SEA Boulder League 2026: Panggung Baru Atlet Panjat Tebing Asia Tenggara Menuju Dunia

SEA Boulder League 2026 Resmi Digelar di Jakarta

Seri pertama dari SEA Boulder League 2026 resmi digelar di Jakarta, pada hari Sabtu (14/2/2026) dan Ahad (15/2/2026). Ajang ini bukan sekadar kompetisi panjat tebing kategori bouldering, tetapi juga menjadi panggung untuk mengasah kemampuan atlet Asia Tenggara agar siap tampil di level internasional.

Director of Boulder Planet Indonesia, Ronald Fedora Pudjiono, menjelaskan bahwa liga ini dirancang sebagai rangkaian tiga seri yang akan berlangsung di Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Menurutnya, konsistensi kompetisi regional sangat penting agar atlet tidak hanya bergantung pada satu event besar.

“Perkembangan atlet tidak bisa hanya bergantung pada satu event saja. Dengan adanya liga ini, mereka memiliki panggung yang konsisten dan bertaraf internasional,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (14/2/2026).

Tahun ini, sebanyak 180 atlet dari 13 negara ambil bagian. Kategori yang dipertandingkan meliputi open, intermediate, dan novice (pemula). Di kategori open, nama-nama terbaik Asia Tenggara turun gunung, termasuk juara SEA Games. Salah satunya adalah Ardana Cikal Damarwulan.

Event Director SEA Boulder League, Patrice Claire Bayo Verosil, menekankan pentingnya standar kompetisi regional yang setara dengan internasional. “Jika kita ingin atlet Asia Tenggara tampil di Olimpiade, kita harus siapkan platform dengan standar tinggi. Kita pergi bersama mereka,” katanya.

Teknik dan Strategi dalam Bouldering

Dari sisi teknis, Head Setter Boulder Planet Singapore, Brandon Gwee, memastikan rute untuk ajang ini dirancang adil bagi atlet dengan latar belakang latihan berbeda. Tim setter lintas negara bekerja sama agar tantangan tetap seimbang. Namun, makin menuju putaran final, tantangan dibuat semakin berat.

“Kami ingin mendorong atlet melampaui batasnya dan menciptakan momen yang membuat penonton takjub,” ujarnya.

Cikal, perebut emas panjat tebing kategori lead di SEA Games 2025, mengatakan bahwa pencapaiannya di Thailand hanyalah awal. “SEA Games itu baru permulaan. Target besar saya World Cup, Asian Championship, dan Olimpiade,” kata Cikal.



Dari kiri ke kanan: Event Director of SEA Boulder League Patrice Claire Bayo Verosil, atlet panjat tebing Indonesia Ardana Cikal Damarwulan, Director of Boulder Planet Indonesia Ronald Fedora Pudjiono, dan Head Setter of Boulder Planet Singapore Brandon Gwee. – (/Israr Itah)

Mengapa Memilih Bouldering dan Lead?

Cikal memilih fokus pada bouldering dan lead karena dinilai lebih variatif dibanding cabang speed yang sudah menghasilkan emas Olimpiade dan jadi andalan Indonesia. “Speed itu rutenya sama. Kalau lead dan bouldering, setiap kompetisi beda. Saya bisa lebih kreatif,” ujar atlet 15 tahun ini memberikan alasan.

Saat ini, Cikal tengah fokus pemulihan cedera ringan dan mempersiapkan diri menghadapi musim kompetisi Mei hingga Desember. Namun, ia tetap tampil pada ajang SEA Boulder League 2026 seri pertama dari tiga putaran ini.

Membaca Rute dengan Strategi

Bouldering bukan hanya soal kekuatan otot. Di balik setiap lompatan dan pijakan, ada strategi membaca rute yang menentukan kemenangan. Itulah yang membedakan bouldering dari disiplin speed di panjat tebing. Speed mengandalkan pola gerak berulang di rute yang punya pola sama.

Dalam format standar yang merujuk regulasi International Federation of Sport Climbing (IFSC), babak final SEA Boulder League terdiri atas empat rute berbeda. Setiap rute bernilai maksimal 25 poin sehingga total skor sempurna mencapai 100 poin.

Atlet dinyatakan menyelesaikan rute jika berhasil memegang “top” dengan kedua tangan secara terkendali. Namun, jumlah percobaan atau attempt ikut menentukan nilai akhir. Setiap satu attempt mengurangi poin dari skor maksimal.

Artinya, atlet yang menuntaskan satu rute dalam satu attempt akan meraih 25 poin penuh. Jika butuh dua attempt, nilainya dikurangi. Perbedaan nilai ini kerap menjadi penentu podium.

Selain top, terdapat pula “zone” atau pegangan antara yang bernilai parsial. Jika atlet hanya mencapai zone tanpa top, ia tetap memperoleh poin, meski tidak maksimal. Sistem ini membuat persaingan semakin ketat karena setiap detail diperhitungkan.

Persaingan yang Ketat

Pada ajang SEA Boulder League 2026, babak semifinal diikuti 24 atlet terbaik, lalu mengerucut menjadi delapan finalis. Jalur semifinal dibongkar total sebelum final sehingga peserta tak bisa mengandalkan hafalan.

“Setiap attempt itu sangat berarti. Dua atlet bisa sama-sama top, tapi yang menang adalah yang lebih efisien,” ujar Ronald. Karena itu, kemampuan analisis sebelum memulai rute menjadi kunci.

Salah satu atlet yang menaruh perhatian pada aspek taktik adalah Cikal. Ia memilih fokus pada lead dan bouldering karena variasi gerakannya menuntut kreativitas dan pembacaan rute yang matang.



Arena SEA Boulder League di Boulder Planet Indonesia, Jakarta. – (/Israr Itah)

Dengan mayoritas peserta berasal dari Indonesia dan kompetisi digelar dalam tiga seri—Jakarta, Malaysia, dan Filipina—liga ini tak hanya menjadi ajang unjuk kekuatan, tetapi juga tempat mengasah para atlet Asia Tenggara menuju level dunia. Pihak penyelenggara akan menobatkan pemenang tiap seri. Ada juga pemenang secara keseluruhan dengan akumulasi nilai dari tiga seri yang diikuti.

Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *