Tips Penting untuk Mensterilisasi Kucing
Bagi para pencinta kucing (cat-lovers) yang ingin mensterilisasi anabul kesayangan, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan. Mensterilisasi kucing tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan hewan itu sendiri, tetapi juga membantu mengendalikan populasi kucing dan mencegah perilaku yang tidak diinginkan.
Waktu Terbaik untuk Sterilisasi
Menurut Drh. Frengky Chandra Parlinda, seorang dokter hewan yang berpraktik di Kauman, Cangakan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, kucing sebaiknya disterilisasi sebelum memasuki fase birahi. Tujuannya adalah agar kucing tidak memiliki ingatan atau kebiasaan buruk saat dalam fase birahi, seperti mengeong keras atau menyemprotkan urine ke mana-mana.
Namun, jika kucing sudah masuk fase birahi, sterilisasi sebaiknya dilakukan setelah fase tersebut mereda. Hal ini karena pada masa birahi, pembuluh darah mengalami pelebaran, sehingga risiko pendarahan selama operasi meningkat.
“Usia terbaik untuk sterilisasi adalah sebelum fase birahi muncul. Namun, jangan melakukan sterilisasi terlalu dini. Umumnya, sterilisasi dilakukan ketika kucing berusia enam bulan atau saat testis kucing jantan sudah teraba,” ujar Drh. Chandra.
Syarat Kesehatan Sebelum Sterilisasi
Sebelum melakukan sterilisasi, kucing perlu dipastikan dalam kondisi sehat. Drh. Chandra menyarankan agar kucing divaksin terlebih dahulu untuk melindungi dari risiko penyakit pasca-operasi. Meski demikian, cek darah tidak selalu diperlukan, tergantung pada kondisi kucing dan persetujuan pemilik.
“Kami lebih menyarankan kucing yang sudah divaksin, karena akan lebih aman dari penularan penyakit pasca-operasi. Pemeriksaan darah bisa dilakukan secara opsional tergantung kondisi dan persetujuan pemilik,” jelasnya.
Selain itu, berat badan kucing bukanlah patokan pasti untuk sterilisasi. Berat badan bisa bervariasi tergantung ras dan jenis kelamin kucing. Yang utama adalah usia enam bulan atau saat testis kucing jantan sudah teraba.
Persiapan Sebelum Operasi
Pemilik kucing juga perlu mempersiapkan kondisi kucing sebelum operasi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Kucing harus dipuasakan minimal enam jam sebelum tindakan.
- Induk kucing yang sedang menyusui anaknya sebaiknya disapih terlebih dahulu, minimal tujuh hari sebelum sterilisasi.
- Pastikan kucing tidak sedang hamil.
- Kucing tidak boleh berasal dari lingkungan yang sama dengan kucing lain yang sakit menular.
“Pada saat sebelum dilakukan tindakan sterilisasi, dokter hewan akan melakukan pemeriksaan skrining awal untuk syarat operasi,” ujar Drh. Chandra.
“Pemilik juga harus mempersiapkan kondisi supaya bisa dilakukan tindakan operasi. Di antaranya, kucing sudah dipuasakan minimal enam jam sebelum tindakan, kucing harus dikandangkan supaya kondisi relatif stabil dan tidak makan,” tambahnya.
Proses Pemulihan Setelah Sterilisasi
Setelah operasi, proses pemulihan umumnya berlangsung selama sekitar dua minggu. Namun, lama pemulihan bisa berbeda-beda tergantung sifat individu kucing.
“Untuk lama perawatan kucing pascaoperasi kembali lagi tergantung pada individu, karena sifat antara kucing satu dan lainnya berbeda, ada yang terbiasa dikandang, ada yang tidak terbiasa, hal ini berkaitan dengan stress,” ujar Drh. Chandra.
“Namun, pada dasarnya kesembuhan luka berlangsung selama 14 hari,” tambahnya.
Pengalaman Pemilik Kucing
Dzurriyah, seorang pemilik kucing asal Banjarsari, Kota Surakarta, mengungkapkan manfaat yang dirasakan setelah anabulnya disterilisasi. Ia mengatakan, kucing jantannya yang sudah dikebiri kini jauh lebih tenang dan tidak lagi keluyuran mencari pasangan.
“Jadi lebih kalem, nggak kayak Bang Toyib lagi, nggak terlalu suka berantem lagi,” kata Dzurriyah.
“Jadi lebih anteng. Makan, berak, tidur, kegiatan sehari-harinya,” tambahnya.












