Pesan Andy F Noya di UT Purwokerto: Temukan Lentera Jiwa dan Semangat

Seminar Akademik: Transformasi Pendidikan Tinggi Terbuka

Purwokerto – Jurnalis sekaligus presenter ternama, Andy Flores Noya, memberikan motivasi kepada ratusan calon wisudawan Universitas Terbuka (UT) Purwokerto di Aula Lantai 4 Kantor UT Purwokerto, Senin (9/2/2026). Seminar akademik dengan tema “Transformasi Makna Pendidikan Tinggi Terbuka: Menyatukan Responsibiliti SDM dan Akses Ilmu Berkelanjutan” ini dihadiri oleh sebanyak 884 peserta.

Kegiatan dibuka secara langsung oleh Direktur UT Purwokerto, Dr Prasetyarti Utami. Selain Andy F Noya, seminar ini juga menghadirkan Prof Ojat Darojat, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan Kemenko PMK.

Mengajak Mahasiswa untuk Mencari Passion

Dalam dialog yang interaktif, Andy F Noya memulai dengan menanyakan kepada peserta, siapa yang merasa deg-degan, gundah atau khawatir tidak akan mendapatkan pekerjaan sesuai yang diinginkan. Ia juga bertanya, siapa mahasiswa yang bahagia dengan pilihan program studinya. Beberapa peserta menjawab dengan mengangkat tangan, menunjukkan kebahagiaan mereka terhadap pilihan studi yang diambil.

Andy menyampaikan bahwa stigma bahwa lulusan UT tidak memiliki masa depan adalah hal yang aneh. Ia menilai UT sebagai pintu yang sangat diinginkan dan didambakan, serta telah membantu banyak anak-anak di seluruh Indonesia. Menurutnya, UT sangat signifikan dalam membantu semua anak-anak Indonesia menggapai mimpinya, terutama bagi mereka yang tidak memiliki kesempatan atau kemewahan masuk ke universitas konvensional, termasuk yang harus bekerja sambil belajar.

Inspirasi dari Film 3 Idiots

Dalam seminar yang berlangsung interaktif, Andy menunjukkan poster film India berjudul 3 Idiots yang dibintangi Aamir Khan sebagai Rancho. Film tersebut sangat melekat di ingatannya dan masih relevan hingga saat ini. Ia menilai film tersebut penuh inspirasi dan memberikan banyak tafsir.

Menurut Andy, film tersebut membuka pikirannya tentang passion atau lentera jiwa, sesuatu yang disukai dan membuat bahagia. Ia bercerita tentang masa kecilnya yang disekolahkan oleh ayahnya di ST (setingkat SMP) karena kemiskinan. Setelah lulus dari ST, ia melanjutkan di STM. Namun, ia tidak merasakan bahagia karena kesukaannya adalah puisi dan sajak.

Mencari Bahagia dalam Pendidikan

Andy mengatakan, film 3 Idiots masih relevan karena hingga saat ini banyak anak-anak menjalani kuliah tidak sesuai passion-nya, tetapi lebih karena keinginan orangtua atau dorongan pacar. Ia menilai, cara berpikir serupa terjadi di seluruh dunia, ketika orangtua berpikir bahwa kesuksesan materi akan membuat anak bahagia.

Ia berhasil mengambil program studi yang sesuai passion-nya, yaitu jurnalistik, dan menjadi wartawan. Namun, ia menilai masih banyak anak-anak di Indonesia yang terjebak dan menderita karena pilihan yang tidak dikehendaki atau terpaksa. Esensi kehidupan, menurutnya, adalah mencari kebahagian.

Semangat Baru dari Seminar

Seorang mahasiswa, Didianto (26), mengatakan bahwa ia merasa lebih semangat setelah mengikuti seminar akademik yang salah satu pembicaranya adalah Andy F Noya. Secara garis besar, calon wisudawan diminta untuk semangat lagi terutama dalam menggapai mimpi. Ia sendiri merupakan mahasiswa program studi manajemen dan sudah bekerja sebagai karyawan swasta.

“Acara tadi sangat berkesan terutama saat penyampaian materi dari Pak Andy. Tadi sempat diputar kisah motivasi anak pemulung yang dapat beasiswa S2,” katanya.

Ghufron (40), calon wisudawan dari program studi sistem informasi, juga menyampaikan bahwa motivasi yang didapatkannya adalah tentang cara mengatur mindset dan passion. Ia mengaku mendapatkan banyak inspirasi dan pandangan baru dalam seminar akademik tersebut.

Bekal untuk Alumni

Direktur UT Purwokerto, Dr Prasetyarti Utami, mengungkapkan bahwa seminar akademik ini merupakan kegiatan wajib yang diselenggarakan sebelum pelaksanaan wisuda. Tujuannya untuk memberikan tambahan wawasan dan ilmu sebagai bekal kepada alumni agar bisa berkiprah di dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara, maupun di lingkungan kerja masing-masing.

Tema yang diangkat sangat relevan, di tengah dinamika pendidikan tinggi saat ini, percepatan digitalisasi, dan kebutuhan pasar kerja yang berubah sangat cepat. Prasetyarti menambahkan bahwa UT tidak hanya tempat untuk menuntut ilmu, tapi juga membangun karakter, kapastian, dan ujian hidup yang jelas.

Dia berharap para alumni bisa memiliki awareness dan karakter baik yang selalu menjaga citra positif UT. Ia juga berharap peran lulusan perguruan tinggi mampu memberikan kontribusi terhadap transformasi digital sekaligus bagaimana tantangan inklusivitas yang ada di Indonesia.

Denis

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *