Daerah  

Satpam Selamat Saat Reklame 5 Meter Ambruk di Bandung

Reklame Roboh di Bandung Akibat Cuaca Ekstrem

Sebuah papan reklame setinggi lima meter roboh di Jalan Soekarno-Hatta, Bandung, pada Sabtu (28/3/2026), akibat hujan deras dan angin kencang. Peristiwa ini terjadi dekat simpang lampu merah Buah Batu, Kota Bandung, Jawa Barat. Saat kejadian, seorang satpam bernama Riswan nyaris tertimpa papan reklame tersebut.

Riswan, yang bekerja sebagai satpam restoran cepat saji dan tukang parkir di kawasan tersebut, sedang berada di pos jaga yang berada di bawah papan reklame. Tiba-tiba, papan reklame tersebut roboh tanpa adanya suara. Ia mengatakan bahwa saat itu sedang hujan lebat, dan tidak ada peringatan apapun sebelumnya.

“Posisi saya lagi di Pos (tepat di bawah reklame) tiba-tiba saja, tidak terdengar suara apapun, kan lagi hujan besar, tiba-tiba reklame langsung jatuh. Kejadiannya sekitar jam satu siang,” ujar Riswan.

Beruntung, ia berhasil menyelamatkan diri dengan berlari menjauh beberapa saat sebelum papan reklame jatuh. Meski selamat, Riswan hanya mengalami luka ringan akibat serpihan seng. Papan reklame tersebut tertahan oleh dua mobil truk dan dua mobil kecil yang sedang terparkir, sehingga dampak lebih fatal dapat dihindari.

Dampak Papan Reklame yang Roboh

Selain satu papan reklame, terdapat dua papan reklame lainnya yang juga ambruk. Salah satu papan reklame tersebut menutupi ruas jalan, sehingga mengganggu arus lalu lintas. Empat mobil yang sedang terparkir pun tertimpa papan reklame tersebut.

Petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung bersama agensi dari reklame langsung melakukan evakuasi. Kasi Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kota Bandung, Pardiman Hendri, menyebutkan bahwa papan reklame yang roboh menutup arus lalu lintas. Ia menduga, kedua papan reklame tersebut roboh akibat diterjang angin kencang.

“Yang di Buahbatu kita pindahkan dulu supaya jalan bisa dipakai lagi,” ujar Hendri.

Permintaan Kompensasi dan Evaluasi Izin

Pemilik mobil yang tertimpa papan reklame, Fadhly, meminta kompensasi dari agensi papan reklame karena kendaraannya rusak. Ia juga berharap agar Pemkot Bandung melakukan evaluasi izin pemasangan reklame, karena dinilai berisiko.

“Ya, harapannya ada kompensasi dari pemilik billboard ini, terus kalau bisa Pemkot Bandung ini direview izinnya karena riskan, kita tidak tahu apakah ini di-maintenance atau tidak,” ujar Fadhly.

Peringatan BMKG Terkait Cuaca Ekstrem

Kepala Stasiun Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat, Teguh Rahayu, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi akibat cuaca ekstrem.

“Kepada masyarakat dan instansi terkait agar waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologis seperti hujan lebat hingga sangat lebat dalam skala lokal serta angin kencang yang dapat mengakibatkan banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta kerusakan lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, warga juga diminta untuk lebih waspada saat ada pohon, reklame, maupun benda lain yang bisa sewaktu-waktu roboh saat diterpa cuaca ekstrem.

“Waspadai pohon, reklame, atau benda lain yang bisa roboh saat terjadi angin kencang,” tambahnya kepada TribunJabar.id.

Menurut Teguh, cuaca ekstrem yang terjadi di Kota Bandung dipicu oleh kondisi atmosfer yang mendukung terbentuknya cuaca ekstrem di wilayah Jabar, khususnya Kota Bandung. Suhu muka laut di sebagian wilayah perairan Indonesia relatif masih hangat, mengindikasikan potensi suplai uap air ke wilayah Jawa Barat.

Adanya pergerakan angin juga memperkuat potensi pembentukan awan hujan. “Terpantau area konvergensi dan belokan angin di sekitar wilayah Jawa Barat, kondisi tersebut mendukung potensi pembentukan awan konvektif di sebagian wilayah Jawa Barat,” katanya.

Pada hari Sabtu (23/3/2026) kemarin, BMKG sudah memberikan peringatan dini cuaca ekstrem sebanyak tiga kali. “Peringatan dini cuaca telah dilakukan sebanyak tiga kali pada 28 Maret 2026, mulai pukul 12.36 WIB hingga pukul 16.51 WIB,” ungkapnya.

Halwa Futuhan

Penulis yang rajin memberitakan kegiatan masyarakat lokal dan peristiwa lapangan. Ia gemar berkunjung ke pasar tradisional, memotret aktivitas warga, dan mencatat percakapan menarik. Hobinya termasuk mendengar musik tempo dulu. Motto: “Cerita kecil sering kali memiliki dampak besar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *