Kunci Sukses PKB Kuningan Terungkap di Muscab: Mobil Siaga dan Rangkul Non-Muslim

PKB Kuningan Mulai Persiapkan Langkah Politik Jauh Sebelum Pemilu 2029

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, telah memulai persiapan strategis untuk menghadapi Pemilu 2029. Hal ini terlihat dari pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar di salah satu hotel ternama di pusat Kota Kuningan pada hari Minggu, 5 April 2026. Muscab ini menjadi awal dari penguatan struktur partai hingga tingkat desa dan kampung.

Dalam acara tersebut, Ketua DPC PKB Kuningan, Drs. H. Ujang Kosasih, M.Si., menyatakan bahwa target partainya bukan hanya sekadar mempertahankan tren kenaikan suara, tetapi juga memastikan bahwa mesin organisasi benar-benar hidup hingga ke tingkat terbawah. Menurutnya, pekerjaan besar yang sedang dilakukan saat ini adalah institusionalisasi partai secara menyeluruh.

Setelah struktur kecamatan dinyatakan lengkap, langkah berikutnya adalah pembentukan pengurus ranting di seluruh desa dan kelurahan. Ujang menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah agar setiap desa dan kelurahan memiliki pengurus ranting, bahkan setiap kampung harus memiliki anak ranting PKB.

Penguatan Struktur Organisasi

Penguatan struktur organisasi ini dianggap penting karena kemenangan politik tidak cukup ditopang oleh figur semata. Kehadiran organisasi hingga lapisan paling bawah dinilai menjadi cara agar aspirasi warga lebih cepat tertangkap sekaligus menjaga loyalitas kader tetap terhubung dengan masyarakat.

Saat ini, PKB Kuningan telah merampungkan pembentukan pengurus DPAC di 32 kecamatan dengan total 536 pengurus. Dari jumlah itu, sekitar 60 persen berasal dari kalangan generasi muda yang sebelumnya sudah melalui pembekalan kader loyalis.

Ujang menjelaskan bahwa proses kaderisasi sengaja dibuat berlapis. Sebelum ditetapkan sebagai pengurus kecamatan, para kader terlebih dahulu mengikuti pelatihan intensif selama satu hari satu malam. Setelah lulus kader loyalis, mereka baru ditetapkan sebagai pengurus DPAC di kecamatannya masing-masing.

Pendekatan Politik Kehadiran

Selain struktur organisasi, PKB juga menyiapkan pendekatan yang disebut sebagai politik kehadiran. Salah satunya melalui kewajiban bagi delapan anggota Fraksi PKB DPRD Kuningan untuk menyediakan ‘mobil siaga’ bagi masyarakat. Mobil siaga tersebut bukan sekadar atribut politik, tetapi dipakai membantu warga yang membutuhkan transportasi darurat ke rumah sakit atau layanan kesehatan lainnya.

Setiap anggota DPRD Fraksi PKB wajib memiliki satu mobil siaga. Ini bentuk respon partai terhadap kebutuhan masyarakat.

Perkembangan Suara PKB di Kuningan

Dalam sambutannya, Ujang memaparkan perkembangan suara PKB di Kuningan yang terus naik dalam empat pemilu terakhir. Pada Pemilu 2009, PKB hanya memperoleh 26.413 suara dan dua kursi DPRD. Lima tahun kemudian suara naik menjadi 54.498 dengan lima kursi. Pada Pemilu 2019, perolehan meningkat menjadi 56.665 suara dan enam kursi, lalu melonjak pada Pemilu 2024 menjadi 91.046 suara yang menghasilkan delapan kursi DPRD Kuningan.

Dari 2019 ke 2024, PKB menambah suara kurang lebih 35 ribu. Ini kerja bersama caleg, kiai, NU, dan seluruh stakeholder PKB.

Meski demikian, Ujang mengakui capaian delapan kursi belum sepenuhnya memuaskan. Menurut hitungan internal, jumlah suara yang diperoleh sebenarnya berpotensi menghasilkan kursi lebih banyak jika distribusi suara lebih cermat. Evaluasi strategi akan menjadi bagian penting menuju 2029, terutama di daerah pemilihan yang selama ini masih menghasilkan satu kursi.

Ruang Terbuka untuk Unsur Baru

Dalam Muscab kali ini, PKB juga mulai membuka ruang lebih luas bagi masuknya unsur baru dalam kepengurusan. Ujang menyebut sejumlah kalangan muda dari berbagai latar organisasi ikut masuk dalam daftar usulan pengurus periode 2026-2031. Beberapa berasal dari kalangan muda NU, Muhammadiyah, organisasi nasionalis, hingga unsur non-Muslim.

Salah satu nama yang disebut masuk dalam usulan adalah Novianus, tokoh muda Katolik yang selama ini aktif di organisasi kepemudaan tingkat Jawa Barat. PKB ini partai terbuka. Siapa pun warga negara Indonesia yang ingin mengabdi melalui politik, ruangnya terbuka.

Keterlibatan unsur lintas latar belakang itu tidak mengubah arah dasar partai, tetapi justru memperluas basis sosial PKB di daerah.

Penutup

Menutup sambutannya, Ujang kembali menegaskan slogan yang akan dibawa PKB menuju kontestasi berikutnya. “Jaga kehormatan, rebut kemenangan,” ucapnya di hadapan kader.

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *