Profil Oliver Sykes, Vokalis Inggris yang Sukses Bersama Bring Me The Horizon

Profil Oliver Sykes di Dunia Musik

Oliver Sykes adalah salah satu nama yang sangat dikenal dalam dunia musik, khususnya sebagai vokalis dari band Bring Me The Horizon (BMTH). Keberhasilannya dalam membawa band ini ke tingkat internasional tidak diragukan lagi. Dengan bakat dan dedikasi yang luar biasa, ia berhasil menciptakan dampak besar dalam industri musik.

Latar Belakang Oliver Sykes

Oliver Scott Sykes, yang lebih dikenal dengan nama Oliver Sykes atau Oli Sykes, lahir di Ashford, Kent, Inggris pada 20 November 1986. Ia merupakan putra dari Ian Sykes dan Carol Sykes. Selain itu, ia juga memiliki seorang kakak laki-laki bernama Tom Sykes. Kehidupan pribadinya sempat menjadi perhatian publik setelah ia menikah dengan Alissa Salls pada tahun 2017.

Sebelum menetap di Inggris, Oliver Sykes pernah tinggal di Australia. Setelah itu, ia kembali ke Inggris dan tinggal di Sheffield, kota yang menjadi awal perjalanan karier musiknya. Menariknya, Oliver Sykes diketahui sering mengalami sleep paralysis, yang dikenal masyarakat Indonesia sebagai “tindihan”.

Awal Perjalanan di Dunia Musik

Minat Oliver Sykes terhadap musik mulai berkembang saat ia bersekolah di Stocksbridge High School, kemudian melanjutkan pendidikan di Barnsley College. Di lingkungan sekolah inilah ia aktif terlibat dalam berbagai proyek musik dan acara lokal.

Sebelum menjadi vokalis BMTH, Oliver Sykes pernah membentuk grup hip-hop bernama Womb 2 Da Tomb. Namun, jalan hidupnya berubah ketika ia memutuskan untuk menekuni musik ekstrem dan akhirnya menjadi vokalis band deathcore, Bring Me The Horizon.

Pembentukan Band Bring Me The Horizon

Band Bring Me The Horizon resmi dibentuk pada tahun 2004 di Sheffield, Inggris. Formasi awal band ini terdiri dari Oliver Sykes (vokal), Lee Malia (gitar), Matt Kean (bass), Matt Nicholls (drum), dan Jordan Fish (keyboard).

Di masa awal, Bring Me The Horizon mengusung genre musik yang dipengaruhi oleh berbagai aliran seperti metalcore, punk, thrash metal, hingga melodic death metal. Nama band ini terinspirasi dari dialog ikonik karakter Jack Sparrow dalam film Pirates of the Caribbean: The Curse of the Black Pearl, yaitu kalimat “Now, bring me that horizon.”

Selain vokal scream yang agresif, penampilan Oliver Sykes yang identik dengan gaya emo, rambut panjang, tindik, serta tato di lengan dan leher turut mendongkrak popularitas band. Citra tersebut membuat BMTH sering dilabeli sebagai band screamo atau post-hardcore, meski pada awalnya sangat lekat dengan deathcore.

Pada masanya, Bring Me The Horizon bahkan disebut sebagai salah satu ikon deathcore dunia, sejajar dengan band Amerika Serikat, Suicide Silence. Oliver Sykes juga kerap disandingkan dengan mendiang Mitch Lucker karena gaya panggung dan vokal yang sama-sama intens.

Puncak Karier dan Evolusi Musik BMTH

Karier Oliver Sykes bersama Bring Me The Horizon mulai bersinar saat mereka merilis album debut Count Your Blessings pada tahun 2006. Lagu seperti “Pray for Plagues” menjadi simbol kuat era deathcore BMTH, dengan distorsi gitar cepat, double pedal drum, dan scream yang brutal.

Namun, citra BMTH perlahan berubah. Pada 2013, band ini merilis album Sempiternal, yang menandai pergeseran signifikan ke arah musik yang lebih eksperimental. Transformasi ini semakin kentara lewat album That’s the Spirit (2015) dan Amo (2019) yang membawa mereka ke ranah alternative rock hingga pop rock.

Lagu-lagu seperti “Mantra” dan “Medicine” bahkan terdengar jauh dari akar musik keras mereka, sekaligus memperluas basis penggemar BMTH secara global.

Daftar Album Bring Me The Horizon

Berikut adalah daftar album dari Bring Me The Horizon:

  • Count Your Blessings (2006)
  • Suicide Season (2008)
  • There Is a Hell Believe Me I’ve Seen It. There Is a Heaven Let’s Keep It a Secret. (2010)
  • Sempiternal (2013)
  • That’s the Spirit (2015)
  • Amo (2019)

Itulah profil lengkap tentang Oliver Sykes yang telah diulas.

Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *