10 Korban Kecelakaan Odong-odong Dirawat di RSUD Sumberglagah Mojokerto

Kronologi Kecelakaan Odong-odong di Mojokerto

Keluarga korban kecelakaan odong-odong yang terjadi di Jalan Raya Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, Mojokerto, Jawa Timur, mengungkapkan kronologi kejadian tersebut. Menurut salah satu anggota keluarga korban selamat, rombongan tersebut sedang dalam perjalanan untuk menghadiri acara halalbihalal. Hal ini disampaikan oleh suami dari salah satu korban yang tidak ingin disebutkan identitasnya.

Saat kejadian, pria tersebut masih bekerja dan baru mendapat kabar tentang kecelakaan setelah berlangsung. Ia menjelaskan bahwa istrinya mengalami luka patah pada tulang selangka bagian kanan, pergelangan tangan kiri, serta luka robek di bawah mata kanan. Saat ini, ia masih menjalani perawatan intensif di RSUD Sumberglagah, Pacet, Mojokerto.

Menurut informasi dari dokter jaga IGD RSUD Sumberglagah, M Atiq Kurniawan (32), dari total 10 korban yang dirawat, hanya satu orang yang masih menjalani perawatan intensif. Korban tersebut adalah pasien inisial D (34) warga Cepoko, Dlanggu, Mojokerto. Ia mengalami cedera kepala ringan, patah tulang clavicula, dan pergelangan tangan.

Berikut daftar 10 korban yang mengalami luka-luka:

  • SU (52) – Pria warga Genengan Dlanggu
  • MDI (7) – Laki-laki warga asal Dlanggu
  • MU (30) – Perempuan asal Dlanggu
  • ASM (59) – Laki-laki warga Sambiroto, Puri, Mojokerto
  • NRL (59) – Laki-laki, Sambiroto, Puri
  • VLA (8)
  • UKH (46) – Sambiroto, Puri
  • SRY (53) – Laki-laki asal Sumbergirang, Puri (sopir)
  • MLK (53) – Laki-laki asal Desa Mlaten, Puri
  • DKA (34) – Perempuan asal Cepoko, Dlanggu (dirawat)

Kronologi Kejadian

Odong-odong atau kereta kelinci mengalami kecelakaan maut di Mojokerto, Jawa Timur, tepatnya di Jalan Raya Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang. Kecelakaan ini menewaskan satu penumpang, sementara 20 korban lainnya mengalami luka-luka dan mendapatkan perawatan medis di rumah sakit dan puskesmas.

Menurut Kasat Lantas Polres Mojokerto, AKP Muhammad Yogie Pratama, kendaraan bus yang dimodifikasi (odong-odong) mengangkut 21 penumpang dan mengalami kecelakaan pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Kendaraan dengan nopol S 8185 PA dikemudikan oleh Sariono (53) warga Dusun Kebogerang, Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Mojokerto.

Hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) menunjukkan bahwa kendaraan melaju dari arah timur ke barat di jalan menanjak. Diduga penyebab kecelakaan karena kendaraan tidak kuat menanjak sehingga berjalan mundur, melaju tak terkendali hingga terguling ke sisi kiri dan menabrak tiang listrik.

AKP Yogie menyatakan bahwa satu penumpang bernama Sulimah (47), warga Dusun/Desa Mlaten, Puri, Mojokerto, meninggal dunia. Sedangkan lima korban termasuk pengemudi mengalami luka ringan dan cedera otak ringan.

Polisi melakukan penanganan di lokasi kecelakaan, mengamankan barang bukti dan keterangan saksi guna proses penyelidikan lebih lanjut.

Odong-odong Bukan Angkutan Orang

AKP Yogie mengimbau masyarakat agar tidak mengoperasikan kendaraan modifikasi (odong-odong) di jalan umum jika tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan sesuai ketentuan perundang-undangan. Kendaraan odong-odong tidak diperuntukkan sebagai angkutan orang di jalan raya karena tidak memenuhi standar keselamatan seperti sistem pengereman, konstruksi kendaraan, dan perlindungan penumpang.

Masyarakat diimbau lebih mengutamakan keselamatan dengan menggunakan kendaraan standar, memastikan kondisi kendaraan prima sebelum digunakan serta menghindari membawa penumpang secara berlebihan.


Rizal Hartanto

Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *