Perdebatan Antara Arie Kriting dan Rizki Abdul Rahman
Arie Kriting, seorang komika ternama, terlibat dalam debat dengan Rizki Abdul Rahman, Ketua Presidium Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU), yang melaporkan Pandji Pragiwaksono ke polisi karena sebuah materi stand up comedy. Arie mempertanyakan urgensi dari tindakan Rizki tersebut.
Debat antara keduanya terjadi saat mereka menjadi narasumber pada program Kompas Petang di Kompas TV, Kamis (8/1/2026). Sebelumnya, Pandji dilaporkan oleh Rizki ke Polda Metro Jaya terkait pertunjukan komedi tunggal “Mens Rea” yang tayang di platform Netflix. Laporan tersebut telah terdaftar dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/Polda Metro Jaya, tanggal 8 Januari 2026.
Mens Rea adalah pertunjukan stand up comedy yang digelar secara tur di beberapa kota, dengan puncaknya di Indonesia Arena, Jakarta, pada Sabtu (30/8/2025). Penonton Mens Rea Jakarta mencapai lebih dari 10.000 orang, dan hingga Sabtu (27/12/2025), pertunjukan ini ditayangkan secara global di platform streaming video Netflix.
Sejak awal, Pandji sudah menarasikan bahwa “Mens Rea” akan membahas isu politik. Dalam penjelasannya, Arie Kriting menjelaskan bahwa tajuk “Mens Rea” yang dipakai Pandji menunjukkan bahwa materi komedi yang disiapkannya akan menyinggung soal politik dan menyebut sejumlah nama, tanpa niat jahat.
Dengan disclaimer “menurut keyakinan saya” yang ditekankan Pandji, menurut Arie, merupakan cara Pandji untuk menekankan haknya dalam kebebasan berpendapat. Ia mengatakan, “Makanya kenapa kontennya itu judulnya Mens Rea karena membahas kira-kira dalam hukum itu kebebasan berbicara itu sejauh mana.”
Arie juga menyentuh tokoh NU, yakni Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, yang pernah mengkritik kelakuan Anggota DPR seperti anak TK. Menurutnya, kritik Gus Dur yang lebih keras terhadap lembaga negara itu bisa diterima. Ia berkata, “Jangankan, Gus Dur saja itu loh bisa ngatain DPR itu kelakuannya seperti anak TK gitu loh. Tapi kita fun aja dengan hal semacam itu gitu loh.”
Arie meminta Rizki Abdul Rahman, yang juga menjadi narasumber pada dialog Kompas Petang itu, untuk tidak reaktif terhadap materi stand up comedy Pandji. Ia berkata, “Itu salah satu yang bikin saya mencintai NU itu, respect banget sama NU itu karena saya melihat banyak banget profil yang woles di NU gitu.”
Arie sempat bertanya langsung kepada Rizki, “Saya mau tanya maksudnya perlu enggak sih melakukan hal-hal seperti ini tuh?” Ia menegaskan bahwa kritik Gus Dur di masa lalu bisa diterima dengan santai. “Enggak, enggak perlu kayaknya deh sampai hukum ya,” tambahnya.
Rizki menjawab pertanyaan Arie secara langsung. Menurutnya, konteks waktu kritik Gus Dur dan Pandji berbeda, terutama terkait besarnya pengaruh media sosial dalam mempengaruhi seseorang pada masa kini. “Kalau dulu mungkin enggak perlu, kalau sekarang kayaknya perlu soalnya media sosial sekarang ini satu device saja bisa mempengaruhi 1000 orang,” katanya.
Arie tak puas dengan jawaban Rizki dan mempertanyakan kembali urgensi melaporkan Pandji dan materi lawakannya yang merupakan karya seni. “Perlu banget ya Mas memperkarakan sebuah karya seni gitu?” tanya Arie lagi.
Rizki menjelaskan bahwa menurutnya seseorang tetap harus dipagari etika saat berbicara di depan banyak orang. “Saya tidak mempersoalkan di sananya, tapi tentu harus ada batasan-batasan ketika menyampaikan itu di ruang umum, tidak berlindung di balik kalimat menurut pandangan saya.”
Arie masih belum bisa menerima jawaban Rizki dan mempertanyakan kembali mengapa sampai harus memperkarakan pendapat yang disampaikan pada pertunjukan komedi. “Keperluannya gitu apa? Apa, apa, apa perlunya untuk melakukan itu, Karena menurut saya, kalau sampean tidak setuju, dengan menyampaikan bahwa saya tidak setuju’ saja cukup deh,” kata Arie.
Rizki merasa perlu melapor ke polisi agar yang disampaikan Pandji tidak diaminkan publik. “Supaya ke depan Bang Arie, kita anak-anak muda ini diberikan edukasi yang baik begitu. tidak menjadikan bahwa apa yang disampaikan oleh Panji ini seolah-olah menggurui kita semua dan diaminkan gitu loh bahasanya dia itu,” ujar Rizki.
Pelaporan
Sebelumnya, Rizki melaporkan Pandji dengan mendatangi langsung Polda Metro Jaya pada Kamis (8/1/2026). “Kami pada kesempatan malam hari ini Alhamdulillah dalam rangka untuk melaporkan salah satu seniman stand up comedian yang belakang ramai diperbincangkan. Inisialnya P,” kata Rizki kepada wartawan.
Rizki menyebut Pandji Pragiwaksono dalam penampilannya di Mens Rea telah merendahkan dan memfitnah NU serta Muhammadiyah. “Beliau merendahkan, memfitnah, dan cenderung menimbulkan kegaduhan di ruang media dan memecah belah bangsa, menimbulkan keresahan terhadap, khususnya kami sebagai anak muda Nahdliyin dan teman saya sebagai Aliansi Muda Muhammadiyah,” ujar dia.
Ia mengungkapkan, salah satu materi yang dibawakan Pandji yaitu terkait izin pengelolaan tambang yang diberikan kepada NU dan Muhammadiyah. Ia juga menilai anggapan bahwa NU dan Muhammadiyah terlibat politik praktis merupakan fitnah. “Lalu narasi fitnahnya adalah menganggap NU dan Muhammadiyah terlibat dalam politik praktis. Terus kemudian, ini disampaikan seolah-olah NU dan Muhammadiyah mendapatkan tambang, imbalan begitu ya, karena telah memberikan suaranya terhadap kontestasi pemilu yang kemarin,” ungkap Rizki.












