Kondisi Kritis Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS
Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), saat ini masih dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di ruang steril. Ia mengalami luka bakar kimia sebesar 24 persen akibat aksi penyiraman air keras oleh orang tak dikenal (OTK) yang terjadi di kawasan Senen, Jakarta Pusat.
Insiden tersebut terjadi pada malam hari, tepatnya di Jalan Salemba I, Kelurahan Senen, Jakarta Pusat, sekitar pukul 23.37 WIB. Saat itu, Andrie sedang mengendarai sepeda motor. Dua pelaku yang berboncengan motor diduga menggunakan jenis Honda Beat mendekati korban dari arah berlawanan. Pelaku yang duduk di belakang, dengan wajah tertutup masker buff, menyiramkan cairan kimia berbahaya ke tubuh Andrie.
Dari hasil pemeriksaan medis, diketahui bahwa Andrie menderita luka bakar kimia hingga 24 persen. Luka tersebut menyebar di area wajah, mata, tangan, dan dada. Kondisi paling serius terdapat pada mata kanan, sehingga korban kini mendapatkan penanganan khusus dari dokter spesialis bedah mata.
Kronologi Penyiraman Air Keras
Seorang saksi mata di lokasi, Buyung (32), menceritakan momen mencekam saat ia mendengar teriakan minta tolong menjelang tengah malam. “Tiba-tiba terdengar ‘Tolong! Tolong!’, suaranya kencang tuh ‘Tolong, tolong!’. Terus saya taruh gitar, saya ke asal suara,” ujar Buyung kepada Kompas.com.
Saat dihampiri warga, Andrie dalam kondisi kesakitan langsung mengidentifikasi diri sebagai aktivis KontraS. Ia mengatakan bahwa dirinya disiram air keras oleh orang tak dikenal. Meski dalam kondisi luka parah di wajah dan dada, Andrie sempat menolak bantuan warga untuk diantar dan memilih memacu motornya sendiri menuju mess KontraS karena merasa masih sanggup.
Beberapa warga mencoba mengejar pelaku yang melarikan diri ke arah Jembatan Talang, namun kehilangan jejak. “Iya sempat mau ngejar si pelaku ke arah situ, tapi pelakunya enggak terkejar, akhirnya balik lagi ke sini,” tambah Buyung.
Perawatan Medis yang Intensif
Mengingat risiko komplikasi dan infeksi yang tinggi, tim medis menempatkan Andrie di ruang perawatan intensif (ICU) yang terkontrol. Menurut Kepala Divisi Impunitas KontraS, Jane Rosalina, “Mengacu pada tingkat keparahan luka, korban memerlukan perawatan intensif dalam kondisi yang steril agar proses pemulihan dapat berjalan optimal.”
Kondisi fisik Andrie setelah penyiraman sangat mengerikan. Buyung melihat secara langsung dampak mengerikan dari cairan tersebut pada fisik Andrie yang menyebabkan kulit melepuh kemerahan. Meskipun dalam kondisi luka parah, Andrie tetap berusaha untuk pulang sendiri.
Perhatian Serius dari Polri
Kasus yang menimpa pembela HAM ini langsung mendapat perhatian serius dari pucuk pimpinan Polri. Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, menegaskan bahwa Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah memberikan perintah untuk mengusut tuntas kasus ini.
“Kami dari segenap personel Polri, baik dari Polres Jakarta Pusat, Polda Metro Jaya, termasuk Mabes Polri yang mem-backup, akan serius dan bersungguh-sungguh untuk membuat terang benderang, mengungkap, dan menangkap pelakunya, siapa pun dia,” tegas Irjen Isir.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami rekaman video di sekitar lokasi guna mengidentifikasi kedua pelaku yang diduga telah merencanakan aksi tersebut.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”












