Budaya  

Makna Defensif dalam Bahasa Gaul dan Melayu Riau

Pengertian Defensive dalam Bahasa Gaul dan Bahasa Melayu Riau

Defensive adalah istilah yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, baik dalam bahasa formal maupun pergaulan. Di kalangan kaula muda, terutama di daerah seperti Pekanbaru dan Riau secara umum, kata ini memiliki makna yang berbeda-beda tergantung konteks penggunaannya. Artikel ini akan menjelaskan arti defensive dalam Bahasa Gaul dan Bahasa Melayu Riau agar pembaca dapat memahami dengan lebih baik.

A. Arti Defensive dalam Bahasa Gaul

Secara umum, defensive dalam Bahasa Gaul merujuk pada sikap seseorang yang membela diri, merasa tersinggung, atau mencoba melindungi diri dari serangan verbal. Dalam percakapan sehari-hari, ada beberapa istilah gaul yang bisa digunakan sebagai pengganti kata defensive. Berikut penjelasannya:

  • Baper: Singkatan dari “bawa perasaan”, menggambarkan seseorang yang mudah tersinggung atau terlalu sensitif terhadap perkataan orang lain. Contoh: Dia baperan banget sih, dikritik dikit langsung ngambek.
  • Nggak terima: Frasa ini digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tidak mau menerima kritik atau saran. Contoh: Dia nggak terima banget dibilang salah, padahal emang salah.
  • Ngeyel: Menggambarkan seseorang yang suka membantah atau berdebat, meskipun sudah jelas salah. Contoh: Dia ngeyel banget, susah dibilangin.
  • Songong: Menggambarkan seseorang yang sombong atau angkuh, dan tidak mau mendengarkan pendapat orang lain. Contoh: Dia songong banget, kayak paling bener aja.
  • Sewot: Menggambarkan seseorang yang merasa kesal atau marah karena tersinggung. Contoh: Dia sewot banget pas dibilang gendutan.
  • Panasan: Menggambarkan seseorang yang mudah terpancing emosinya atau merasa tersaingi. Contoh: Dia panasan banget, dikalahin dikit langsung marah.
  • Drama: Digunakan untuk menggambarkan seseorang yang bereaksi berlebihan terhadap situasi tertentu. Contoh: Nggak usah drama deh, biasa aja kali.
  • Lebay: Singkatan dari “berlebihan”, menggambarkan seseorang yang bereaksi terlalu berlebihan terhadap sesuatu. Contoh: Lebay banget sih reaksinya, kayak kiamat aja.
  • Nyolot: Menggambarkan seseorang yang bersikap kasar atau tidak sopan karena merasa tersinggung. Contoh: Nggak usah nyolot deh, santai aja.

Contoh kalimat:
– Dia baper banget sih, dikritik dikit langsung nangis. (Mirip dengan He’s so defensive, he cries when he’s criticized.)
– Nggak usah ngeyel deh, udah jelas salah juga. (Mirip dengan Don’t be so defensive, you’re clearly wrong.)
– Dia sewot banget pas dibilang pendek. (Mirip dengan She got so defensive when she was called short.)
– Nggak usah lebay deh, biasa aja kali dikritik. (Mirip dengan Don’t be so defensive, it’s just criticism.)

B. Arti Defensive dalam Bahasa Melayu Riau

Dalam Bahasa Melayu Riau, defensive memiliki makna yang mirip dengan bahasa gaul, tetapi dengan nuansa lokal yang lebih kental. Berikut beberapa istilah yang digunakan:

  • Sentap: Menggambarkan seseorang yang mudah tersinggung atau marah karena merasa disindir atau dikritik.
  • Naik angin: Frasa ini menggambarkan seseorang yang tiba-tiba marah atau emosi karena merasa tersinggung.
  • Tak bulih ditegur: Frasa ini menggambarkan seseorang yang tidak mau menerima teguran atau kritik.
  • Membela diri: Secara langsung berarti membela diri, tetapi bisa juga digunakan untuk menggambarkan sikap defensif yang berlebihan.
  • Melenting: Menggambarkan seseorang yang bereaksi keras atau berlebihan terhadap sesuatu yang dianggap sebagai serangan.
  • Cepat terasa: Frasa ini menggambarkan seseorang yang mudah merasa tersinggung atau sensitif.
  • Berkeras: Menggambarkan seseorang yang bersikeras dengan pendapatnya sendiri dan tidak mau mendengarkan orang lain.
  • Tak nak kalah: Frasa ini menggambarkan seseorang yang tidak mau mengakui kesalahan atau kekalahan.
  • Bengong: Menggambarkan seseorang yang marah dan diam karena merasa tersinggung. (Kata ini lebih menggambarkan akibat dari sikap defensif).

Contoh kalimat:
– Dio tu sentap sikit, terus naik angin. (Dia itu tersinggung sedikit, terus naik angin.)
– Budak tu memang tak bulih ditegur, melawan je kerjanya. (Anak itu memang tidak bulih ditegur, melawan saja kerjanya.)
– Tak payah membela diri sangatlah, salah tu salah je. (Tak payah membela diri sangatlah, salah itu salah saja.)
– Dio melenting bila dituduh mencuri. (Dia melenting bila dituduh mencuri.)
– Cepat terasa betul dio ni, susah nak bergurau. (Cepat terasa betul dia ini, susah nak bergurau.)
– Jangan berkeras sangat, dengar dulu apa kata orang. (Jangan berkeras sangat, dengar dulu apa kata orang.)
– Dio tak nak kalah, walaupun salah tetap nak menang. (Dia tak nak kalah, walaupun salah tetap nak menang.)
– Lepas kena marah, dio bengong je tak cakap apa-apa. (Lepas kena marah, dia bengong saja tak cakap apa-apa.)

Penggunaan kata dan frasa ini memberikan nuansa yang lebih lokal dan relatable dalam menggambarkan sikap defensif dalam percakapan sehari-hari di Riau.


Adriatno Majid

Seorang penulis berita online yang mengutamakan kecepatan dan ketelitian dalam menyampaikan informasi terkini kepada pembaca. Aktif mengikuti perkembangan isu sosial dan digital. Memiliki hobi membaca artikel sejarah, bersepeda pagi, serta memotret momen sederhana yang menarik. Baginya, proses menulis adalah ruang untuk melihat dunia lebih dekat. Motto hidupnya: "Informasi yang jujur adalah fondasi kepercayaan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *