwa dukungan 19 dari total 24 DPD II kabupaten dan kota di Sulsel bukan sekadar angka statistik semata, melainkan sinyal kuat adanya kehendak kolektif untuk melakukan regenerasi kepemimpinan di tubuh partai.

Konsolidasi Internal

Disebutkan bahwa angka 21 DPD II itu sangat menentukan. Dalam tradisi Golkar, suara DPD II adalah pemegang kunci. Ini menunjukkan bahwa Appi berhasil membangun simpul kepercayaan yang kuat di tingkat daerah. Nurmal juga menilai, dengan telah mengantongi mayoritas suara sah, baik secara tertulis maupun lisan, secara matematis posisi Munafri Arifuddin hampir sulit dibendung dalam Musda.

Bahkan, ia menilai peluang terpilihnya Appi secara aklamasi terbuka lebar jika tidak muncul dinamika signifikan menjelang pelaksanaan Musda. Peluang tersebut semakin menguat karena posisi Munafri Arifuddin saat ini dinilai sedang berada di puncak performa politiknya.

Kapasitas Kepemimpinan

Keberhasilannya mengelola DPD II Partai Golkar Kota Makassar, dan Wali Kota Makassar menjadi barometer penting bagi DPD II lain di Sulsel dalam melihat kapasitas kepemimpinannya. Para Ketua DPD II melihat Appi sebagai figur yang membawa energi baru. Apalagi memiliki logistik politik yang stabil serta kemampuan manajerial organisasi yang dibutuhkan Golkar untuk menghadapi tantangan politik dan pemilu ke depan.

Dukungan yang Menyebar

Bergabungnya DPD II Partai Golkar Luwu Timur dan Toraja Utara dalam barisan pendukung Munafri juga dinilai sebagai sinyal bahwa dukungan tersebut tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, tetapi telah mampu menembus basis-basis daerah yang sebelumnya masih dinamis. Hal ini memperlihatkan bahwa Appi dipandang sebagai figur jalan tengah yang mampu merangkul berbagai faksi di internal Golkar Sulsel yang selama ini dikenal memiliki dinamika politik yang kuat.

Perhatian terhadap DPP

Meski demikian, Nurmal mengingatkan bahwa Munafri tetap tidak boleh mengabaikan satu faktor krusial dalam kontestasi Musda Golkar Sulsel, yakni pendekatan dengan pengurus DPP di Jakarta. Meskipun dukungan DPD II telah mencapai sekitar 81 persen, keputusan akhir tetap melibatkan pertimbangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.

Penutup

Ketua Golkar Luwu Timur, Aripin, membenarkan langkah politik tersebut sebagai bentuk konsolidasi kader di daerah menjelang Musda. Golkar Luwu Timur menjadi DPD II ke-19 yang secara resmi menyatakan dukungan kepada Appi. “Kebersamaan DPD kabupaten/kota, Golkar Luwu Timur menjadi yang ke-20 menyerahkan rekomendasi kepada Pak Wali Kota Makassar. Kami melihat beliau figur yang baik dan memiliki kapasitas memimpin Golkar Sulsel,” katanya.

Ia menambahkan, seluruh kader Golkar di daerah tetap patuh dan loyal terhadap arahan Ketua Umum DPP Golkar, Bahlil Lahadalia, dalam proses Musda. Kepatuhan itu menjadi prinsip utama dalam pengambilan keputusan politik partai beringin. “Sebagai kader partai, tentu kami tunduk dan patuh pada petunjuk Ketua Umum DPP,” jelasnya.

Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *