Isu Ijazah Jokowi: Persoalan yang Terus Berlanjut
Polemik mengenai ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi perhatian publik. Isu ini tidak hanya menimbulkan pro dan kontra, tetapi juga memicu berbagai tanggapan dari pihak-pihak terkait. Salah satu tokoh yang turut berkomentar adalah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK). Ia menilai bahwa polemik ini telah meresahkan masyarakat dan menyia-nyiakan waktu.
- JK menilai bahwa kasus ini sudah berlangsung selama 2 hingga 3 tahun dan telah memberikan dampak negatif baik bagi masyarakat maupun bagi Jokowi sendiri.
- Ia yakin bahwa masalah ini dapat segera selesai jika ijazah asli Jokowi ditunjukkan kepada publik.
- “Karena saya yakin, Pak Jokowi kan yakin punya ijazah asli, ya sebenarnya untuk kita stop lah ini perkara dengan cara tinggal Pak Jokowi memperlihatkan ijazahnya yang asli,” ujarnya.
Tanggapan Jokowi terhadap Tudingan
Jokowi menjawab pernyataan JK dengan menegaskan bahwa logika yang digunakan dalam kasus ini harus dibalik. Ia menilai bahwa pihak yang menuduh harus membuktikan tudingannya, bukan sebaliknya.
- “Mestinya yang menuduh itu yang membuktikan, bukan saya disuruh menunjukkan,” kata Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Jumat (10/4/2026).
- Ia menambahkan bahwa jika logika tersebut diterapkan, maka setiap orang bisa menuduh tanpa dasar.
- “Nanti semua orang bisa menuduh, dan disuruh menunjukkan buktinya yang dituduh. Kebalik-balik itu,” ujarnya.
Meskipun demikian, Jokowi menyatakan siap menunjukkan ijazahnya apabila diminta dalam proses hukum di pengadilan. Ia berharap agar kasus ini segera dilimpahkan ke pengadilan agar ada kepastian hukum.
- “Ya pengin saya seperti itu secepat-cepatnya. Ini kan sudah hampir satu tahun,” imbuh Jokowi.
- “Segera di-P21 dan diserahkan kepada pengadilan untuk nanti kita bisa menunjukkan, mana yang benar, mana yang tidak benar,” tambahnya.
Kritik dari Kubu Roy Suryo
Kuasa hukum Roy Suryo Cs, Ahmad Khozinudin, menilai respons Jokowi justru menimbulkan tafsir baru terhadap pernyataan JK.
- “Tapi yang menarik adalah Pak JK sudah menyarankan, beliau meyakini ijazah Jokowi asli dan menyarankan untuk menunjukan ijazah itu kepada publik,” ujarnya.
- “Sayangnya, respons Saudara Jokowi menyatakan ‘siapa yang menuduh dia yang harus membuktikan’. Itu artinya seolah-seolah Pak Jokowi juga ikut menuduh Pak JK,” lanjutnya.
- Khozinudin juga menilai, jika ijazah ditunjukkan sejak awal, polemik bisa lebih cepat selesai.
- “Tapi yang menjadi soal memang kami sendiri meyakini kalau ijazah itu ditunjukkan lebih awal, akan semakin mudah publik untuk meyakini,” tuturnya.
Ia bahkan menyinggung bahwa sikap Jokowi yang tidak menunjukkan ijazah ke publik menimbulkan persepsi tertentu.
- “Jadi, ketakutan Jokowi sebenarnya menunjukkan ijazahnya itu untuk menghindari dari publik,” katanya.
Proses Hukum dan Penyelesaian Kasus
Jokowi menegaskan bahwa ia tidak ingin berspekulasi terkait pihak di balik isu tersebut karena memerlukan bukti dan fakta hukum.
- “Saya tidak mau berspekulasi mengenai nama. Karena itu perlu bukti-bukti fakta-fakta hukum. Jadi ini juga sama serahkan semua pada proses hukum yang ada,” imbuh Jokowi.
- Ia menekankan bahwa semua pihak harus menyerahkan kasus ini pada proses hukum yang berlaku.
- “Itu juga serahkan pada proses hukum yang ada. Dan memang mestinya yang menuduh itu yang membuktikan,” katanya.
Kesimpulan
Isu ijazah Jokowi masih menjadi topik yang hangat dan memicu banyak perdebatan. Meski Jokowi menegaskan bahwa ia siap menunjukkan ijazahnya jika diminta melalui proses hukum, namun polemik ini terus berlanjut. Dengan adanya pernyataan dari Jusuf Kalla dan kritik dari kubu Roy Suryo, kasus ini semakin kompleks dan membutuhkan penyelesaian yang transparan dan adil.












