Na Daehoon baru-baru ini mengungkapkan perasaan stres dan kekecewaannya terhadap situasi yang melibatkannya dengan mantan istrinya, Jule, dan Safrie Ramadhan. Ia merasa sangat terganggu dengan sebutan “papa tiri” yang diberikan kepada Safrie Ramadhan untuk anak-anaknya.
Bagi Na Daehoon, sebutan tersebut terasa sangat menyakitkan dan tidak masuk akal. Ia menegaskan bahwa ia tidak pernah mengakui atau memberikan izin kepada Safrie untuk masuk ke dalam kehidupan pribadi anak-anaknya.
Kemarahan Daehoon memuncak setelah melihat momen Safrie bertemu dengan ketiga anaknya melalui sebuah siaran langsung di TikTok. Pertemuan itu diketahui terjadi saat ketiga anak Daehoon sedang bersama ibu kandung mereka, Julia Prastini atau Jule.
Situasi ini dianggap sudah melewati batas, sehingga Daehoon memberikan peringatan keras agar Safrie tahu diri. Terlebih soal sebutan “papa tiri” yang disematkan pada Safrie Ramadhan.
Menurut Daehoon, komentar-komentar dari netizen bisa sampai sejauh itu memengaruhi pikirannya. Yang paling membuatnya terganggu adalah ketika banyak orang mulai menyebut Safrie sebagai “papa tiri” bagi anak-anaknya. Sebutan itu, bagi Daehoon, terasa tidak masuk akal sekaligus menyakitkan.
Apalagi, menurutnya, hubungan antara Safrie dan anak-anaknya tidak pernah ia akui, bahkan tidak pernah ia izinkan untuk masuk ke dalam kehidupan anak-anaknya. Daehoon pun akhirnya meluapkan kekesalannya.
Ia merasa situasi ini sudah melewati batas yang bisa ia diamkan begitu saja. Kekesalan itu memuncak setelah sebuah momen yang ia lihat sendiri. Safrie diketahui bertemu dengan ketiga anaknya dalam sebuah siaran live di TikTok. Momen itu terjadi saat anak-anaknya sedang bersama ibu kandung mereka, Jule.
Daehoon menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memberikan izin kepada siapa pun, terutama kepada Safrie, untuk bertemu dengan anak-anaknya. Dalam pandangannya, Safrie adalah sosok yang justru menjadi penyebab runtuhnya rumah tangganya dengan Julia Prastini. Hal itu membuatnya semakin sulit menerima situasi yang terjadi sekarang.
“Jujur belakangan ini aku stres banget terutama melihat banyaknya konten-konten kayak Papa Tiri Safrie gitu,” ujarnya.
“Coba kalian bayangin jadi aku ya. Aku mati-matian jaga anak, tiba-tiba Safrie dibilang Papa tiri,” selorohnya.
“Kalian perasaannya gimana? Anak-anak nggak perlu Papa tiri,” sesal Daehoon. Pria yang juga seorang chef itu lantas mengungkap alasannya selama ini diam.
“Aku yang selama ini diam, pertama, demi anak. Kedua, ya itu untuk hidup lebih tenang. Aku tidak mau stuck di zona yang negatif-negatif. Tapi itu di luar konteks ya, di luar masa lalu. Tahu dirilah! Tahu diri!” tegasnya memperingatkan petinju itu.
Ia juga membahas baju-baju yang dibelikan Safrie. Daehoon tak segan akan membakarnya.
“Emang kamu siapa? Kalau beliin baju ya aku bakal bakarin. Coba bayangin anak-anak tiba-tiba punya papa tiri namanya Safrie. Belum bisa itu,” tegas Daehoon.
Diberitakan sebelumnya, Daehoon masih memberikan kesempatan kepada Jule untuk bertemu anak-anaknya. Sayangnya hal itu justru membuatnya murka. Kesempatan bertemu anak justru dimanfaatkan Jule untuk mempertemukan ketiga anaknya dengan Safrie Ramadhan. Hal ini membuat Daehoon kecewa.
“Aku nggak larang ketemu ibu kandung karena itu memang haknya dia, tapi itu bukan artinya aku izinkan ketemu selingkuhan,” ujar Daehoon.
“Sampai kapan suruh aku jadi samsak? Udah cukup sih,” tandasnya.
“Aku enggak larang anak-anak ketemu ibu kandung, tapi kalau itu dengan bentuk dimanfaatin aku enggak bisa terima,” tambahnya.












