Tidak Hanya Kantor, Salon Bupati Pekalongan Disegel KPK

Penyegelan Aspek Kepemilikan dan Aktivitas Bisnis Bupati Pekalongan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penyegelan masif di Kabupaten Pekalongan, yang mencakup berbagai kantor dinas, rumah dinas, hingga bisnis pribadi salon milik Bupati Fadia Arafiq di Semarang. Sejumlah kendaraan mewah juga turut dipasangi segel oleh lembaga antirasuah tersebut.

Daftar Kendaraan yang Disegel

Beberapa mobil yang terlihat disegel antara lain:
* Mobil listrik premium Denza D9
* Toyota Fortuner
* Toyota Camry
* Mitsubishi Xpander
* Hyundai
* Mobil listrik produksi Wuling

Selain itu, sebanyak delapan unit kendaraan termasuk mobil listrik mewah Denza D9 dan merek premium lainnya turut dipasangi segel KPK. Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi mengenai status kepemilikan kendaraan maupun kaitannya dengan perkara yang sedang didalami KPK.

Penggeledahan di Berbagai Kantor

Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, pada Selasa (3/3/2026) dini hari, memicu perluasan penggeledahan dan penyegelan aset. Penyidik lembaga antirasuah tersebut terpantau menyegel sedikitnya delapan unit mobil mewah di rumah dinas serta sebuah bisnis salon pribadi bernama Bigboss Salon milik Fadia Arafiq di Kecamatan Kajen.

Ruang yang dipasangi stiker segel KPK meliputi:
* Kantor Bupati Pekalongan
* Kantor Sekda
* Kantor Bagian Umum
* Kantor Bagian Ekonomi
* Prokompim
* Satpol PP
* Dingkop dan UKM
* DPU Taru
* Dinperkim LH

Selain itu, salon milik Bupati Pekalongan yang berada di wilayah Desa Nyamok juga ikut disegel KPK. Pagar besi salon tampak tertutup rapat dan tidak terlihat aktivitas di dalamnya. Sementara itu, Restoran Bigboss di Jalan Diponegoro terpantau tutup, meski tidak ditemukan adanya segel KPK di lokasi tersebut.

Tanggapan Wakil Bupati Sukirman

Wakil Bupati Pekalongan Sukirman memilih untuk tutup mulut mengenai kasus ditangkapnya Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK, Selasa (3/3/2026). Sukirman irit berbicara saat dikonfirmasi selepas menghadiri acara kuliah umum dengan pembicara kunci Muhammad Yusuf Chudlori eks Ketua DPW PKB Jateng di Gedung A Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Semarang, Kota Semarang.

Sukirman duduk di barisan paling depan yang tampak serius mengikuti acara tersebut. Ia yang mengenakan baju kemeja motif kotak-kotak warna gelap sempat menghindari ketika dikonfirmasi soal kasus OTT yang menjerat rekan kerjanya di Kabupaten Pekalongan.

“Belum bisa komentar,” ujar Sukirman kepada wartawan. Ia meminta semua pihak untuk menunggu proses hukum yang ada. Ia juga meminta menunggu pernyataan resmi dari Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi.

“Menunggu pak Gub (Gubernur Jateng),” sambungnya. Tribun saat ini masih berusaha melakukan konfirmasi ke Gubernur Jateng Ahmad Luthfi.

Tanggapan Partai Golkar

Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai Golkar, Wihaji memberikan pesan kepada para kader Golkar agar bekerja sesuai aturan. Pesan ini disampaikan Wihaji selepas Bupati Pekalongan Fadia Arafiq yang tak lain merupakan kader Golkar terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK, Selasa (3/3/2026).

“Kami sampaikan kepada semua kader partai Golkar yang bekerja di semua tempat baik eksekutif maupun legislatif dan lainya agar bekerja sesuai aturan,” kata Wihaji kepada Tribun. Dalam kasus ini, Wihaji menyebut sepenuhnya akan menghormati proses hukum. Kendati demikian, apabila Fadia Arafiq membutuhkan pendampingan dari partai tentu akan didampingi.

“Kami akan siapkan pendampingan bagi yang bersangkutan,” paparnya yang juga Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN.

Hal yang sama disampaikan oleh Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Tengah, Mohammad Saleh. Ia menyebut, pihaknya bakal memberikan pendampingan hukum bagi kadernya yang dicokok KPK. Golkar kini masih menunggu hasil komunikasi dengan Fadia yang kini diangkut penyidik dari lembaga rasuah ke Jakarta.

“Iya pendampingan hukum tentu kami akan menunggu permintaan dari Bu Fadia, Jika memang membutuhkan pendampingan hukum,” ujar Saleh kepada Tribun, Selasa (3/3/2026). Fadia Arafiq merupakan kader Golkar yang menjabat sebagai Bupati Pekalongan dua periode. Fadia secara kepartaian juga cukup moncer. Ia menjabat Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan selama satu periode mulai 2016-2021.

Namun, karir politiknya kini terancam selepas tim penyidik KPK mengobok-obok pemerintahannya yang berujung Operasi Tangkap Tangan (OTT), Selasa (3/3/2026). Dari sejumlah foto yang diterima Tribun, ruang kerja salah satu Bupati Perempuan di Jawa Tengah itu tampak disegel stiker berlogo KPK. Stiker tersebut menempel persis di bawah gagang pintu.

Di atas pintu ruangan kerja orang nomor satu itu, tampak foto Fadia Arafiq menyungging senyum tipis. Penyidik KPK tidak hanya menyatroni ruangan Ibu Bupati. Mereka juga menyisir ruang kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas pekerjaan umum (PU), Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), dan kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Belum diketahui, spesifik kasus yang hendak dibedah KPK di Kabupaten berjuluk Kota Santri. Sementara itu, Saleh mengetahui kadernya ditangkap KPK dari media. Ia juga belum mengetahui detail persoalan yang menyandung kadernya.

“Ya tahu dari media. Detail persoalan, belum tahu,” paparnya. Meskipun demikian, pihaknya kini aktif melaporkan kondisi ini ke DPP Golkar. Terutama hal-hal atau informasi terkini dari gedung KPK. Pihaknya juga menghargai kinerja KPK dalam proses penangkapan ini.

“Kami tunggu hasil penyelidikan 1×24 jam dari KPK,” tambahnya.

Almahdi Sharique

Penulis yang aktif meliput dunia hiburan dan tren media sosial. Ia menghabiskan waktu senggang dengan mendengarkan musik pop, mengedit video ringan, dan menjelajahi akun kreator. Ia percaya bahwa hiburan adalah bagian dari dinamika masyarakat. Motto: “Kreativitas adalah energi kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *