Rismon Sianipar dan Roy Suryo Bentrok, Tuduhan Cari Aman dan Tutupi Kebenaran

Penjelasan tentang Restorative Justice dalam Kasus Ijazah Jokowi

Restorative Justice (RJ) adalah mekanisme penyelesaian perkara pidana dengan pendekatan damai, di mana pelaku dan korban saling memaafkan sehingga proses hukum dapat dihentikan. Dalam kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Rismon Sianipar mengajukan RJ dan meminta maaf langsung kepada Jokowi. Namun, langkah ini dinilai oleh kuasa hukum Roy Suryo hanya untuk “cari aman”.

Kuasa hukum Roy Suryo, yakni Ahmad Khozinudin, menduga bahwa perubahan sikap Rismon terkait dengan tudingan pemalsuan ijazahnya sendiri yang sebelumnya dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Perubahan sikap Rismon diduga terkait dengan kemungkinan adanya perubahan Berita Acara Pidana (BAP) yang membuatnya kini merapat ke Jokowi dan melawan rekan-rekannya sendiri.

Pertemuan Rismon dengan Jokowi

Setelah mengajukan RJ, Rismon langsung menyambangi kediaman Jokowi di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, pada Kamis (12/3/2026) sore. Rismon tiba di rumah Jokowi sekitar pukul 17.11 WIB dengan menaiki mobil Toyota Fortuner berwarna hitam bernomor polisi L 1281 CBH. Setelah turun dari kendaraan, Rismon langsung masuk ke rumah Jokowi. Usai pertemuan, Rismon menyampaikan permintaan maaf kepada publik dan Jokowi atas tudingan ijazah palsu yang dilayangkannya.

Alasan Rismon Mengajukan RJ

Ahmad Khozinudin menilai, sejatinya tidak ada alasan yang bisa membenarkan langkah Rismon Sianipar mengajukan RJ, kecuali cari aman untuk dirinya sendiri. Hal ini disampaikan Ahmad dalam podcast Madilog yang diunggah di kanal YouTube Forum Keadilan TV, Jumat (13/3/2026). Menurut Ahmad, risiko yang dihadapi Rismon dalam kasus ini sangat tinggi, sehingga ia memilih jalur RJ sebagai cara untuk menghindari konsekuensi hukum yang lebih berat.

Perubahan Sikap Rismon

Menurut Ahmad, perubahan sikap Rismon tidak lepas dari tudingan dari Ketua Relawan Jokowi Mania (JoMan), Andi Azwan, yang mencurigai keabsahan ijazah Rismon. Selain itu, risiko hukum yang muncul setelah Rismon dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan dugaan pemalsuan dokumen ijazah S2-S3 Yamaguchi University di Jepang juga menjadi faktor utama perubahan sikap Rismon.

Pesan Rismon kepada Roy Suryo dan Tifa

Tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Rismon Sianipar memberikan pesan kepada dua rekannya yakni Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa yang hingga kini masih menilai bahwa ijazah Jokowi palsu. Rismon kini sudah berbalik arah dan mengakui bahwa ijazah Jokowi yang diterbitkan oleh Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) adalah asli.

Keyakinan Rismon akan keaslian ijazah Jokowi ini pun diungkapnya setelah menemukan temuan baru dalam penelitian ijazah Jokowi ini. Hasil temuan baru Rismon pada ijazah Jokowi tersebut juga telah disampaikan Rismon kepada penyidik Polda Metro Jaya pada Rabu (11/3/2026). Atas dasar itulah, Rismon kemudian meminta kedua rekannya yang dulu tergabung dalam RRT atau Roy, Rismon, Tifa itu untuk jangan menyembunyikan kebenaran.

Terbuka Demonstrasikan Penelitiannya ke Roy Suryo dan Tifa

Rismon mengaku terbuka mengundang Roy Suryo dan Tifa untuk mendemonstrasikan metode penelitian yang ia gunakan hingga bisa menyimpulkan ijazah Jokowi asli. Rismon juga mengajak Roy Suryo dan Tifa untuk sama-sama mengedukasi publik. Rismon menyebut, lebih baik ia tak mendapat sorak sorai dukungan dan dihina atau dicaci daripada harus menyembunyikan kebenaran.

Rismon Sianipar Temui Gibran di Istana

Rismon Sianipar menemui Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (13/3/2026). Dalam pertemuan tersebut, Rismon menyampaikan permohonan maaf dan mengakui kekeliruan hasil penelitiannya terdahulu terkait tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Jokowi. Rismon menyatakan berdasarkan kajian terbaru dengan data yang lebih lengkap, dirinya mengonfirmasi keaslian dokumen tersebut. Ia menyebut langkah ini sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kejujuran seorang peneliti.


Ulfa Nurul Imani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *