Krisantus Kurniawan, Wakil Gubernur Kalimantan Barat yang Menarik Perhatian
Krisantus Kurniawan, Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), kini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Ia menarik perhatian setelah mengeluarkan pernyataan yang menantang Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, untuk membangun Kalimantan Barat dengan anggaran APBD sebesar Rp 6 triliun. Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap isu jalan rusak di wilayah Bedayan, SP 3, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang.
Awal Permasalahan
Masalah jalan rusak di daerah tersebut menjadi awal dari pernyataan kontroversial yang dilontarkan oleh Krisantus. Video viral di media sosial menunjukkan warga ingin meminjam Dedi Mulyadi selama tiga bulan untuk memperbaiki jalan-jalan yang rusak. Hal ini membuat Krisantus Kurniawan merasa perlu memberikan penjelasan bahwa Kalbar tidak bisa dibandingkan dengan Jabar dalam hal luas wilayah dan anggaran pendapatan.
“Saya tegaskan Kalimantan Barat tidak bisa dibandingkan dengan Provinsi Jawa Barat. Jawa Barat itu luasnya cuma 43 kilometer persegi, APBDnya 31 triliun. Provinsi Kalimantan Barat 1,11 kali Pulau Jawa. 171 ribu kilometer persegi itu luas Kalimantan Barat, APBD-nya Rp 6 triliun lebih. Ada yang minjam Dedi Mulyadi 3 bulan,” ujarnya saat Musrenbang di Pendopo Bupati Sintang, Kamis (9/4/2026).
Tantangan untuk Dedi Mulyadi
Krisantus bahkan sampai menantang Dedi Mulyadi untuk menjadi Gubernur Kalbar. Jika berhasil membangun Kalimantan Barat dengan dana APBD Rp 6 triliun, ia akan mencium lutut Dedi Mulyadi.
“Suruh Dedi Mulyadi jadi Gubernur Kalimantan Barat, ayo bertukar kita. Saya mau lihat. Tapi pakai duit Rp 6 triliun bangun Kalimantan Barat. Ayo kalau dia bisa, ku cium lututnya. Jadi tidak bisa dibandingkan. Kekuatan fiskal kita berbeda,” katanya.
Riwayat Pendidikan
Dikutip dari situs resmi kalbarprov.go.id, Krisantus Kurniawan lahir di Nanga Layung pada 3 Juni 1969. Ia adalah seorang laki-laki beragama Katolik dan sudah menikah. Pendidikannya dimulai dari SD Negeri Nanga Sepauk yang diselesaikannya pada tahun 1982. Selanjutnya, ia melanjutkan ke SMP Panca Setya dan lulus pada tahun 1985, kemudian melanjutkan ke SMA Panca Setya hingga lulus pada tahun 1988.
Setelah itu, ia menempuh pendidikan tinggi di Universitas Terbuka Pontianak serta Universitas Tanjungpura.
Rekam Jejak Profesional
Sebelum menjabat sebagai Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus memiliki pengalaman profesional yang cukup luas. Pada periode 1991–1994, ia bekerja di Rokan Group Holding Company. Selanjutnya, ia bekerja sebagai kontraktor di berbagai perusahaan, seperti PT. Sime Indo Agro (1995–1997), PT. Mitra Austral Sejahtera (1997–1998), serta PTPN XIII (1998–1999).
Ia juga terjun ke dunia politik dengan menjadi anggota DPRD Kabupaten Sanggau, DPRD Provinsi Kalbar, hingga menjadi anggota DPR RI periode 2019-2024.
Pilkada 2024
Dalam kontestasi Pilkada 2024, pasangan Ria Norsan-Krisantus Kurniawan berhasil meraih kemenangan telak dengan perolehan 1.364.563 suara (52,80 persen), mengalahkan petahana Sutarmidji. Pemilihan ini menjadikannya sebagai Wakil Gubernur Kalimantan Barat yang mendampingi Ria Norsan.
Rincian Harta Kekayaan
Berikut rincian harta kekayaan Wakil Gubernur Kalbar:
A. Tanah dan Bangunan
– Tanah dan Bangunan Seluas 200 m2/100 m2 di KAB / KOTA KOTA PONTIANAK , HASIL SENDIRI: Rp. 1.200.000.000
B. Alat Transportasi dan Mesin
1. Mobil, Toyota Yaris 1.5 S M/T Tahun 2015, HASIL SENDIRI: Rp. 85.000.000
2. Mobil, Ford Ecosport 1.5L MT Trend Tahun 2014, HASIL SENDIRI: Rp. 110.000.000
3. Motor, Honda Vario Tahun 2016, HASIL SENDIRI: Rp. 18.000.000
4. Mobil, Jeep Cherokee Trailhawk 2.4A Tahun 2015, HASIL SENDIRI: Rp. 650.000.000
5. Mobil, Nissan Terrano / K3 Kingroad 2.4 Liter Tahun 2006, HASIL SENDIRI: Rp. 100.000.000
C. Harta Bergerak Lainnya: Rp. —-
D. Surat Berharga: Rp. —-
E. Kas dan Setara Kas: Rp. 1.700.000.000
F. Harta Lainnya: Rp. —-
Sub Total: Rp. 3.863.000.000
III. Hutang: Rp. —-
IV. Total Harta Kekayaan (II-III): Rp. 3.863.000.000











