Aksi Heroik Perawat Jember saat Persalinan Darurat di Pesawat
Febrian Rahmatullah (30), seorang perawat asal Kabupaten Jember, Jawa Timur, melakukan aksi heroik yang tak terlupakan saat menjadi penumpang pesawat Saudia Airlines rute Jeddah-Jakarta pada Kamis (12/3/2026) dini hari. Saat itu, ia sedang mudik ke Indonesia setelah menjalani tugas dinas di Rumah Sakit Kementerian Pertahanan Ta’if di Arab Saudi.
Tiba-tiba, kru pesawat mengumumkan adanya penumpang yang membutuhkan bantuan medis. Tanpa ragu, Febrian langsung melapor dan menawarkan bantuan. Ternyata, salah satu penumpang sedang dalam kondisi darurat persalinan. Ia segera berkoordinasi dengan pramugari dan meminta perlengkapan medis yang dibutuhkan.
Kondisi Kabin yang Menegangkan
Situasi di kabin pesawat langsung memanas karena persalinan terjadi ketika pesawat berada di ketinggian ribuan kaki. Meski dalam kondisi seadanya, Febrian tetap berusaha membantu secara maksimal. Ia meminta kru pesawat untuk menyiapkan alat seperti hands gun dan berupaya memastikan proses persalinan berjalan lancar.
Dalam beberapa menit, bayi laki-laki lahir dengan selamat. Febrian didampingi dua dokter dan satu perawat lainnya, mereka berempat menggunakan alat seadanya untuk memotong tali pusar bayi. Meski situasi sangat menegangkan, Febrian tetap tenang dan fokus.
Kondisi Ibu dan Bayi Selamat
Setelah bayi lahir, Febrian harus menenangkan ibu yang baru saja melahirkan. Ibu tersebut tampak syok dan kaget, sehingga hanya bisa diam pasrah. Diketahui bahwa wanita tersebut berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan sedang melakukan perjalanan sendiri untuk kembali ke Indonesia.
Karena keterbatasan alat medis di ketinggian, pilot memutuskan untuk melakukan pendaratan darurat. Pesawat kemudian kembali ke Bandara Jeddah untuk evakuasi medis ibu dan bayi ke rumah sakit terdekat. Febrian dibantu oleh tim medis bandara untuk memberikan tindakan lanjutan sebelum kedua korban dievakuasi.
Pesawat Melanjutkan Perjalanan
Setelah evakuasi selesai, maskapai kembali melanjutkan perjalanan menuju Jakarta. Namun, akibat pendaratan darurat, jadwal penerbangan di Jakarta tertunda. Tiket Febrian ke Surabaya hangus, sehingga ia harus membeli tiket baru.
Meskipun demikian, pengalaman ini menjadi kenangan tak terlupakan bagi Febrian. Ia mengaku bahwa ini pertama kalinya ia membantu persalinan di pesawat dengan alat yang terbatas. “Jelas kaget, tapi saya tetap profesional dan memaksimalkan alat yang tersedia,” ujarnya.
Pengalaman Pertama yang Menegangkan
Meskipun sudah terbiasa menghadapi situasi medis di rumah sakit, Febrian mengakui bahwa pengalaman ini sangat berbeda. Ia merasa cemas, namun tetap berusaha menjaga ketenangan agar dapat memberikan bantuan yang optimal.
Pengalaman ini tidak hanya menjadi momen penting dalam karier Febrian, tetapi juga menjadi bukti betapa pentingnya kesadaran dan tanggung jawab dalam situasi darurat. Keberanian dan profesionalisme yang ditunjukkan oleh Febrian patut diacungi jempol.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”












