Budaya  

Jadwal Salat Tarawih Ramadhan 2026 di Palangka Raya, Pesan Ketua MUI Kalteng KH Khairil Anwar

Kedudukan Doa dalam Ajaran Islam

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Tengah, Prof. Dr. KH. Khairil Anwar menjelaskan bahwa doa memiliki posisi yang sangat penting dalam ajaran Islam. Ia menyebutkan bahwa doa disebut sebagai senjata orang beriman dan inti dari ibadah. Namun, tidak sedikit umat Muslim yang bertanya-tanya mengapa doa yang dipanjatkan belum juga terwujud.

Menurutnya, doa adalah salah satu bentuk ibadah yang penting, bahkan merupakan inti dari ibadah. Ia menegaskan bahwa Allah SWT telah menjamin bahwa doa hamba-Nya akan dikabulkan sebagaimana firman-Nya dalam Surah Ghafir ayat 60, U’d’uni astajib lakum (Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu). Ini menandakan bahwa doa kita didengar dan dikabulkan oleh Allah. Namun, pertanyaannya, mengapa ada doa yang terasa belum terkabul?

Khairil Anwar menyebutkan beberapa alasan mengapa doa belum dikabulkan. Alasan pertama bisa jadi karena kurangnya keyakinan dan keikhlasan saat berdoa. Keyakinan penuh bahwa Allah akan mengabulkan doa merupakan hal yang sangat penting. Ia mencontohkan para ulama dan masyaikh terdahulu yang doanya cepat dikabulkan karena memiliki keyakinan kuat dan keikhlasan semata-mata mengharap ridha Allah.

Alasan kedua, lanjutnya, ialah banyaknya dosa dan maksiat, termasuk mengonsumsi makanan, minuman, atau menggunakan harta yang tidak halal. Ia mengutip hadis Rasulullah SAW tentang seseorang yang berdoa dengan penuh harap, namun makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan dibesarkan dari sesuatu yang haram. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya memastikan segala yang dikonsumsi dan digunakan berasal dari sumber yang halal dan baik (halalan thayyiban).

Alasan ketiga, doa yang dipanjatkan mungkin tidak sesuai dengan kehendak Allah atau diganti dengan sesuatu yang lebih baik. Menurutnya, ada doa yang langsung dikabulkan, ada yang ditunda, ada yang diganti dengan kebaikan lain, bahkan ada yang disimpan sebagai pahala di akhirat. “Boleh jadi yang kita minta tidak diberikan, tetapi Allah menggantinya dengan keselamatan atau kebaikan lain yang tidak kita sadari,” katanya.

Alasan keempat adalah kurangnya kesabaran dalam menunggu hasil doa. Ia mengingatkan pentingnya sabar dan istiqamah dalam berdoa, sebagaimana firman Allah, Wasta’inu bish-shabri was shalah (Mintalah pertolongan dengan sabar dan salat). “Allah senang kepada hamba yang sering meminta kepada-Nya. Itu menandakan hubungan dengan Allah terus terjaga,” tuturnya.

Di akhir pesannya, Khairil Anwar mengajak umat Islam untuk terus berdoa dengan penuh keyakinan dan keikhlasan, menjauhi hal-hal yang haram, serta tidak hanya mengandalkan doa semata tetapi juga berikhtiar maksimal sebelum bertawakal kepada Allah SWT. “Yakinlah doa itu dikabulkan. Jika belum terkabul, mari kita koreksi diri, bertobat, dan terus memperbaiki kualitas ibadah kita,” pungkasnya.

Pengumuman Awal Ramadan 1447 H

Pemerintah melalui Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat awal Ramadan 1447 H pada Selasa, 17 Februari 2026 sejak sore hari. Sidang isbat dimulai dari pemaparan data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi hingga musyawarah dan pengambilan keputusan yang diumumkan kepada masyarakat. Biasanya, pengumuman awal puasa Ramadhan disampaikan Menteri Agama sekitar pukul 19.00 WIB.

Andaikan 1 Ramadan 1447 H versi pemerintah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, maka shalat Tarawih akan dilakukan pada Selasa, 17 Februari 2026 malam. Sementara apabila awal Ramadan 2026 ditetapkan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, maka shalat Tarawih dilaksanakan besok malamnya yaitu Rabu, 18 Februari 2026.

Oleh karena itu, umat Islam di Indonesia diimbau untuk menunggu pengumuman resmi hasil sidang isbat Kemenag. Pada umumnya, shalat Tarawih ditunaikan secara berjemaah dan dilakukan setelah menyelesaikan Shalat Isya hingga sebelum shalat Subuh.

Hukum melaksanakan shalat tarawih adalah sunnah bagi kaum laki-laki dan perempuan. Shalat Tarawih memiliki landasan sebagaimana dijelaskan dalam HR. Ahmad sebagai berikut, dikutip dari baznasjabar.org:

إِنَّ رَمَضَانَ شَهْرٌ فَرَضَ اللَّهُ صِيَامَهُ، وَإِنِّي سَنَنْتُ لِلْمُسْلِمِينَ قِيَامَهُ، فَمَنْ صَامَهُ وَقَامَهُ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا خَرَجَ مِنْ ذُنُوبِهِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

Artinya: “Sesungguhnya Ramadhan adalah bulan dimana Allah mewajibkan puasanya, dan sesungguhnya aku menyunnahkan qiyamnya untuk orang-orang Islam. Maka barang siapa berpuasa Ramadhan dan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka ia (pasti) keluar dari dosa-dosanya sebagaimana pada hari ia dilahirkan oleh ibunya.” (HR Ahmad).

Doa niat salat Tarawih berjamaah:

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Lafal Latin: Ushalli sunnatat taraawiihi rak’ataini mustaqbilal qiblati ma’muman lillahi ta’aalaa)

Artinya: Aku niat Salat Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.

Doa niat salat Tarawih sendiri:

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Lafal Latin: Usholli sunnatattarowihi rok’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala)

Artinya: Aku niat Salat Tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.

Doa niat salat Tarawih sebagai Imam:

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى

Lafal Latin: Ushollii sunnatat-taraawiihi rok’ataini mustaqbilal qiblati imaaman lillaahi ta’alaa.

Artinya: Aku niat sholat sunnah tarawih dua raka’at menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala.



LINK JADWAL Palangka Raya

Halwa Futuhan

Penulis yang rajin memberitakan kegiatan masyarakat lokal dan peristiwa lapangan. Ia gemar berkunjung ke pasar tradisional, memotret aktivitas warga, dan mencatat percakapan menarik. Hobinya termasuk mendengar musik tempo dulu. Motto: “Cerita kecil sering kali memiliki dampak besar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *