Gempa M2,8 Guncang Sukabumi, Pusat di Laut Menurut BMKG

Gempa Terkini di Jawa Barat: Informasi dan Tindakan yang Perlu Diketahui

Pada hari Sabtu (13/12/2025) siang, terjadi gempa bumi yang mengguncang wilayah Sukabumi, Jawa Barat. Gempa ini berpusat di laut dengan kekuatan Magnitudo 2,8. BMKG Wilayah II melaporkan bahwa gempa tersebut terjadi pada pukul 11.16 WIB. Pusat gempa berada di laut, sejauh 81 km Selatan Kabupaten Garut, Jawa Barat. Adapun kedalaman gempa mencapai 10 km.

Dalam informasi yang disampaikan oleh BMKG Wilayah II melalui akun X @bmkgwilayah2, diketahui bahwa lokasi gempa berada pada koordinat 7.70 LS – 106.68 BT. Gempa ini tidak menimbulkan kerusakan signifikan, namun masyarakat tetap diminta untuk tetap waspada.

Sebelumnya, pada hari Selasa (9/12/2025), terjadi dua gempa bumi di wilayah Priangan, Jawa Barat. Pertama, gempa terjadi pada pukul 08.10 WIB dengan kekuatan Magnitudo 2,9. Pusat gempa berada di darat, sejauh 5 km Barat Laut Kabupaten Garut, Jawa Barat, dengan kedalaman 28 km. Kedua, gempa terjadi pada pukul 03.46 WIB dengan kekuatan Magnitudo 2,6. Pusat gempa berada di darat, sejauh 10 km Selatan Kabupaten Garut, Jawa Barat, dengan kedalaman 93 km.

Skala Gempa dan Tingkat Kerusakan

Berdasarkan skala MMI (Modified Mercalli Intensity) yang digunakan oleh BMKG, berikut penjelasan tingkat intensitas gempa:

  • I MMI

    Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.

  • II MMI

    Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.

  • III MMI

    Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.

  • IV MMI

    Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.

  • V MMI

    Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

  • VI MMI

    Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.

  • VII MMI

    Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah.

  • VIII MMI

    Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.

  • IX MMI

    Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.

  • X MMI

    Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

  • XI MMI

    Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.

  • XII MMI

    Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.

Tindakan yang Perlu Dilakukan Saat Gempa Terjadi

Berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan saat gempa terjadi:

  1. Tetap tenang

    Saat gempa terjadi, berusahalah untuk tidak panik dan tetap tenang! Tarik napas dalam-dalamnya, lalu lihatlah keadaan sekitar dan pilihlah spot yang aman untuk berlindung.

  2. Di dalam rumah

    Jika pada saat gempa sedang berada di dalam penginapan, berusahalah menyelamatkan diri dan orang yang ada di sekitarmu. Meja adalah tempat terbaik untuk berlindung dari benda-benda yang berjatuhan akibat gempa. Setelah itu, lindungi kepala dengan benda empuk. Misalnya bantal, helm, papan, atau yang paling praktis kamu bisa menggunakan kedua tangan dengan posisi tertelungkup.

  3. Di luar ruangan

    Jika pada saat gempa terjadi kamu sedang berada di luar ruangan tindakan pertama yang harus dilakukan adalah bergerak menjauhi gedung dan tiang lantas menuju daerah terbuka. Tetap tenang dengan menarik napas dalam-dalam dan jangan lakukan apapun. Sebab, biasanya setelah gempa pertama akan terjadi gempa susulan.

  4. Di kerumunan

    Gempa bisa terjadi kapan saja. JIka saat itu kamu sedang berada di kerumunan, biasanya akan terjadi kepanikan. Untuk mengindari hal tersebut, kamu bisa perhatikan arahan petugas penyelamat dan usahakan langsung menuju ke tangga darurat untuk menuju ke daerah terbuka.

  5. Di gunung atau dataran tinggi

    Jika gempa terjadi saat kamu sedang berada di gunung, bergeraklah menuju daerah lapang untuk berlindung. Hindari daerah dekat lereng karena dipastikan akan menimbulkan longsor dan mengancam keselamatan jiwa.

  6. Di laut

    Gempa di bawah laut bisa menimbulkan gelombang tsunami. Jika gempa itu terjadi, bergeraklah ke dataran yang lebih tinggi.

  7. Di dalam kendaraan

    Bagi yang sedang melakukan perjalanan saat terjadi gempa, berpeganglah erat agar tak terjatuh. Berhentilah di tempat yang lapang dan berhentilah di sana.


Zaiful Aryanto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *