Kritik Pedas Bonek pada Milos Raickovic Usai Kekalahan Persebaya Surabaya
Persebaya Surabaya kembali menelan kekalahan di pekan 21 Super League 2025/2026. Tim berjuluk Bajul Ijo harus mengakui keunggulan Bhayangkara FC dengan skor 1-2. Kekalahan ini menjadi langkah mundur setelah sebelumnya mencatatkan 13 laga tanpa kekalahan. Laga yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (14/2/2026), menjadi momen penting yang menyoroti performa gelandang asal Montenegro, Milos Raickovic.
Dalam pertandingan tersebut, dua gol cepat Bhayangkara FC lahir di babak pertama melalui Moussa Sidibe pada menit ke-8 dan Privat Mbarga di menit ke-25. Kedua gol itu menjadi pukulan telak bagi Persebaya Surabaya. Di tengah situasi ini, perhatian publik langsung tertuju pada Milos Raickovic, yang diharapkan bisa mengatur ritme permainan di lini tengah.
Beberapa kesalahan elementer dari Milos dinilai memberi celah bagi Bhayangkara FC untuk memperoleh peluang emas. Hal ini membuat suporter Persebaya, Bonek, merasa kecewa dan langsung melontarkan kritik pedas terhadap performa sang pemain.
- “Milos out,” tulis salah satu penggemar.
- “Milos g enak blass,” ujar Bonek lainnya.
- “Milos gaiso ngumpan ta lek ng ngarep?,” tanya Bonek yang mempertanyakan kualitas umpan Milos.
- “Istighfar ndelok miloss,” timpal suporter lainnya.
Kritik-kritik ini menunjukkan bahwa Bonek merasa tidak puas dengan permainan Milos, yang dianggap tidak mampu memberikan kontribusi signifikan dalam pertandingan tersebut.
Secara statistik, Milos Raickovic bermain penuh selama 90 menit. Ia mencatatkan lima total attempts sepanjang pertandingan. Dari lima percobaan tersebut, hanya satu yang tepat sasaran. Akurasi tembakannya berada di angka 20 persen, angka yang belum cukup memberi ancaman berarti bagi lawan.
Dalam hal distribusi bola, Milos membukukan 20 umpan dengan 14 di antaranya sukses. Akurasi umpannya berada di angka 70 persen. Meski angka ini terlihat lumayan, namun efektivitasnya di lapangan masih diragukan. Hanya satu umpan terobosan yang berhasil ia lepaskan sepanjang laga.
Kontribusi duel udara juga minim dengan dua umpan kepala. Di sektor dribel, ia mencatat dua kali percobaan. Masalah utama terlihat pada momentum babak pertama saat Persebaya Surabaya tertinggal cepat. Transisi bertahan ke menyerang kerap terhenti di kaki Milos.
Dari sisi pertahanan, ia mencatat empat intersep dan satu sapuan. Catatan itu menunjukkan ada usaha membantu lini belakang. Namun, pemulihan bola hanya sekali sepanjang pertandingan. Di posisi sentral, angka tersebut dinilai kurang maksimal untuk mengontrol tempo.
Ia juga tercatat melakukan dua pelanggaran dan dilanggar dua kali. Intensitas duel memang ada, tetapi pengaruhnya ke permainan belum signifikan.
Gol cepat Moussa Sidibe pada menit ke-8 membuat Persebaya Surabaya harus bermain lebih terbuka. Situasi itu menuntut lini tengah bekerja lebih disiplin. Alih-alih stabil, Persebaya Surabaya kembali kebobolan pada menit ke-25 lewat Privat Mbarga. Dua gol di babak pertama menjadi pukulan telak bagi mental tim.
Peran gelandang sentral seperti Milos sangat krusial dalam meredam tekanan awal. Ketika distribusi bola kurang rapi, celah langsung dimanfaatkan lawan. Bonek pun melihat pertandingan tersebut sebagai alarm keras. Lini tengah yang selama ini relatif stabil mendadak kehilangan keseimbangan.
Catatan 70 persen akurasi umpan sebenarnya tidak buruk secara angka. Namun konteks permainan membuat angka itu terasa hambar. Sebagian besar umpan dinilai terlalu aman dan kurang progresif. Kreativitas yang diharapkan dari seorang playmaker belum terlihat optimal.
Lima tembakan yang dilepaskan juga belum memberi dampak signifikan. Satu tembakan tepat sasaran belum cukup mengubah jalannya laga.
Tekanan publik kini tertuju pada bagaimana evaluasi internal dilakukan. Peran pelatih kepala menjadi krusial dalam merespons situasi ini. Menarik menantikan evaluasi yang akan dilakukan oleh Bernardo Tavares. Keputusan taktik dan komposisi pemain bakal jadi perbincangan hangat jelang laga berikutnya.
Persebaya Surabaya masih memiliki waktu untuk berbenah sebelum pertandingan selanjutnya. Konsistensi yang sempat terjaga selama 13 laga tak boleh hilang begitu saja. Statistik Milos Raickovic kini menjadi bahan diskusi publik Surabaya. Performa di lini tengah bakal terus dipantau, apakah ia mampu bangkit atau justru makin tertekan oleh ekspektasi tinggi Bonek.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."












