Badai Kritik Menghancurkan Puskesmas Terisi, Kadinkes Indramayu Tidak Berkata Apa-apa

Kritik Terhadap Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Indramayu Meningkat

Gelombang kritik terhadap pelayanan kesehatan di Kabupaten Indramayu semakin memanas. Sorotan tajam kini mengarah pada UPTD Puskesmas Terisi setelah keluhan warga viral di media sosial dan memicu perdebatan luas di kalangan masyarakat.

Situasi ini kian memanas setelah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, dr. H. Wawan Ridwan, tidak memberikan respons saat dikonfirmasi oleh awak media. Upaya konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp pada Senin 30 Maret 2026 tidak membuahkan hasil. Sikap bungkam tersebut justru memicu tanda tanya besar di tengah publik yang menantikan penjelasan resmi terkait polemik pelayanan kesehatan yang tengah ramai diperbincangkan.

Kasus ini mencuat setelah sebuah unggahan di Facebook menyoroti sikap petugas Puskesmas Terisi yang dinilai kurang ramah, bahkan disebut “judes” oleh warga. Unggahan tersebut dengan cepat menyebar dan menjadi viral, memancing berbagai reaksi dari warganet yang turut membagikan pengalaman mereka.

Dalam unggahan tersebut, pemilik akun menyampaikan keluhannya dengan nada emosional. Ia mempertanyakan perubahan sikap pelayanan yang dinilai tidak lagi seperti dulu yang dikenal ramah dan sopan. Bahkan, ia mengajak agar keluhan tersebut diviralkan agar mendapat perhatian luas. Unggahan itu pun menjadi pemicu munculnya berbagai komentar dari masyarakat. Sebagian besar warganet mengaku pernah mengalami hal serupa, mulai dari sikap petugas yang kurang bersahabat hingga pelayanan yang dinilai lambat.

Pengalaman tersebut semakin memperkuat kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas layanan kesehatan di tingkat puskesmas. Meski demikian, warga tersebut mengaku memilih untuk tidak memperpanjang persoalan, meskipun menyadari bahwa kasus tersebut berpotensi menjadi bahan audit jika dilaporkan secara resmi.

Keluhan lain juga mengarah pada lamanya waktu pelayanan serta sikap petugas yang dinilai kurang profesional. Seorang warganet bahkan mengungkapkan bahwa dirinya harus menunggu lama saat sakit, sementara petugas justru terlihat melakukan aktivitas lain seperti membeli jajanan atau berbicara melalui telepon.

Namun di tengah derasnya kritik, tidak semua suara bernada negatif. Sejumlah warga memberikan pandangan yang lebih berimbang dengan menyebut bahwa tidak semua petugas bersikap demikian. Mereka menilai masih ada tenaga kesehatan yang tetap menjalankan tugasnya dengan baik dan penuh tanggung jawab.

“Memang ada yang judes, tapi tidak semua,” tulis salah satu pengguna media sosial.

Menanggapi polemik tersebut, pihak UPTD Puskesmas Terisi akhirnya angkat bicara melalui akun Facebook resminya. Dalam pernyataan tersebut, pihak puskesmas menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang mungkin terjadi. “Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin telah terjadi. Kami berkomitmen untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas layanan kami ke depannya,” tulis pihak puskesmas dalam klarifikasinya.

Meski telah ada klarifikasi, desakan publik untuk dilakukan evaluasi menyeluruh terus menguat. Banyak pihak menilai bahwa permintaan maaf saja tidak cukup tanpa adanya langkah konkret untuk memperbaiki sistem pelayanan. Sorotan kini tertuju pada Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu yang dinilai perlu segera turun tangan. Transparansi dan respons cepat dianggap menjadi kunci untuk meredam polemik serta mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan, tidak hanya soal fasilitas dan tenaga medis, tetapi juga menyangkut sikap dan empati dalam melayani masyarakat. Di tengah era digital, suara masyarakat kini memiliki daya gaung yang lebih besar. Keluhan yang sebelumnya mungkin terpendam, kini dapat dengan cepat menyebar dan menjadi perhatian luas.

Dengan situasi yang terus berkembang, publik kini menanti langkah tegas dari pemerintah daerah. Apakah akan ada evaluasi menyeluruh, atau polemik ini akan berlalu tanpa perubahan berarti. Satu hal yang pasti, kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan menjadi taruhan besar dalam kasus ini.


Denis

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *