Sekolah Rakyat Terintegrasi 18 Tuban: Harapan Baru bagi Anak-anak Kurang Mampu
Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 18 Tuban telah menjadi solusi bagi banyak keluarga yang kesulitan membiayai pendidikan anak-anaknya. Dengan jumlah siswa sebanyak 50 orang, sekolah ini menawarkan fasilitas lengkap dan program pendidikan yang terstruktur mulai dari jenjang SMP hingga SMA.
Kehidupan Siswa di Sekolah Rakyat
Muhammad Ali Alamsyah, seorang remaja berusia 17 tahun asal Desa Temayang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, adalah salah satu siswa yang kembali bersekolah setelah sempat putus. Ia dulu harus bekerja sebagai nelayan karena keterbatasan ekonomi. Namun, dengan adanya SR, ia kembali mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikannya.
Ali mengikuti kegiatan belajar mengajar di ruang kelas dan juga aktif dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti olahraga dan kegiatan sosial. Seluruh kebutuhan sehari-hari dan perlengkapan sekolah telah disediakan oleh pihak sekolah.
Selain Ali, Putri Dista Andriyani, seorang siswi SMA asal Desa Margorejo, juga merasakan manfaat dari SR. Sebelum masuk SR, Putri sempat mengenyam pendidikan di sebuah SMP setempat. Kini, ia merasa lebih nyaman dan bahagia di SR, meskipun awalnya merasa sedih karena jauh dari orang tua.
Fasilitas Lengkap dan Lingkungan Asrama
Putri menyebutkan bahwa fasilitas yang disediakan SR sangat lengkap, termasuk perlengkapan sekolah seperti buku, tas, pensil, serta handuk dan perlengkapan mandi di asrama. Selain itu, siswa diberi kesempatan untuk menggunakan ponsel seminggu sekali untuk berkomunikasi dengan keluarga.
Di SR Terintegrasi 18 Tuban, siswa tinggal di asrama dan menjalani kehidupan bersama. Meski awalnya ada beberapa siswa yang mengundurkan diri karena tidak bisa beradaptasi, kini jumlah siswa kembali mencapai 50 orang.
Perkembangan Sekolah Rakyat di Tuban
Sekolah Rakyat di Tuban saat ini masih menempati lokasi sementara, yaitu di area UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Tuban. Namun, pada tahun ini, SR Terintegrasi 18 Tuban direncanakan akan pindah ke gedung permanen yang berlokasi di Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban, dengan luas lahan sekitar 7 hektare.
Sejak pertama kali menerima siswa pada 14 Agustus 2025, SR Terintegrasi 18 Tuban memiliki dua rombongan belajar, masing-masing terdiri dari 25 siswa jenjang SMP dan 25 siswa jenjang SMA.
Target Jangka Panjang dan Pengembangan Sekolah
Pada tahun ajaran 2026/2027, SR Terintegrasi 18 Tuban akan membuka jenjang SD. Sementara itu, jenjang SMP tetap dibuka satu rombongan belajar, dan jenjang SMA akan ditambah menjadi dua rombongan belajar.
Target jangka panjang sekolah ini adalah mampu menampung hingga 1.000 siswa. Untuk mencapai target tersebut, pihak sekolah akan menyesuaikan kebutuhan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan secara bertahap.
Dinamika Guru dan Metode Pembelajaran
Guru-guru di SR Terintegrasi 18 Tuban berasal dari berbagai daerah, sehingga mereka harus beradaptasi dengan lingkungan dan budaya setempat. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah cuaca yang panas dan penggunaan bahasa Jawa oleh siswa.
Metode pembelajaran di SR juga dibuat lebih fleksibel dan edukatif, terutama untuk siswa yang pernah putus sekolah. Para guru sering menggunakan metode permainan edukatif agar pembelajaran lebih menarik dan mudah dipahami.
Manfaat bagi Wali Murid
Program SR juga memberikan harapan baru bagi para wali murid. Salah satunya adalah Rukanah, warga Desa Senori, Kecamatan Merakurak, yang merasa terbantu dengan hadirnya SR. Anaknya yang memiliki kebutuhan khusus dapat bersekolah tanpa khawatir tentang biaya.
Rukanah mengaku tidak pernah mengeluarkan biaya tambahan selama anaknya bersekolah di SR. Bahkan, semua kebutuhan siswa sudah disediakan oleh pihak sekolah.
Dengan kehadiran SR, banyak keluarga kurang mampu mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan anak-anaknya. Program ini diharapkan mampu mengangkat anak-anak dari kemiskinan dan memberi masa depan yang lebih cerah.












