Profil dan Kekayaan Ahmad Sahroni, Politisi Nasdem yang Usulkan Tersangka Korupsi Jadi Tahanan Rumah

Profil Ahmad Sahroni: Dari Sopir Truk Hingga Politisi Kaya Raya

Ahmad Sahroni kembali menjadi sorotan setelah melontarkan usulan yang kontroversial terkait mekanisme penahanan tersangka korupsi. Ia mengusulkan agar tersangka korupsi diperbolehkan menjalani tahanan rumah, asalkan membayar kompensasi finansial besar kepada negara. Usulan ini muncul sebagai respons atas polemik terkait penahanan mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut.

Sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Sahroni dikenal sebagai sosok yang memiliki perjalanan hidup yang sangat kontras. Dari seorang sopir truk hingga menjadi salah satu politisi terkaya di Indonesia dengan total harta kekayaan mencapai Rp341,5 miliar. Selain itu, ia juga dikenal dengan koleksi mobil mewahnya, termasuk Porsche senilai Rp14 miliar dan Tesla Cybertruck tahun 2024.

Perjalanan Karier dari Sopir Truk Menuju Senayan

Ahmad Sahroni lahir pada 8 Agustus 1977 di Kebon Bawang, Tanjung Priok, dari keluarga sederhana penjual nasi padang. Sebelum sukses, ia pernah bekerja dalam berbagai pekerjaan kasar seperti tukang semir sepatu, ojek payung, hingga sopir truk di sebuah perusahaan pengisian BBM. Karierya menanjak secara organik hingga akhirnya ia dipercaya menjadi direktur utama dan mengembangkan bisnisnya sendiri.

Di dunia politik, Sahroni bergabung dengan Partai NasDem pada 2013 dan sukses melenggang ke Senayan sebagai anggota DPR RI selama dua periode sejak 2014. Meski sempat dinonaktifkan selama 4 bulan akibat kerusuhan Agustus 2025, ia kembali menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI sejak 19 Februari 2026.

Harta Kekayaan yang Menembus Angka Rp341,5 Miliar

Berdasarkan data LHKPN terbaru, total kekayaan bersih Sahroni mencapai Rp341.547.120.599 setelah dikurangi hutang sebesar Rp26,7 miliar. Berikut adalah rincian asetnya:

A. Tanah dan Bangunan (Rp140,3 Miliar)

  • Memiliki 20 aset properti yang tersebar di Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, hingga Badung, Bali.
  • Contoh: Tanah dan bangunan seluas 103 m2/70 m2 di Jakarta Utara senilai Rp1,925 miliar.

B. Koleksi Otomotif (Rp38,1 Miliar)

  • Sebagai Ketua Umum HDCI dan penggemar otomotif, ia mengoleksi 28 kendaraan mewah.
  • Contoh: Porsche 911 Sport Classic senilai Rp14 miliar dan Tesla Cybertruck tahun 2024 senilai Rp4 miliar.

C. Harta Bergerak Lainnya

  • Tercatat sebesar Rp107,7 miliar.

D. Surat Berharga

  • Tercatat sebesar Rp60 juta.

E. Kas dan Setara Kas

  • Mencapai Rp82 miliar.

F. Harta Lainnya

  • Tidak tercatat.

Usulan Kontroversial: “Wajib Bayar ke Negara”

Usulan Sahroni tentang aturan jaminan finansial bagi tersangka korupsi memicu pro dan kontra. Menurutnya, aturan ini diperlukan untuk menjaga transparansi. “Jadi ke depan kalau ada hal demikian, mesti buat aturan wajib bayar ke negara sesuai aturan yang berlaku. Contoh negara-negara luar juga demikian. Bayar ke negara harus besar (mahal) nominalnya,” ujar Sahroni.

Meski sempat diterpa kontroversi terkait pernyataannya tentang “orang terbodoh di dunia” yang berujung kerusuhan di kediamannya pada Agustus 2025, Sahroni tetap menjadi salah satu tokoh sentral dalam perumusan kebijakan hukum di Indonesia saat ini.

Ulfa Nurul Imani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *