Kesiapan Daerah-Daerah di Jawa Barat Selatan Menyambut Tol Getaci
Jalan Tol Getaci yang akan dibangun mulai tahun 2026 dan beroperasi pada tahun 2029, diprediksi akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat di wilayah Jawa Barat Selatan. Daerah seperti Garut, Tasikmalaya, dan Pangandaran diperkirakan akan menjadi wilayah yang secara langsung terdampak oleh keberadaan jalan tol ini.
Kehadiran Tol Getaci diharapkan dapat meningkatkan mobilitas ekonomi di wilayah Garut dan Tasikmalaya. Dengan adanya peningkatan mobilitas barang, jasa, dan orang, daerah tersebut akan lebih mudah diakses oleh pengunjung dan pelaku usaha. Hal ini disadari oleh pemerintah setempat, yang telah melakukan persiapan infrastruktur pendukung untuk menyambut kehadiran jalan tol tersebut.
Persiapan Pemkab Garut
Pemkab Garut telah memulai persiapan dengan membangun jalan akses dan jembatan yang akan tersambung langsung dengan dua Gerbang Tol Getaci, yaitu Banyuresmi (Garut Utara) dan Cilawu (Garut Selatan). Kepala Dinas PUPR Kabupaten Garut, Agus Ismail, menjelaskan bahwa jalan akses tersebut dibangun untuk memudahkan kelancaran lalu lintas kendaraan dari jalan tol yang terhubung dengan jalan-jalan yang sudah ada.
Agus menambahkan bahwa Pemkab Garut juga akan menyiapkan jalan yang tersambung dengan Jalan Anwar Musadaddiyah, kemudian ke Jalan Aruji, serta jalan yang melewati aliran Sungai Cimanuk. Dengan adanya jalan akses ini, wisatawan yang datang ke Garut akan lebih mudah mengakses daerah tersebut tanpa terganggu oleh kemacetan.
Pembangunan Jembatan Rp112 Miliar di Tasikmalaya
Sementara itu, Pemkot Tasikmalaya telah selesai membangun jembatan bernama Ciloseh dengan anggaran sekitar Rp 112,6 miliar. Jembatan ini terkoneksi dengan Gerbang Tol Getaci di Kawalu dan menghubungkan Lingkar Utara di ruas jalan Provinsi Cisumur – Garuda (Letjen H. Mashudi) dengan Jalan Nasional Dr. Mohamad Hatta Kota Tasikmalaya yang menuju Ciamis.
Menurut Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah IV Provinsi Jawa Barat, Dedy Hariadi, jembatan Ciloseh memiliki panjang 252 meter dan lebar 22 meter. Salah satu manfaatnya adalah sebagai pengurai kemacetan bagi warga yang ingin bepergian ke luar kota tanpa harus melewati pusat kota Tasikmalaya.
Pembangunan Jembatan Sodongkopo di Pangandaran
Di Pangandaran, daerah wisata utama Jawa Barat, pemerintah kabupaten sedang mempercepat pembangunan jembatan Sodongkopo dengan anggaran sebesar Rp72 miliar. Jembatan ini berlokasi sekitar 300 meter dari Bandara Nusawiru, Cijulang, dan ditargetkan siap digunakan pada musim libur Nataru 2025.
Jembatan Sodongkopo memiliki panjang sekitar 150 meter dan melintang di atas Sungai Cijulang. Rangka baja melengkung yang dicat warna merah membuat jembatan ini menjadi ikon baru di Pangandaran. Jembatan ini akan terhubung dengan dua jalan baru yang menghubungkan destinasi wisata pantai di daerah tersebut, seperti Pantai Pananjung hingga Batuhiu dan Pantai Batukaras ke Pantai Madasari.
Bupati Pangandaran Citra Pitryami menyampaikan bahwa jika jembatan Sodongkopo selesai dibangun, wisatawan akan lebih mudah menikmati keindahan Pantai Batukaras dari ujung ke ujung.
Kesimpulan
Kesiapan Kabupaten Garut, Tasikmalaya, dan Kabupaten Pangandaran dalam menyambut beroperasinya jalan Tol Getaci pada tahun 2029 menunjukkan komitmen pemerintah setempat dalam memfasilitasi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata. Dengan infrastruktur pendukung yang baik, daerah-daerah ini siap mendukung keberlanjutan dan pertumbuhan ekonomi yang lebih pesat.
Penulis yang aktif meliput dunia hiburan dan tren media sosial. Ia menghabiskan waktu senggang dengan mendengarkan musik pop, mengedit video ringan, dan menjelajahi akun kreator. Ia percaya bahwa hiburan adalah bagian dari dinamika masyarakat. Motto: “Kreativitas adalah energi kehidupan.”












