Pesan Reza Arap untuk Lula Lahfah, akui pernah terpuruk, kini izin move on

Pesan Sedih Reza Arap untuk Lula Lahfah

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @ybrap, Reza Arap mengunggah momen kebersamaan dengan Lula Lahfah. Dalam keterangan unggahan tersebut, ia menyampaikan rasa rindu serta perjalanan emosional setelah kepergian Lula.

Reza mulai pesannya dengan menyapa Lula dan menyampaikan permintaan maaf. Ia menulis, “Hei… Sudah lama ya… Maaf aku belum mem-posting apa pun tentangmu yang aku tahu tidak akan pernah kamu butuhkan dan minta, tapi ini aku. Aku hanya ingin menunjukkan kepada dunia salah satu jiwa paling murni yang pernah kutemui dalam hidupku.”

Ia mengaku bahwa kehilangan sosok Lula telah membawanya ke titik terendah dalam hidupnya. Bahkan, ia sering berbicara sendiri hingga dianggap “gila” oleh orang sekitar. Reza menulis, “Bagaimana kabarmu di sana? Terlalu berisik sekaligus terlalu sunyi di sini. Aku menghabiskan hari-hari berbicara sendiri, dengan bangku taman, dinding, kelelawar, semut, burung, awan, bunga matahari. Orang-orang mengolok-olokku, mereka menyebutku gila. Bahkan anak-anak juga bilang mereka melihatku itu sudah orang yang gila wkwk.”

Dalam pesannya, Reza juga mengungkap bahwa pengalaman kehilangan tersebut membuatnya banyak belajar, termasuk meruntuhkan ego dan mulai mendekatkan diri melalui doa. Ia menulis, “Aku belajar banyak. Harganya terlalu mahal dan tidak adil dalam banyak hal untuk dipikirkan. Kamu tahu bahwa pacarmu selalu ingin dan harus mengendalikan segalanya. Tapi sesuatu di luar diriku sebagai manusia biasa mengatakan sebaliknya. Aku berlutut, menangis, memohon, mencakar lantai, dan hal terakhir yang tidak pernah diharapkan siapa pun adalah, aku berdoa. Egoku hancur.”

Lebih lanjut, dalam pesannya, Reza mempertanyakan makna pertemuan singkat mereka setelah bertahun-tahun saling mengenal dari jarak jauh. Ia menulis, “Aku nanyain terus kenapa kenapa dan kenapa? Kenal bertahun-tahun, jauh sekali jarak kita selama itu, dan di waktu yang sesingkat itu, kamu hadir untuk apa? Dipikir-pikir tugas lu berat juga ya. Dengan ‘image’ aku yang udah hancur bertahun-tahun, tanpa aku minta– kamu badanin, kamu tabrak lurus dengan tulus, nunjukin ke semua orang kamu balikin itu semua 180 derajat. Eh pas lagi planning mimpi kita bareng… kamu langsung pergi aja gitu. Dih, curang lu pendek. Gua kangen yapping lu tau.”

Ia juga mengenang Lula sebagai sosok yang mampu mengubah citra dirinya menjadi lebih baik di mata orang lain. Reza berterima kasih atas cinta yang pernah mereka jalani, meski diakui tidak sempurna. Ia menulis, “Sayang… Makasih, ya. Di luar hubungan kita yang tidak sempurna, tapi kita sama-sama pernah merasa mencintai dan dicintai secara ugal-ugalan. Maaf aku banyak kurangnya dan salahnya. That was the best that I could give to you. Terima kasih atas senyummu yang paling tulus, pelukan terhangat, ciuman termanis, dan kebaikan hatimu yang kau sebarkan kepadaku dan semua orang di sini. Anak-anak, Koko-koko, Cece-cece, semuanya menyayangimu. Masih, akan terus, dan seterusnya.”

Dalam unggahan tersebut, Reza juga menyinggung proyek yang pernah mereka rencanakan bersama, termasuk sebuah film. Ia berjanji akan menyelesaikan proyek tersebut sebaik mungkin sebagai bentuk penghormatan. Ia menambahkan, “Tugas aku jagain kamu sudah selesai. Sisa 1 lagi. Film kamu. Film kita dan anak-anak.”

Di akhir pesannya, Reza menyampaikan izin untuk melanjutkan hidup. Ia menulis, “Aku izin move on dengan hidupku ya, sayang.” Ia mengutip pesan Lula Lahfah semasa hidup: “Mumpung masih di sini, make the most of it.”

Denis

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *