Pencurian Motor Merajalela, Dedi Mulyadi: Gubernur Jabar Gagal Atasi

Gubernur Jawa Barat Soroti Kegagalan Pemerintah dalam Menangani Masalah Ekonomi

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap maraknya kasus pencurian motor di wilayahnya. Ia menilai fenomena ini sebagai indikasi kegagalan pemerintah dalam mengatasi masalah ekonomi masyarakat. Dedi menyatakan bahwa tingginya angka pencurian motor menjadi tantangan besar baginya, dan ia berkomitmen untuk mengubah perilaku masyarakat agar masalah ini dapat diatasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Dedi saat hadir dalam acara pengembalian barang bukti motor hasil kejahatan di Mapolda Jawa Barat. Acara ini rutin dilakukan oleh Polda Jabar untuk mengembalikan barang curian kepada masyarakat yang telah berhasil diamankan oleh aparat kepolisian. Dalam kesempatan itu, Dedi juga menyoroti maraknya pencurian motor di Jawa Barat.

Menurut Dedi, maraknya pencurian motor menjadi tanda kegagalan pemerintah dalam menangani persoalan ekonomi. Ia menyebut fenomena ini sebagai rapor merah bagi pemimpin daerah. “Bagi saya, jika masih ada kejahatan kelas teri, gubernurnya masih gagal. Karena masih ada rakyat yang mencuri untuk kebutuhan konsumsi. Artinya ekonomi belum baik,” ujarnya.

Selain itu, Dedi juga prihatin atas perilaku para pelaku pencurian motor. Menurutnya, banyak dari mereka mengambil risiko besar hingga bisa menghilangkan nyawa seseorang demi keuntungan tidak seberapa. Hal ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan dalam masyarakat yang perlu diperhatikan secara serius.

Tantangan Membangun Pola Perilaku Masyarakat

Lebih lanjut, Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa eksistensi kejahatan adalah bagian dari pola perilaku masyarakat yang menjadi tantangan bagi dirinya. Ia menjelaskan bahwa selama setahun memimpin Jawa Barat, membangun infrastruktur seperti jalan, sekolah, dan fasilitas publik lebih mudah dibandingkan mengubah pola perilaku masyarakat.

“Sebagai Gubernur, membangun infrastruktur daerah, jalan, sekolah, aliran air irigasi, bagi saya itu mudah asal ada uangnya. Tetapi yang terberat di Jawa Barat adalah berubah perilaku hidup masyarakat,” papar Dedi.

Dedi juga menyebut karakteristik masyarakat Jawa Barat yang sangat terbuka, mudah menerima informasi, dan cepat bereaksi. Namun, hal ini membuat masyarakat Jawa Barat tampak kurang memiliki ideologi kuat dibanding daerah lain. Selain itu, Dedi menilai masyarakat Jawa Barat memiliki tingkat hedonisme (gaya hidup) yang tinggi, yang berimplikasi pada perilaku sosial.

Ia khawatir jika tidak ada upaya pembatasan terhadap perilaku sosial yang merugikan orang lain, masyarakat Jawa Barat akan kebablasan. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya perhatian kepala daerah terhadap perilaku masyarakat.

Hasil Survei Kepuasan Masyarakat Terhadap Kepemimpinan Dedi Mulyadi

Meski mengakui masih ada kegagalan dalam memimpin Jawa Barat, kinerja Dedi Mulyadi sebagai Gubernur Jawa Barat mendapat apresiasi dari masyarakat. Berdasarkan survei terbaru Indikator Politik Indonesia, sebanyak 95,5 persen warga Jawa Barat mengaku puas dengan kepemimpinan Dedi Mulyadi.

Survei ini dilakukan pada periode 30 Januari hingga 8 Februari 2026, melibatkan 800 responden dengan metode multistage random sampling. Survei ini memiliki margin of error sekitar ±3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat, Ahmad Hidayat, menilai capaian ini sebagai bukti nyata bahwa arah kebijakan Dedi Mulyadi selaras dengan harapan rakyat. “Ini capaian yang luar biasa dan patut diapresiasi. Artinya, masyarakat merasakan langsung kehadiran pemerintah dalam berbagai sektor kehidupan mereka,” ujar Ahmad.

Menurut Ahmad, ada tiga pilar utama yang menjadi motor penggerak tingginya kepuasan publik di bawah kepemimpinan Dedi Mulyadi:

  • Infrastruktur Jalan: Perbaikan jalan provinsi di berbagai daerah yang memperlancar mobilitas ekonomi.
  • Peningkatan Pendidikan: Program yang lebih aksesibel bagi warga.
  • Layanan Kesehatan: Transformasi layanan yang menyentuh kebutuhan dasar.

Program Konkret Bukan Sekadar Wacana

Ahmad menyoroti gaya kepemimpinan Dedi Mulyadi yang turun langsung ke lapangan, sehingga program pemerintah terasa lebih “membumi”. Salah satu bukti nyata adalah percepatan perbaikan infrastruktur jalan provinsi yang telah terealisasi sejak tahun lalu.

“Dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama sektor usaha kecil yang mobilitasnya menjadi lebih lancar,” tambahnya.

Meski angka kepuasan nyaris sempurna, DPRD Jawa Barat memastikan akan tetap menjalankan fungsi pengawasan dan penganggaran secara ketat. Hal ini dilakukan untuk menjamin seluruh program prioritas tetap berjalan maksimal hingga akhir masa jabatan.

Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *