Kunjungan Mendadak Wakil Menteri Dalam Negeri ke Bandar Lampung
Kunjungan mendadak yang dilakukan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Akhmad Wiyagus, ke Kota Bandar Lampung pada Jumat (10/4/2026) menjadi momen penting dalam evaluasi pelaksanaan kebijakan Transformasi Budaya Kerja dan sistem Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Awalnya, rencana kunjungan Wamendagri ke Kota Makassar harus dibatalkan karena tidak bisa memperoleh tiket pesawat. Namun, alih-alih kembali ke Jakarta, Wamendagri memutuskan untuk melakukan inspeksi mendadak ke Pemkot Bandar Lampung.
Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk meninjau langsung bagaimana kebijakan WFH diterapkan di lingkungan pemerintahan setempat. Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi anggaran serta kinerja pemerintahan secara keseluruhan.
Efisiensi Anggaran yang Menggiurkan
Dalam sidak yang dilakukan di berbagai instansi Pemkot Bandar Lampung, Wamendagri memberikan apresiasi atas pencapaian yang telah diraih. Berdasarkan pantauan langsung, Pemkot Bandar Lampung berhasil mencapai efisiensi anggaran hingga 20 persen di hari pertama penerapan kebijakan WFH.
“Langkah ini sangat baik. Kami mencatat bahwa efisiensi anggaran sudah mencapai 20 persen. Transisi yang terjadi berjalan lancar, meskipun ada ASN yang bekerja dari rumah, pelayanan publik tetap berjalan seperti biasa,” ujar Wamendagri saat diwawancarai usai sidak.
Pelayanan Publik Tetap Berjalan Lancar
Meskipun sebagian ASN bekerja dari rumah, Wamendagri menegaskan bahwa sektor-sektor vital yang menyentuh langsung masyarakat, seperti rumah sakit, pemadam kebakaran (Damkar), dan pelayanan administrasi penting, tetap beroperasi penuh. Layanan administrasi masyarakat pun tidak terganggu, memungkinkan warga untuk tetap mengurus dokumen penting tanpa hambatan.
“Pelayanan di sektor darurat dan administratif tetap berjalan normal. ASN yang terlibat langsung dalam pelayanan publik harus tetap hadir di lapangan,” tambahnya.
Inovasi dan Penghematan Energi
Selain itu, Wamendagri juga mendorong ASN untuk lebih kreatif dalam mengimplementasikan efisiensi, terutama dalam hal penghematan energi. Beberapa ide yang disarankan antara lain penghematan listrik dan air, serta penggunaan kendaraan dinas secara bijak.
Wamendagri juga memberikan saran praktis bagi ASN, seperti bersepeda ke kantor atau bahkan mandi di kantor untuk mengurangi konsumsi air di rumah.
“Semua ini bertujuan untuk menciptakan budaya efisiensi yang lebih berkelanjutan. Saya percaya para kepala daerah, termasuk Ibu Wali Kota Bandar Lampung, akan terus mengawal transformasi ini,” pungkasnya.
Tanggapan dari Wali Kota Bandar Lampung
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, mengaku terkejut dengan kedatangan Wamendagri yang dilakukan secara mendadak. Namun, dia menyambut baik kunjungan tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya Pemkot Bandar Lampung dalam menjalankan kebijakan efisiensi anggaran.
“Jujur saja, kami tidak tahu kalau Pak Wamen akan datang, ini benar-benar dadakan. Tapi kami bersyukur beliau sudah melihat langsung progres yang kami capai. Angka efisiensi 20 persen ini menjadi motivasi kami untuk terus meningkatkannya,” ujar Eva.
Pihaknya pun berjanji untuk segera mengadakan rapat evaluasi dan optimalisasi lebih lanjut untuk menutupi kekurangan yang ada dan memastikan kebijakan WFH dapat berjalan dengan lebih efisien.
Harapan untuk Masa Depan
Kunjungan spontan ini diharapkan dapat menjadi pelecut semangat bagi ASN di Bandar Lampung untuk lebih adaptif terhadap teknologi digital dan tetap produktif meskipun bekerja dari luar kantor.











