Usia Hanyalah Angka Bagi Thiago Silva
Thiago Silva belum pernah tampil bersama Selecao sejak tim tersebut tersingkir secara mengecewakan di babak perempat final Piala Dunia 2022 di Qatar. Namun, dengan semakin dekatnya turnamen global berikutnya, muncul spekulasi bahwa pemain veteran ini mungkin akan tampil untuk terakhir kalinya di panggung internasional.
Mantan pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, memuji sang bek yang kini bermain untuk Porto setelah bergabung pada Januari lalu. Ia telah tampil sembilan kali untuk klub Portugal tersebut. Dalam wawancaranya dengan media Prancis, L’Equipe, Ancelotti menegaskan bahwa ia tidak pernah mendiskriminasi pemain yang lebih tua selama mereka masih mampu bermain di level tertinggi. Ia menggunakan contoh dari para pemain bintangnya saat ini di Bernabeu sebagai bukti ketahanan dalam sepak bola modern.
Model yang Diusung Modric dan Maldini
Ancelotti sudah sangat akrab dengan menghadapi para legenda yang tampak tak terpengaruh oleh proses penuaan. Setelah melatih beberapa nama besar dalam sejarah sepak bola, pelatih asal Italia ini menyoroti para ikon yang pernah bekerja sama dengannya di AC Milan dan Real Madrid. Hal ini membuktikan kemungkinan pemanggilan kembali bagi mantan bintang Chelsea dan PSG tersebut. Ia yakin bahwa bakat tidak memiliki batas waktu jika pemain mampu menjaga kondisi fisiknya.
Filosofi Ancelotti jelas terlihat dalam pernyataannya: “Saya tidak pernah melihat tanggal lahir di paspor. Semua pemain Brasil bisa bercita-cita masuk dalam daftar untuk Piala Dunia. Tidak masalah jika dia berusia 41 tahun. Jika dia layak berada di sana, dia akan masuk. Usia bukanlah masalah. Lihat saja Paolo Maldini, yang hampir berusia 39 tahun saat memenangkan final Liga Champions, atau Luka Modric, yang kini berusia 40 tahun.”
Masa Depan di Pinggir Lapangan
Selain kemampuan Thiago Silva di lapangan saat ini, Ancelotti juga menyebut pendekatan intelektual sang pemain terhadap sepak bola. Bek tersebut telah mulai merencanakan masa depannya setelah pensiun sebagai pemain. Sebelumnya, ia pernah bercerita tentang upayanya untuk memperoleh lisensi kepelatihan. Ini adalah transisi yang diyakini mantan manajernya di Milan akan berjalan mulus, mengingat disiplin taktis dan etos kerja Silva.
Ancelotti dengan cepat memprediksi kesuksesan pemain berusia 41 tahun itu di bangku cadangan begitu ia akhirnya memutuskan untuk gantung sepatu. “Thiago akan menjadi pelatih hebat, saya tidak ragu akan hal itu. Dia memiliki pengalaman, pernah bekerja dengan beberapa pelatih yang sangat brilian selama kariernya, dan saya tidak sedang membicarakan diri saya,” katanya sambil tersenyum. “Dan dia bekerja sangat keras… Saya sangat senang mengetahui bahwa saya berhasil menginspirasi beberapa di antaranya…”
Upaya Terakhir untuk Meraih Kejayaan di Piala Dunia
Dengan Brasil yang bertekad mengakhiri penantian panjang mereka untuk meraih gelar juara dunia keenam, kehadiran pemain berpengalaman seperti Silva dapat memberikan kepemimpinan dan ketenangan yang dibutuhkan dalam pertandingan sistem gugur. Meskipun skuad ini baru-baru ini diisi oleh banyak talenta muda, Ancelotti mengakui bahwa munculnya pemain-pemain baru justru “menambah keraguan” dalam menentukan susunan pemain, sehingga membuka peluang lebar bagi pemain berpengalaman untuk berperan.
Jika Silva lolos seleksi, ia akan menjadi salah satu pemain tertua yang pernah tampil di Piala Dunia. Untuk saat ini, bek tersebut tetap menjadi opsi yang layak di mata Ancelotti, membuktikan bahwa selama level penampilannya tetap tinggi, impian untuk membela seragam kuning-hijau Brasil tetap hidup, terlepas dari usia.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."












