Menteri Purbaya Hemat, Daftar Menteri Prabowo Tak Gelar Open House Lebaran 2026

Presiden Prabowo Subianto Minta Menteri Tidak Gelar Open House Lebaran Berlebihan

Presiden Joko Widodo, dalam beberapa kesempatan, menegaskan pentingnya menjaga kesederhanaan dan solidaritas sosial di tengah situasi yang masih memprihatinkan. Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026, ia memberikan instruksi khusus kepada seluruh jajaran menteri Kabinet Merah Putih untuk tidak menggelar open house secara berlebihan. Instruksi ini disampaikan melalui surat edaran pemerintah, yang bertujuan untuk menunjukkan sikap simpati terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

Pada sidang kabinet di Istana Negara, Jakarta, beberapa waktu lalu, Presiden menekankan bahwa para pejabat publik harus menjadi contoh bagi rakyat. Ia menyatakan bahwa saat ini masih banyak masyarakat yang mengalami kesulitan akibat bencana yang terjadi di berbagai daerah. Oleh karena itu, ia meminta menteri-menteri agar menjaga kesederhanaan dalam merayakan Lebaran.

“Saudara kita di daerah bencana, dan suasana ini kita kasih contoh ke rakyat,” ujarnya dalam sidang tersebut. Instruksi ini juga didukung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang menyatakan bahwa tujuan dari surat edaran tersebut adalah untuk menunjukkan solidaritas sosial di tengah kondisi ekonomi yang masih sulit bagi sebagian rakyat.

Beberapa Menteri Memutuskan Tidak Menggelar Open House

Beberapa menteri telah mengambil langkah proaktif dengan memutuskan tidak menggelar acara open house pada Idul Fitri 2026. Salah satunya adalah Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni. Sejak minggu pertama bulan Ramadan, ia sudah menyatakan bahwa tidak akan menggelar acara open house. Tujuannya adalah agar staf kementerian dapat segera membeli tiket mudik ke kampung halaman masing-masing.

“Idul Fitri kali ini saya tidak akan menyelenggarakan open house. Ini saya lakukan untuk memberi kesempatan kepada bapak/ibu sekalian agar dapat membeli tiket mudik dari sekarang dan memanfaatkan Idul Fitri untuk bersilaturahmi dengan keluarga di kampung masing-masing,” katanya dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya.

Selain itu, Raja Antoni juga meminta jajaran kementerian untuk tidak mengirim bingkisan atau parsel Hari Raya dalam bentuk apa pun. Ia mengajak agar parsel tetap disiapkan, namun diberikan kepada orang-orang sekitar yang membutuhkan.

Senada dengan Raja Juli Antoni, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa juga menyatakan tidak akan menggelar open house saat Lebaran. Selain karena adanya instruksi dari Presiden, Purbaya lebih memilih berhemat saat merayakan Idul Fitri nanti. “Enggak boleh katanya open house. Enggak (open house) kayaknya. Saya ngirit-ngirit,” katanya.

Adapun perihal pelaksanaan ibadah Salat Id, Purbaya akan melaksanakannya di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan. “Saya di pajak, Kantor Pusat,” katanya.

Pemerintah Tetapkan Hari Raya Idul Fitri 2026

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Keputusan ini didasarkan pada hasil sidang isbat yang menjadi forum musyawarah dengan menimbang data hisab dan hasil rukyatul hilal atau pengamatan hilal di berbagai wilayah Indonesia.

Sidang isbat tersebut digelar di Auditorium H.M Rasjidi, Kantor Kementerian Agama Thamrin, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis petang (19/3/2026). Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan, kesimpulan 1 Syawal jatuh pada Sabtu, karena hasil pengamatan hilal di seluruh wilayah Indonesia, hilal tidak terlihat dari Sabang hingga Merauke atau tidak memenuhi syarat sesuai kesepakatan Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).

Sidang isbat ini dihadiri perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis, perwakilan Duta Besar Negara Sahabat seperti Dubes UEA untuk RI Abdulla Salem Obaid Al Dhaheri, Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang, hingga perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam dari Nahdlatul Ulama.

Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *