Perubahan Pola Silaturahmi di Masa Lebaran
Kedai kopi atau coffee shop kini tidak hanya menjadi tempat untuk bersantai, tetapi juga menjadi alternatif lokasi silaturahmi bagi sebagian generasi muda saat Lebaran. Keterbatasan pilihan tempat wisata serta ramainya ruang-ruang publik membuat coffee shop menjadi pilihan praktis untuk menghabiskan waktu bersama teman.
Dinda Aprilia, 25 tahun, salah satu pengunjung kedai kopi, menghabiskan hari pertama Lebaran di rumah bersama keluarga yang datang bersilaturahmi. Sejak pagi hingga hari kedua, rumahnya menjadi tempat berkumpul sanak saudara yang berkunjung. Ia mengaku tidak mudik tahun ini karena orang tuanya termasuk yang paling tua dalam keluarga, sehingga kerabatnya datang berkunjung ke rumah mereka.
Memasuki hari ketiga Lebaran, setelah kegiatan silaturahmi keluarga selesai, rasa bosan mulai dirasakan. Dinda kemudian berencana keluar bersama temannya untuk mencari suasana baru. Mereka sempat mendatangi pusat perbelanjaan, namun suasana yang sangat ramai membuat mereka enggan berlama-lama.
Pemilihan Coffee Shop sebagai Alternatif
Kondisi tersebut membuat Dinda dan temannya memilih menuju coffee shop sebagai alternatif tempat berkumpul. Selain lebih santai, tempat tersebut dinilai lebih mudah diakses dibandingkan lokasi wisata yang terbatas. Menurutnya, pilihan berkumpul di coffee shop juga dipengaruhi oleh minimnya pilihan tempat wisata dan public space di kota, yang membuat banyak orang berkumpul di satu tempat.
Fenomena serupa juga dirasakan Zenny Mutia, 20 tahun, mahasiswa di Palembang. Ia mengaku setelah kegiatan silaturahmi keluarga selesai, ia bersama teman-teman memilih berkumpul di coffee shop untuk melanjutkan momen kebersamaan. Menurutnya, coffee shop menjadi tempat yang nyaman untuk bertemu teman, terutama saat libur Lebaran.
Alasan Lain Memilih Coffee Shop
Selain untuk bersantai, berkumpul di coffee shop juga menjadi cara lain untuk menjaga silaturahmi dengan teman sebayanya dan menjadi caranya untuk memenuhi asupan kafein. Bunga Yunielda, 24 tahun, memilih untuk menghabiskan waktu Lebarannya di kedai kopi, karena menghindari pertanyaan keluarga yang begitu-gitu saja. Seperti dimana tempat dia bekerja, gajinya berapa, hingga pertanyaan kapan ia menikah.
Sejumlah pelaku usaha kedai kopi juga merasakan peningkatan jumlah pengunjung pada masa libur Lebaran, terutama mulai hari pertama, kedua dan ketiga. Mayoritas pengunjung berasal dari kalangan anak muda yang datang berkelompok. Bimo Perkasa, salah satu pemilik kedai kopi Dekultur di Palembang, mengaku kafenya memang sering ramai dikunjungi anak-anak muda setelah aktivitas silaturahmi keluarga berkurang saat Lebaran.
Fungsi Baru dari Coffee Shop
Coffee Shop memang menjadi sebuah pilihan kata Bimo. Bahkan, kedai kopi di Palembang juga sudah ramai dikunjungi sejak Lebaran pertama. Hal ini karena kebutuhan kopi kawan-kawan muda dan tempat yang cocok untuk berkumpul dan ngobrol. Relatif ramainya di antara pukul 16.00 – 23.00, waktu-waktu mereka selesai silaturahmi bersama keluarga.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kedai kopi kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat bersantai, tetapi juga menjadi ruang alternatif silaturahmi bagi generasi muda. Di tengah keterbatasan pilihan tempat wisata dan padatnya pusat keramaian saat libur Lebaran, coffee shop menjadi pilihan yang dinilai praktis dan nyaman untuk menghabiskan waktu bersama.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”












